Hubungan Kata dan Makna dalam Kajian Semantik Bahasa Arab
DOI:
https://doi.org/10.31000/rf.v20i1.11511Abstract
Hampir tidak ada aktivitas manusia yang berlangsung tanpa kehadiran bahasa didalamnya, dan bahasa tidak akan pernah terlepas dari makna pada setiap perkataan yang diucapkan. Tataran penggunaan bahasa yang digunakan saat berinteraksi pun tentunya tidak terlepas dari penggunaan kata atau kalimat yang bermuara pada makna, yang merupakan ruang lingkup dari kajian semantik. Persoalan tentang makna sesungguhnya merupakan istilah yang paling ambigu dan kontroversial. Walaupun makna adalah persoalan bahasa, tetapi keterkaitan dan keterikatannya dengan segi kehidupan manusia sangat erat. Padahal sisi kehidupan manusia itu sangatlah kompleks dan luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalis apa yang dimaksud dengan makna, penggunaan makna dalam ruang lingkup semantik dan bagaimana hubungan antar makna terjadi. Penelitian ini merupakan penelitian library research yang mengandalkan beberapa sumber data baik berupa buku ataupun jurnal, kemudian peneliti menganalisis data dengan metode content analysis (analisis isi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakikat makna sebuah kata baru dapat ditentukan apabila kata tersebut berada dalam konteks kalimat. Adapun hubungan antar makna dalam kajian semantik menyangkut hal-hal kesamaan makna (sinonimi), kebalikan makna (antonim), kegandaan makna (polisemi dan ambiguitas), ketercakupan makna (hiponimi), kelaianan makna (homonimi), kelainan makna (homonimi), dan kelebihan makna (redundansi).
Abstract
There is almost no human activity that takes place without the presence of language in it, and language will never be separated from the meaning of every word spoken. The level of use of the language used when interacting is certainly inseparable from the use of words or sentences that lead to meaning, which is the scope of semantic studies. The issue of true meaning is the most ambiguous and controversial term. Even though meaning is a matter of language, but its relevance and attachment to aspects of human life are very close. Though the side of human life is very complex and broad. This study aims to explore and analyze what is meant by meaning, the use of meaning in the semantic scope and how the relationship between meanings occurs. This research is a research library research that relies on several data sources in the form of books or journals, then researchers analyze the data with content analysis methods. The results showed that the true meaning of a new word can be determined if the word is in the context of the sentence. The relationship between meanings in semantic studies involves matters of similarity (synonymy), the opposite of meaning (antonym), doubling of meaning (polysemy and ambiguity), the scope of meaning (hyponymy), neglect of meaning (homonymy), abnormalities of meaning (homonymy), and excess meaning (redundancy).References
Chaer, Abdul. 2011. Psikolonguistik. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Chaer, Abdul. 2013. Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta. Herniti, Eneng, Sri H, dan Navilah A. 2005. Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Pokja
Akademik UIN Sunan Kalijaga.
Kuntarto, Eko. 2017. Telaah Linguistik untuk Guru Bahasa. Jambi : Universitas Jambi. Matsna, Moh. 2016. Kajian Semantik Arab Klasik dan Kontemporer. Jakarta :
Prenadamedia Group.
Sukamta. 2012. “Kompleksitas Hubungan antara Wazan dan Makna (Kajian terhadap Variasi Wazan dan Ambiguitas Bentuk Kata dalam Bahasa Arab).†Adabiyyat XI.
Suwandi, dan Sarwiji. 2008. Serbalinguistik (Mengupas Pelbagai Praktik Berbahasa).
Surakarta: LPP UNS dan UNS Press.
Tarigan, Henry Guntur. 2009. Pengajaran Semantik. Bandung: Angkasa. Ulmann, Stephen. 2012. Pengantar Semantik. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Verhaar. 1996. Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University.
Downloads
Published
Issue
Section
License
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to Rausyan Fikr Universitas Muhammadiyah Tangerang, Indonesia as the publisher of the journal.Rausyan Fikr right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in Rausyan Fikr. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in Rausyan Fikr. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).