PENGARUH LATIHAN RANGE OF MOTION (ROM) TERHADAP PERUBAHAN AKTIVITAS FUNGSIONAL PADA PASIEN STROKE RAWAT INAP DI RSU UKI JAKARTA

Hasian Leniwita Leniwita, Dewi Prabawati Prabawati, Wihelmus Hary Susilo

Abstract


Stroke adalah gangguan fungsi saraf yang disebabkan oleh gangguan aliran darah dalam otak, dan stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular. Gangguan akibat stroke sering menimbulkan gejala sisa yang dapat menjadi kecacatan menetap yang selanjutnya membatasi fungsi seseorang dalam aktivitasnya sehari-hari. Oleh karena itu diperlukan program latihan ROM yang tujuan utamanya untuk dapat mencapai kemandirian pasien dalam melakukan aktivitas fungsional. Proses pemulihan pasien dengan stroke ini akan dipercepat apabila ada rangsangan untuk bergerak dari anggota-anggota badan yang mengalami kelemahan ataupun lumpuh, yaitu dengan latihan range of motion(ROM).

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh latihan ROM terhadap perubahan aktivitas fungsional pada pasien stroke rawat inap di RSU UKI, Jakarta. Penelitian menggunakan metode penelitian kuantitaf dengan pendekatan desain quasi experimental pre dan post design. Jumlah sampel sebanyak 90 responden, yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Waktu penelitian dimulai dari Mei-Juli, 2016. Kelompok perlakuan diberikan pre test untuk penilaian aktivitas fungsional dengan menggunakan Index barthel, dilakukan latihan ROM 3x sehari, selama 7 hari, kemudian dilakukan post test dengan lembar penilaian Index Barthel yang sama.

Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan terhadap kemampuan aktivitas fungsional meningkat pada kedua kelompok baik intervensi ataupun kontrol, dengan nilai p value 0,001. Penelitian ini terbukti dapat meningkatkan kemampuan aktivitas pasien yang mengalami stroke dengan pemberian program latihan ROM yang dirawat di rumah sakit, juga merekomendasikan agar program latihan ROM dapat diterapkan khususnya diruang perawatan medikal bedah, serta adanya penelitian lanjut dengan sampel yang lebih besar.


Full Text:

PDF

References


Alligood, M. R. (2014). Nursing Theorists and Their Work. St. Louis: Elsevier.

American Heart Association (2010), Heart deases and stroke statistic: our guide to current statistics and the suplement to our heart and stroke fact- 2010 update.http://www.americanheart.org. Diakses pada tanggal 14 Febuari 2016.

Black, J.M., & Hawks, J.H., (2009) Medical surgical nursing clinical management for positive outcomes, 8th Edition. St Louis Missouri : Elsevier Saunders

Hyun Ju Kim, Yaelim Lee, Kyeong-Yae Sohng.,(2013), Effects of Bilateral Passive Range of Motion Exercise and Activities of Daily Living in Patiens with Acute Sroke, Jurnal Research, Korea.

Ignatavicius, D., & Workman, L. (2015). Medical Surgical Nursing Patient Centered Collaborative Care. Missouri: Elsevier Health.

Irfan, M. (2010). Fisoterapi bagi insan stroke. Yogyakarta : Graha Ilmu.

IM.Mertha, dan Ade Laksmi,.(2013). Pengaruh Terapi Latihan Terhadap Kemandirian Melakukan Aktivitas Kehidupan Sehari-hari Pasien Stroke Iskemik, Bali, Jurnal Skala Husada, Volume 10.

Hinkle, J., & Cheever, K. (2014). Textbook of Medical Surgical nursing. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.

Lewis, S., Dirksen, S., Heitkember, M., & Bucher, L. (2014). Medical surgical Nursing. Missouri: Elsevier Health Science.

Petrina, B. (2007). Motot recovery in stroke. http://emedicine.medscape.com. Diakes 12 Januari 2016.

Potter, P.A. & Perry, A.G. (2006), Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep Proses, dan Praktik. Jakarta: EGC.

Rahayu dan Dedi Pirdaus. (2012). Pengaruh Constraint Induced Movement Therapy terhadapKemampuan Koordinasi Ekstremitas Atas Pasca Stroke. Jurnal Kesehatan, 5.

Urden, L., Stacy, K., & Lough, M. (2014). Critical Care Nursing: Diagnosis and management Missouri: Elsevier.




DOI: http://dx.doi.org/10.31000/jkft.v4i2.2504

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.31000/jkft.v4i2.2504.g1497

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats