EPISTEMOLOGI, LOGIKA DAN BAHASA
DOI:
https://doi.org/10.31000/rf.v13i1.56Abstract
Abstrak:
Ada keberkaitan erat antara kajian mengenai pengetahuan dan kajian mengenai bahasa sebagai media untuk mengungkapkan apa yang diketahui. Para filsuf umumnya tertarik untuk membahas hubungan antara pikiran, kata dan realitas. Sebagian dari mereka telah tiba pada sebuah kesimpulan bahwa ternyata kata-kata berada di persimpangan jalan: apakah ia ingin mencerminkan apa yang ada di dalam pikiran ataukah ia ingin mencerminkan apa yang ada di dalam realitas. Kemudian bagaimana cara membedakan antara kalimat (proposisi) yang benar dari kalimat yang keliru. Analisis gramatikal berhenti hanya sebatas hubungan antara kalimat dengan kaidah-kaidah gramatikal sebagai uji kebenaran suatu proposisi. Tetapi bagaimana menguji kebenaran isi (properti, esensi, substansi) suatu proposisi? Banyak teori filosofis yang dikemukakan namun tetap saja bahwa seperti hal pikiran merupakan suatu misteri, kata-kata dan kalimat juga membentuk misterinya sendiri.
Downloads
Published
Issue
Section
License
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to Rausyan Fikr Universitas Muhammadiyah Tangerang, Indonesia as the publisher of the journal.Rausyan Fikr right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in Rausyan Fikr. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in Rausyan Fikr. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).