MITOS SEKSUALITAS DALAM IKLAN

Jemmy Junius Pah

Abstract


ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membongkar mitos seksualitas pada iklan cetak LYNX versi The Cleaner You Are The Dirtier You Get yang hanya menampilkan sosok model wanita seksi tanpa menyertakan model lakilaki. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode analisis semiotika Roland Barthes digunakan untuk mengetahui makna dari tanda-tanda yang ada pada iklan dan ideologi yang tersembunyi di balik iklan. Setelah menganalisis iklan LYNX versi The Cleaner You Are The Dirtier You Get, peneliti menemukan mitos seksualitas pada berbagai rangkaian penanda (signifier) dan petanda (signified) pada iklan. Penggunaan ikon-ikon seksualitas, seperti model wanita seksi, memperlihatkan adanya eksploitasi terhadap perempuan baik secara fisik maupun nonfisik. Adapun ideologi yang tersembunyi di balik iklan ini adalah konsumerisme, patriarkal, dan kapitalisme.

Kata Kunci: Mitos seksualitas, iklan, semiotika, kapitalisme, konsumerisme, patriarkal


This study aimed to dismantle the myth of sexuality in print advertising LYNX version of The Cleaner You Are The dirtier You Get. The objects of this study were LYNX print ads version of The Cleaner You Are The dirtier You Get that displays only the female sexy model figure without including the male model. This study used a qualitative research methodology. The method of Roland Barthes' semiotic analysis is used to determine the meaning of the signs that exist on the stored advertisements and also the ideology behind the ad. After observing the LYNX print ads version of The Cleaner You Are The dirtier You Get, researchers found the myth of sexuality in various signifier and the signified that exist in the ad. The use of icons such as sexuality sexy female models showed their exploitation efforts both physical and non-physical by exploiting women's bodies and desires. The ideology that is hidden behind LYNX print ads version of The Cleaner You Are The dirtier You Get is the ideology of consumerism, patriarchy and capitalism. Associated with the research, the authors would like to suggest that the ad makers and manufacturers are not continuously use women's bodies as 'material' advertising, especially if the woman is only used as mere sex objects.


Keyword: Myth Sexuality, LYNX Print Ad, Semiotics, Roland Barthes, Consumerism, Patriarchy, Kapitalism


Full Text:

PDF

References


Barthes, Roland. (2009). Mitologi. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Benedicta, Gabriella Devi. (2011). “Dinamika Otonomi Tubuh Perempuan: Antara Kuasa dan Negosiasi atas Tubuh”. Masyarakat (Jurnal Sosiologi), 16(2): 141-156.

Bignell, Jonathan. (1997). Media Semiotics: An Introduction. New York: Manchester University Press.

Boddewyn, Jean J. (1991). “Controlling Sex and Decency in Advertising around the World”. Journal of Advertising, 20(4): 25-35.

Hariyanto. (2009). “Gender dalam Konstruksi Media”. Komunika, 3(2): 167-183.

Hasyim, Muhammad. (2013). “Mitologisasi Seksualitas dalam Media Iklan Televisi”. Jurnal Ilmu Budaya, 1(1): 77-96.

Kasiyan. (2007). “Komodifikasi Seks dan Pornografi dalam Representasi Estetika Iklan Komersial di Media Massa”. Jurnal Penelitian Humaniora, 12(1): 18-34.

Lasido, Nur Allan. (2016). “Mitos Gaya Hidup Metroseksualitas dalam Iklan Produk Kosmetik Vaseline Men”. Jurnal Komunikasi, 10(2): 169-183.

Malika, Ika dan Sinta Petri Lestari. (2018). “Analisis Semiotika Dalam Iklan “Fair And Lovely” Versi Nikah”. Jurnal Egaliter, 1(2): 1-17.

Masri, Andry. (2010). Strategi Visual: Bermain dengan Formalistik dan Semiotik untuk Menghasilkan Kualitas Visual dalam Desain. Yogyakarta: Jalasutra.

Mosco, Vincent. (2009). The Political Economy of Communication. London: Sage Publication. Mukti, Imam, M. Iqbal Sultan dan Tuti Bahfiarti. (2015). “Semiotika Ikon Perempuan pada Iklan Mobil dalam Majalah Otomotif Autoexpert”. Jurnal Komunikasi KAREBA, 4(3): 344- 359.

Murwani, Endah. (2010). “Konstruksi ‘Bentuk Tubuh Perempuan’ dalam Iklan Televisi”. Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(1): 10-18.

Noor, Firdaus dan Ratu Nadya Wahyuningratna. (2017). “Representasi Sensualitas Perempuan dalam Iklan New Era Boots di Televisi (Kajian Semiotika Roland Barthes)”. Ikraith- Humaniora, 1(2): 1-10.

Noviani, Ratna. (2002). Jalan Tengah Memahami Iklan: antara Realitas, Representasi, dan Simulasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Nuraina. (2011). “Media, Seksualitas Perempuan dan Pornografi dalam Dominasi Partriarkhi”.Jurnal Kybernan, 2(1): 1-16.

Octavia, Ercilia Rini. (2015). “Perempuan dalam Iklan Axe Effect ‘Call Me’ sebagai Perwujudan Consumer Insight Target Audience”. Etnografi, XV(1): 13-32.

Piliang, Yasraf Amir. (2003). Hipersemiotika: Tafsir Cultural Studies atas Matinya Makna. Yogyakarta: Jalasutra.

Piliang, Yasraf Amir. (2004). “Iklan, Informasi, atau Simulasi? Konteks Sosial dan Kultural Iklan.” Mediator, 5(1): 63-73.

Priyatna, Aquarini. (2006). Kajian Budaya Feminis: Tubuh, Sastra dan Budaya Pop. Yogyakarta: Jalasutra.

Putri, Ardiyanti Pradhika. (2014). “Representasi Citra Perempuan dalam Iklan Shampoo Tresemme Keratin Smooth di Majalah Femina”. eJournal Ilmu Komunikasi, 2(2): 104-115.

Reichert, Tom. (2007). What is Sex in Advertising, Perspective Form Consumer Behaviour and Social Science Research. University of Alabama.

Rukiah, Yayah. (2017). “Citra (Image) Perempuan sebagai Objek Seksualitas dalam Iklan Studi Kasus Iklan Axe”. Jurnal Magenta STMK Trisakti, 1(2): 211-221.

Sherman, Claire and Pascale Quester. (2005). “The Influence of Product/Nudity Congruence on Advertising Effectiveness”. Journal of Promotion Management, 11(2/3): 61-89.

Shimp, Terence A. (2003). Periklanan Promosi (Jilid 1). Jakarta: Erlangga.

Singh, Shiv. (15 Maret 2012). A2 Media: TV Advertising In A Digital World. Diakses dari: https://pagetmedia.wordpress.com/2012/03/page/2/

Siswati, Endah. (2014). “Representasi Domestikasi Perempuan dalam Iklan”. Jurnal Ilmu Komunikasi, 11(2): 179-194.

Soedjatmiko, Haryanto. (2003). Saya Berbelanja, Maka Saya Ada: Ketika Konsumsi dan Desain Menjadi Gaya Hidup Konsumeris. Yogyakarta: Jalasutra.

Syuderajat, Fajar. (2016). “Pornografi dalam Iklan: Analisis Isi Iklan dalam Majalah dan Tabloid Remaja di Indonesia”. PRofesi Humas, 1(1): 35-39.

Winarni, Rina Wahyu. (2010). “Representasi Kecantikan Perempuan dalam Iklan”. Deiksis, 2(2): 134-152.

Wulandari, Ayu dan M. Syam Hamdani. (2017). “Eksploitasi Tubuh Perempuan dalam Iklan (Analisis Semiotika Iklan Televisi Giv Beauty Soap “Tampil Memukau Penuh Pesona”).” Jurnal Ilmiah Mahasiswa FISIP Unsyiah, 2(4): 371-384.




DOI: http://dx.doi.org/10.31000/nyimak.v2i1.723

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Nyimak (Journal of Communication)



Nyimak: Journal of Communication a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. © All rights reserved 2017. Nyimak: Journal of Communication (p-ISSN 2580-3803, e-ISSN 2580-3832)