PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DI SMP AMANAH KOTA TANGERANG
DOI:
https://doi.org/10.31000/rf.v21i1.14350Abstrak
Skor PISA yang rendah serta fenomena learning loss akibat pandemi adalah beberapa permasalahan yang dihadapi pendidikan di Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan Kurikulum Merdeka pada pembelajaran PAI di SMP Amanah serta mengetahui persepsi pendidik terkait penerapan kurikulum tersebut. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi yang kemudian dianalisis dengan menggunakan konsep analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran PAI di SMP Amanah yang menggunakan Kurikulum Merdeka secara umum tidak terlalu berbeda dengan mata pelajaran lainnya baik dari segi perancangan modul, metode ajar, pemanfaatan teknologi, dan penanaman nilai karakter Profil Pelajar Pancasila. Adapun penerapan Kurikulum Merdeka mendapatkan persepsi positif dari para pendidik di SMP Amanah.
Referensi
A. Rosmiaty Aziz. (2016). Ilmu Pendidikan Islam. Yogyakarta: Sibuku.
Adnan Achirudin Saleh. (2018). Pengantar Psikologi. Makassar: Aksara Timur. Gusman Lesmana. (2022). Psikologi Pendidikan Peserta Didik. Medan: Umsu Press. Halid Hanafi, dkk. (2018). Ilmu Pendidikan Islam. Yogyakarta: Deepublish.
Idi Warsah dan Mirzon Daheri. (2021). Psikologi: Suatu Pengantar (Edisi Revisi).
Yogyakarta: Tunas Gemilang Press.
Kemendikbud RI, “Implementasi Kurikulum Merdeka†artikel diakses pada 22 Agustus 2023 dari Detail IKM (kemdikbud.go.id)
Lexy. J. Moleong. (2017) Metode Peneltitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muhamein dan Bulu’K. (2014). Ilmu Pendidikan Islam. Sulawesi Selatan: Read Institute.
Narimawati Umi. (2008) Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif: Teori dan Aplikasi. Bandung: Agung Media.
OECD (2019), PISA 2018 Results (volume: I): What Students Know and Can Do,
OECD Publishing, Paris, https://doi.org/10.1787/5f07c754-en
OECD (2019), PISA 2018 Results (volume: II): Where All Students Can Succeed,
OECD Publishing, Paris, https://doi.org/10.1787/b5fd1b8f-en
Rahmadi. (2011). Pengantar Metodologi Penelitian. Banjarmasin: Antasari Press. Restu Rahayu, dkk. (2022). “Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah
Penggerak,†Jurnal Basicedu, Vol. 6 No. 4, 6313-6319.
Totok Suprayitno. (2019). Pendidikan di Indonesia: belajar dari hasil PISA 2018.
Project Report. Jakarta: Badan penelitian dan pengembangan.
Wiguna dan Made Adi. (2022). “Langkah Mempercepat Perkembangan Kurikulum Merdeka Belajar,†Edukasi: Jurnal Pendidikan Dasar, Vol. 3 No. 1, 17-26.
Yose Indartia, dkk. (2022). “Relevansi Kurikulum Merdeka Belajar dengan Model Pembelajaran Abad 21 dalam Perkembangan Era Society 5.0,†Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, Vol. 4 No 2.
Zulkifli. (2019). Pengantar Studi Islam. Tangerang: Uwan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to Rausyan Fikr Universitas Muhammadiyah Tangerang, Indonesia as the publisher of the journal.Rausyan Fikr right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material) the work for any purpose, even commercially with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in Rausyan Fikr. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in Rausyan Fikr. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).