QALBUN SALIM PERSPEKTIF TAFSIR IBNU KATSIR
DOI:
https://doi.org/10.31000/rf.v17i2.3048Abstrak
Abstrak
Hati merupakan inti dari tubuh manusia, baik dan buruknya sangat berpengaruh dari kondisi hati seseorang. Literatur penafsiran mengenai hati banyak ditemukan di beberapa kitab tafsir, salah satunya adalah Ibnu Katsir dalam kitab Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim. Bagaimanakah sikap Ibnu Katsir dalam menafsirkan kata tersebut? Adakah kecenderungan konsistensi pengambilan sumber rujukan yang dilakukan ketika menafsirkan? Penelitian ini dilakukan dengan mengambil pembahasan secara tematik dan mengambil satu sumber data penelitian. Hasil penelitian menyebutkan bahwa adanya konsistensi dari tokoh yang menjadi sumber rujukan dalam penafsiran qalbun salim serta pemaknaan qalbun salim diartikan dengan selamat dari kotoran dan kemusyrikan dan yang bersih, hati yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang beriman.
Referensi
DAFTAR PUSTAKA
Abi Bakar Jabir al-Jazairi, Aysara al-Tafasir, (Maktabah al-„Ulum al-Hikam, Madinah:2003)
Abi al-Husain Muslim, Shahih Muslim, (Dar el-Fikr, Bairut:tt)
Muhammad bin Shalih al-Munajjid, Amalan Hati, terj. Oleh: Bahrun Abu Bakar, Lc. (Irsyad Baitussalam, Bandung: 2006).
Al-Imam Abi al-Qasim „Abd al-Karim ibn Hawazin „Abd al-Malik al-Qusyairi, Tafsir al-Qusyairi, (Bairut: Dar al-Kutub al-„Ilmiyyah, 2007)
Ashim Ibrahim Al-Kayyali, Al-Hikam Ibnu ‘Athaillah, terj. M. Tatam Wijaya,(Jakarta, Qaf Media, 2018).
Ahmad Syurbasi, Study Tentang Sejarah Perkembangan Tafsir al-Qur’an al-Karim, terj. Zufran Rahman, (Jakarta: Kalam Mulia, 1999)
Faidhullah al-Hasani al-Maqdisi, Fath al-Rahman, (Bandung: Maktabah Dahlan, tt)
Kemetrian Agama RI, Al-Qur’an dan Tafsirnya, (Jakarta: Kementerian Agama RI, 2012).
Muhammad Taqi al-Din al-Hilali dan Muhammad Muhsin Khan, Madinah. K.S.A.: King Fahd Complex For The Printing The Holy Qur‟an, 1404 H.).
Muhammad Shahrur, Prinsip dan Dasar Hermeneutika Al-Qur’an Kontemporer, terj. Sahiron Syamsuddin, (Yogyakarta: Elsaq, 2004).Ahmad Musthafa al-Maraghi, Tafsir al-Maraghi, terj. K. Anshori Umar Sitanggal dkk., (Semarang: Toha Putra, 1992).
Muhammad Ibnu Taimiyyah, Risalah Tasawuf Ibnu Taimiyyah, (terj. Anis Masykhur, (Hikmah, Jakarta: 2002).
Manna‟ Khalil al-Qaththan, Mabahits Fi ‘Ulum al-Qur’an, (Riyadh, Mansyurat al-„Ashr al-Hadits, tt)
Murtadha Muthahari, Manusia dan Alam Semesta, (Jakarta: Penerbit Lentera, 2002
Syaikh Ihsan Muhammad Dahlan al-Jampesy al-Kadiri, Siraj al-Thalibin, (Beirut: dar el-Fikri, 1955)
Jhon M. Echols dan Hasa Shadily, Kamus Inggris Indonesia, (Jakarta: Gramedia, 2005). Attabik „Ali dan Ahmad Zuhdi Muhdhar, Kamus al-‘Ashri, (Yogyakarta: Multi Karya Grafika, tt).
Ahmad Haromaini, Manusia dan Keharusan Mencari Tahu, Jurnal Pelita LPPM Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang Vol. 18. No. 2 Edisi Juli-Desember 2018, diakses pada: http://ejournal.unis.ac.id/index.php/pelita/article/view/50
Ahmad Haromaini, Manusia Makhluq Pembelajar, Jurnal Islamika Fakultas Agama Islam Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang Vol. 12 No. 1 Edisi Januari-Juni 2018, diakses pada hari Selasa 18 Agustus 2020 pada: http://ejournal.unis.ac.id/index.php/ISLAMIKA/article/view/405
Muhammad ibn Ibrahim, Syarh al-Hikam, (Haramain, Indonesia:tt)
Unduhan
File Tambahan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to Rausyan Fikr Universitas Muhammadiyah Tangerang, Indonesia as the publisher of the journal.Rausyan Fikr right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in Rausyan Fikr. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in Rausyan Fikr. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).