MEMBENTUK GENERASI ADABI DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN ISLAM
DOI:
https://doi.org/10.31000/rf.v13i1.1983Abstrak
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dan bersifat deskriptif analitik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa membentuk generasi adabi dalam perspektif pemikiran Islam adalah terbentuknya generasi beradab yang menjadi tujuan utama dari pendidikan Islam, yang kelak akan menjadi generasi teladan umat, karena adab adalah kemanusiaan yang dapat menghindarkan anak-anak dari berbagai penyimpangan. Karena itu para orang tua dan pendidik wajib mendidik anak-anak dengan adab, terutama adab kepada Allah, adab kepada Rasulullah SAW, adab kepada orang tua, adab terhadap ilmu, adab kepada guru dan masyarakat, sehingga anak-anak senantiasa menjadi generasi yang optimis dengan imannya dalam menjawab berbagai tantangan zaman. Akan tetapi dalam pelaksanaannya adab tidak akan sempurna kecuali jika didalamya diterapkan lima pilar, yaitu hati nurani adab (moral conscience), paksaan adab (moral abligations), hukum adab (moral judgement), tanggung jawab adab (moral responsibility) dan ganjaran adab (moral reward). Dengan tetap mengacu kepada empat prinsip mendasar, yaitu menyeluruh, seimbang, sederhana dan realistis.Referensi
Abdullah Nasih Ulwan, Tarbiyah Al-Aulad fii Al-Islam, Terjemahan Jamaludin Miri, Pendidikan Anak dalam Islam, Jakarta, Pustaka Amani, 1995.
Abdullah bin Muhammad bin Ja’far bin Hayyan Al-Asbahany, Kitab Akhlaq An-naby SAW wa Adabih, Cairo, Maktabah An-Nahdah Al-Mishriyah, tt.
Abu Ali Ahmad bin Maskawih, Tahdzibul Akhlak, beirut, tt.
Abu Daud Sulaiman Ibn Al-Asy’at As-Sajastany, Sunan Aby Daud, Juz 4, Beirut, Dar Al-Kitab Al-Araby, tt.
Endang Saifuddin Anshari, Pokok-pokok Pikiran Tentang Islam, Jakarta, Usaha Interprises, 1976.
Hasan Langgulung, Beberapa Pemikiran tentang Pendidikan Islam, Bandung, Al Ma’arif, 1980.
Ibnu Majah Abu Abdillah Muhammad bin Yazid, Sunan Ibn Majah, Juz 4, Maktabah Aby Al-Ma’athy, 273 H.
Ibnu Taimiyah, Majmu’atul Fatawa, Terjemahan Ahmad Syaikhu, Kumpulan Fatwa Ibnu Taimiyah, Jakarta, darul haq, 2007.
Ismail Faishal, Masa Depan Pendidikan Islam, Jakarta. Bakti Aksara Persada, 2003.
Imam Abu Al-Fida Al-Hafidz Ibnu Katsir Ad-Dimsyaqy, Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim, Beirut, Dar Al-Fikr, 1997.
Imam Al-Ghazali, Mukhtashar Ihya’ Ulumuddin, Terjemahan Irwan Kurniawan, Mutiara Ihya’ Ulumuddin, Bandung, Mizan, 2002.
Mansour Fakih, Sesat Pikir Teori pembangunan dan Globalisasi, Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 2001.
Muhammad Abdullah Darraz, Addin, Al-Kuwait, Dar Al-Qalam, tt.
Muhammad Aziz Al-Habbaby, Asy-Syakhsyiyyah Al-Islamiyah, Kairo, Dar El Ma’arif, 1969.
Muhammad bin Isa Abu Isa At-Tirmidzi, Al-Jami’ Ash-Shahih Sunan At-Tirmidzi, Juz 4, Tahqiq Ahmad Muhammad Syakir, Beirut, Dar Ihya At-Turats Al-Arabi, tt.
Muhammad Naquib Al-Attas, Konsep Pendidikan dalam Islam, Bandung, Mizan, 1987.
Muhammad Zuhaili, Al-Islam wa Asy-Syabab, Terjemahan Arum Titisari, Pentingnya Pendidikan Islam sejak Dini, Jakarta, Ba’adillah Press, 2002,
Omar Mohammad Al-Toumy Al-Syaibany, Falsafah at-tarbiyah Al-Islamiyah, Terjemahan Hasan Langgulung, Falsafah Pendidikan Islam, Jakarta, Bulan Bintang, 1979.
Umar Muhammad At-Taumy Al-Syaibany, Muqaddimah fii Falsafah Al-Islamiyah, Libya, Addar Al-Arabiyah li Al-Kitab, tt.
Ummu Aghla, Mengakrabkan Anak pada Ibadah, Jakarta, Almahira, 2004.
Zainal Arifin Abbas, Perkembangan Fikiran terhadap Agama, Jakarta, Pustaka Al Husna, tt.
Unduhan
Terbitan
Bagian
Lisensi
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to Rausyan Fikr Universitas Muhammadiyah Tangerang, Indonesia as the publisher of the journal.Rausyan Fikr right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in Rausyan Fikr. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in Rausyan Fikr. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).