REDESAIN KEMASAN PRODUK BRAND ARUTALA COFFEE SEBAGAI MEDIA PENDUKUNG PROMOSI PENJUALAN

Penulis

  • Widya Oktary Setiawardhani Program Studi Desain Komunikasi Desain Universitas Muhammadiyah Tangerang
  • Arief Sulistyo Program Studi Desain Komunikasi Desain Universitas Muhammadiyah Tangerang
  • Chantika Wulandari Program Studi Desain Komunikasi Desain Universitas Muhammadiyah Tangerang

Abstrak

ABSTRAK
Di tengah pesatnya pertumbuhan dan persaingan antar pelaku industri kopi, Arutala Coffee menjadi salah satu brand kopi yang menghadirkan berbagai varian kopi dengan cita rasa khas dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satu peran penting dalam menarik minat konsumen sekaligus membangun citra brand ada pada desain kemasan produk. Penelitian ini bertujuan untuk meredesain kemasan produk kopi Arutala sebagai media pendukung promosi penjualan melalui pendekatan visual komunikasi yang lebih modern dan informatif. Melalui pendekatan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan dengan observasi langsung dan wawancara, lalu dianalisis menggunakan metode SWOT dan semiotika visual untuk mengkaji makna dari elemen-elemen visual kemasan. Hasil perancangan menghasilkan kemasan berbentuk box eksklusif yang memuat 10 varian kopi dalam ukuran kecil 10 gram, dengan visual yang modern, estetik, dan komunikatif. Kemasan baru ini tidak hanya meningkatkan daya tarik visual, tetapi juga menjadi strategi efektif dalam memperkenalkan produk ke pasar yang lebih luas, khususnya konsumen muda.

Kata Kunci : Redesain Kemasan, Komunikasi Visual, Promosi Penjualan, Arutala Coffee.


ABSTRACT
Amid the rapid growth and intense competition in the coffee industry, Arutala Coffee has emerged as a brand that offers various coffee variants with distinctive flavors from different regions of Indonesia. One crucial aspect of attracting consumer interest and building a strong brand image lies in the product’s packaging design. This study aims to redesign Arutala Coffee’s product packaging as a promotional medium by employing a more modern and informative visual communication approach. Using a qualitative descriptive method, data were collected through direct observation and interviews, then analyzed using SWOT analysis and visual semiotics to interpret the meanings behind the packaging’s visual elements. The result is an exclusive, boxshaped package containing ten coffee variants in 10-gram sachets, featuring a modern, aesthetic, and communicative design. This new packaging not only enhances visual appeal but also serves as an effective strategy for introducing the product to a broader market, particularly among younger consumers.


Keywords: Packaging Redesign, Visual Communication, Sales Promotion, Arutala Coffee.

Referensi

Antonius.purwanto@kompas.com, A. P.-. (2025). Mengintip Tren dan Tantangan Bisnis Kopi 2025.

Https://Www.Kompas.Id/Artikel/Mengintip-Tren-Dan-Tantangan-Bisnis-Kopi-2025.

Budi, D., Mushollaeni, W., Yusianto, Y., & Rahmawati, A. (2020). Karakterisasi kopi bubuk robusta

(Coffea canephora) Tulungrejo terfermentasi dengan ragi Saccharomyces cerevisiae. Jurnal

Agroindustri, 10(2), 129–138.

Cahyadi, D. (2023). Diktat Mata Kuliah Metodologi Desain. Program Studi Desain Komunikasi

Visual, Fakultas Seni dan Desain Universitas.

Firmansyah, M. A., & Se, M. (2019). Buku pemasaran produk dan merek. Buku Pemasaran Produk

Dan Merek, August, 336.

Indriana, D. (2011). Ragam alat bantu media pengajaran. Yogyakarta: DIVA press.

Setiawan, N. (2011). Skripsi: Perancangan Corporate Identity PT. Samudera Lintas Timur. Surabaya:

UK Petra.

Tjahjani, N. P., Chairunnisa, A., & Handayani, H. (2021). ANALISIS PERBEDAAN KADAR

KAFEIN PADA KOPI BUBUK HITAM DAN KOPI BUBUK PUTIH INSTAN SECARA

SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis. Cendekia Journal of Pharmacy, 5(1), 52–62.

Tjipto. (2019). Desain Grafis Kemasan UMKM_s-d_Bab III_Sudjadi Tjipto R.

Tjiptono, F. (1997). Strategi Pemasaran.: Andi Yogyakarta.

Wibowo, I. T. (2013). Belajar Desain Grafis. Yogyakarta: Buku Pintar.

Diterbitkan

2025-12-09