Analisis Proses Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Kelas Produksi Film Dokumenter Saat Brainstorming Ide dan Pembuatan Karya Film

freddy yusanto

Abstract


Proses pembuatan film sebagai Tugas Akhir (TA) dari mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi dengan peminatan Broadcasting di Universitas Telkom, seringkali terfokus pada masalah teknis yang harus dihadapi mahasiswa di lapangan dan laboratorium editing.  Hal-hal lain seperti: substansi dari TA dan penyampaian pesan yang hendak disampaikan kepada audience tidak tertuang atau tersampaikan dengan baik sehingga pada akhirnya, hasil TA menjadi tidak maksimal.  Sepertinya, proses brainstorming ide dan proses pembuatan karya film kurang mendapat perhatian dari mahasiswa selama ini karena mereka sangat bersemangat  dalam mencapai hasil akhir.  Padahal, proses brainstorming ide dan proses pembuatan film merupakan kegiatan yang harus diperhitungkan dan dilaksanakan dengan penuh kehati-hatian.  Kualitas atau kedalaman dari sebuah karya tercermin dari sukses tidaknya proses tersebut.  Apabila dikerjakan dengan terburu-buru maka biasanya karya film yang dihasilkan banyak terjadi ‘lompatan’, ‘tidak nyambung’ atau konten tidak sesuai dengan judul/konteks’ dan lain sebagainya.  Oleh sebab itu, untuk mengetahui proses brainstorming ide dan proses pembuatan karya film, perlu diadakan suatu penelitian yang komprehensif pada kelas satu Produksi Film Dokumenter semester Ganjil 2017/2018.  Dengan menggunakan metode kualitatif (obervasi lapangan dan interview mendalam) dan teori komunikasi interpersonal (secara lebih spesifik: self-disclosure) diharapkan dapat menemukan cara untuk memahami proses brainstorming ide dan proses pembuatan karya selama satu semester.


Full Text:

PDF

References


Abubakar, Fauzi. (2015). “Pengaruh Komunikasi Interpersonal antara Dosen dan Mahasiswa terhadap Motivasi Belajar dan Prestasi Akademik Mahasiswa”. Jurnal Pekommas, 18(1): 53-62.

Broder, S.N. (1987). “Helping Students with Self-Disclosure”. School Couseor, 34(3).

Devito, Joseph A. (1997). Komunikasi Antarmanusia. Jakarta: Professional Books.

Galuh, A. dan Dinie R. Desiningrum. (2016). “Hubungan antara Dukungan Sosial Guru dengan Pengungkapan Diri (Self Disclosure) pada Remaja”. Jurnal Empati, 5(4), 640-644.

Ifdil, Ifdil dan Zadrian Ardi. (2013). “Konsep Dasar Self Disclosure dan Pentingnya Bagi

Mahasiswa Bimbingan dan Konseling”. Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan, 13(1): 110-118.

Jonathan, Christianto Donny. (2014). “Proses Komunikasi Interpersonal antara Pelatih dengan Kapten Tim Persebaya 1927”. Jurnal e-Komunikasi, 2(1): 1-10.

Jourard, Sidney M. and Patricia Richman. (1963). “Factors in The Self-disclosure Inputs of College Students”. Merrill-Palmer Quarterly of Behavior and Development, 9(2): 141-148.

Jourard, Sidney M. and Paul Lasakow. (1958). “Some Factors in Self-disclosure”. The Journal of Abnormal and Social Psychology, 56(1): 91-98.

Kadarsih, Ristiana. (2009). “Teori Penetrasi Sosial dan Hubungan Interpersonal”. Jurnal Dakwah, Media Komunikasi dan Dakwah, 10(1): 53-66.

Kamaruzzaman. (2016). “Analisis Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa”. Jurnal Konseling Gusjigang, 2(2): 202-210.

Lazowski, L.E. and S.M. Andersen. (1990). “Self-Disclosure and Social Perception: The Impact of Private, Negative and Extreme Communications”. Journal of Social Behavior and

Personality, 5(2).

Permanasari, Risa. (2014). “Proses Komunikasi Interpersonal berdasarkan Teori Penetrasi Sosial (Studi Deskriptif Kualitatif Proses Komunikasi Interpersonal antara Personal Trainer dengan Pelanggan di Club House Casa Grande Fitness Center)”. Jurnal Ilmu Komunikasi.

Prasetyo, Hendri dan Tri Yuniati. (2014). “Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Komunikasi Interpersonal terhadap Semangat Kerja Karyawan”. Jurnal Ilmu & Riset Manajemen, 3(1): 1-17.

Pratiwi, Heppy Atma dan Endang Wiyanti. (2017). “Pola Komunikasi Interpersonal dalam Proses Bimbingan Skripsi”. Dialektika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(1): 85-99.

Pratiwi, Srie Wahyuni dan Dina Sukma. (2013). “Komunikasi Interpersonal Antar Siswa di Sekolah dan Implikasinya terhadap Pelayanan Bimbingan dan Konseling”. Konselor (Jurnal Ilmiah Konseling), 2(1): 324-329.

Purnomo, Dinar Permadi dan Harmiyanto. (2016). “Hubungan Keterampilan Komunikasi Interpersonal dan Kepercayaan Diri Siswa Kelas X SMAN 1 Garum Kabupaten Blitar”. Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling, 1(2): 55-59.

Siburian, P. (2014). “Hubungan Komunikasi Interpersonal dan Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar Penelitian Pengajaran”. Jurnal Generasi Kampus, 7(1): 18-29.

Siska, Sudardjo dan Esti Hayu Purnamaningsih. (2003). “Kepercayaan Diri dan Kecemasan Komunikasi Interpersonal pada Mahasiswa.” Jurnal Psikologi, 30(2): 67-71.

Wahyuni, Lussy Dwiutami dan Radjito. (2017). “Dukungan Sosial dan Pengungkapan Diri pada Peserta Didik Program Kesetaraan PAKET B”. Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi, 6(1): 7-16.

Wijaya, Ida Suryani. (2013). “Komunikasi Interpersonal dan Iklim Komunikasi dalam Organisasi”. Jurnal Dakwah Tabligh, 14(1): 115-126.

Wulandari, Tine Agustin. (2013). “Memahami Pengembangan Hubungan Antarpribadi melalui Teori Penetrasi Sosial”. Jurnal Majalah Ilmiah UNIKOM, 11(1): 103-.110.




DOI: http://dx.doi.org/10.31000/nyimak.v2i1.716

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Nyimak (Journal of Communication)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Nyimak (Journal of Communication) a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. © All rights reserved 2017. Nyimak (Journal of Communication) (p-ISSN 2580-3803, e-ISSN 2580-3832)