PERGESERAN NILAI BUDAYA MINANGKABAU DALAM NOVEL DARI SURAU KE GEREJA KARYA HELMIDJAS HENDRA DAN NOVEL PERSIDEN KARYA WISRAN HADI (TINJAUAN SASTRA BANDING)

Nori Anggraini

Sari


Fenomena sosial-Budaya masyarakat Minangkabau terekspresi di dalam novel-novel warna lokal Minangkabau.Persoalan pertentangan adat dan tradisi dengan kehidupan modern, persoalan keagamaan, masalah perjodohan dan perkawinan, kedudukan mamak, tentang hartapusaka, kebiasaan merantau, sistem kekerabatan serta persoalan-persoalan lainnya yang menjadi deretan tema-tema yang sering diungkapkan dalam novel-novel modern warna lokal Minangkabau. Terjadinya perkembangan keberagamaan dalam masyarakat Minangkabau dalam novel Dari Surau Ke Gereja disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor: (1)internal: keilmuan, perkawinan, ekonomi; (2) faktor eksternal:penyebaran agama lain. Hal ini menyebabnya bergesernya nilai-nilai budaya Minangkabau dalam kehidupan sosial, yaitu: 1. Terjadinya perpindahan agama, 2. Mamak tidak lagi menjadi pemimpin dalam keluarga atau Suku. Sementara dalam Novel Persiden Karya Wisran Hadi, terjadi pergeseran kehidupan sosial yang tidak lagi sesuai dengan nilai-nilai budaya Minangkabau disebabkan oleh beberapa faktor: (1) internal:ekonomi (2) eksternal: Modernisasi. Hal ini menyebabkan bergesernya nilai-nilai budaya Minangkabau dalam kehidupan sosial, yaitu: 1. Budaya hedonis, 2. Kurangnya Kebanggan terhadap Simbol Budaya (Rumah Gadang)
Keyword: Pergeseran, Budaya, Minangkabau


Teks Lengkap:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.31000/dinamika.v1i1.509

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Creative Commons License

Jurnal Dinamika UMT is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. Copyright © 2016-2018 Jurnal Dinamika UMT. All rights reserved.

View Dinamika UMT Stats