Pajak, Dana Bagi Hasil Pajak Dan Pembangunan Daerah Di Indonesia

Nur Farida Liyana, Gusti Ayu Indah Ratnasari, Eko Susanto

Abstract


Adanya otonomi daerah yang memberi wewenang lebih besar kepada daerah untuk melakukan pemungutan pajak daerah ternyata belum cukup mampu untuk menutup anggaran belanja daerah. Untuk itu pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan Dana Bagi Hasil Pajak yang diharapkan dapat menjadikan pemerataan kesejahteraan dengan memainkan fungsi pajak sebagai redistribusi pendapatan. Salah satu indikator kesejahteraan masyarakat adalah Indeks Pembangunan Manusia. Pada penelitian ini dilakukan analisis mengenai pengaruh DBH Pajak terhadap IPM dimana data diambil dari 34 provinsi selama 5 (lima) tahun yaitu 2017 sampai dengan 2021. Dengan variabel terikat adalah IPM dan variabel bebas DBH pajak, DAK fisik, DAK non fisik dan jumlah penduduk diperoleh hasil regresi data panel dengan model terbaik fixed effect model. Peran pajak yang diwakili oleh variabel Dana Bagi Hasil Pajak ternyata memiliki pengaruh positif terhadap Indeks Pembangunan Manusia meskipun memang hasil menunjukkan tidak signifikan secara statistik. Selanjutnya pemberian Dana Alokasi Khusus Fisik dan Non Fisik ternyata memberikan dampak yang berbeda terhadap IPM. DAK Fisik memiliki pengaruh negative terhadap IPM berbeda dengan DAK Non Fisik yang memiliki pengaruh positif terhadap IPM.


Keywords


pajak, dana bagi hasil pajak, indeks pembangunan manusia

Full Text:

PDF

References


Alvan, A. (2009). Forging a link between human development and income inequality: cross-country evidence. Review of Social, Economic & Business Studies, 7(8), 31-43.

Arisman, A. (2018). Determinant of human development index in ASEAN countries. Signifikan, 7(1), 113-122.

Badan Pusat Statistik. (2021). Indeks Pembangunan Manusia 2021.

Butar, R. S. B., & Rahmanta, M. (2021). DETERMINANT ANALYSIS OF HUMAN DEVELOPMENT INDEX IN OF NORTH SUMATERA PROVINCE. Quantitative Economics Journal, 8(1), 83-98.

Cahill, M. B. (2005). Is the human development index redundant?. Eastern Economic Journal, 31(1), 1-5.

Castells‐Quintana, D., Royuela, V., & Thiel, F. (2019). Inequality and sustainable development: Insights from an analysis of the human development index. Sustainable Development, 27(3), 448-460.

Grimm, M., Harttgen, K., Klasen, S., & Misselhorn, M. (2008). A human development index by income groups. World development, 36(12), 2527-2546.

Harahap, R. U. (2017). Pengaruh dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dan dana bagi hasil terhadap indeks pembangunan manusia pada kab./kota propinsi Sumatera Utara. KITABAH: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Syariah, 1(1).

Hicks, D. A. (1997). The inequality-adjusted human development index: a constructive proposal. World development, 25(8), 1283-1298.

Kementerian Keuangan. (2022). Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Kiha, E. K., Seran, S., & Lau, H. T. (2021). Pengaruh jumlah penduduk, pengangguran, dan kemiskinan terhadap indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Belu. Jurnal Ekonomi, Sosial & Humaniora, 2(07), 60-84.

Lestari, D. (2022). Ketimpangan indek pembangunan manusia di Indonesia [Thesis]. UIN Walosongo Semarang.

McGillivray, M. (1991). The human development index: Yet another redundant composite development indicator?. World development, 19(10), 1461-1468.

Noorbakhsh, F. (1998). The human development index: some technical issues and alternative indices. Journal of International Development: The Journal of the Development Studies Association, 10(5), 589-605.

Nurmainah, S. (2013). Analisis pengaruh belanja modal pemerintah daerah, tenaga kerja terserap dan indeks pembangunan manusia terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan (studi kasus 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah). Jurnal Bisnis dan Ekonomi, 20(2).

Oladapo, I. A., & Ab Rahman, A. (2016). Re-counting the determinant factors of human development: a review of the literature. Humanomics, 32(2), 205 – 226.

Patadang, T. M., Rotinsulu, T. O., & Rorong, I. P. F. (2021). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Minahasa Tenggara Dengan Pengeluaran Di Bidang Kesehatan Sebagai Variabel Intervening. JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH, 22(2), 132-149.

Putra, P. G. M., & Ulupui, I. G. K. A. (2015). Pendapatan Asli Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Untuk Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia. E-Jurnal Akuntansi, 11(3), 863-877.

Sagar, A. D., & Najam, A. (1998). The human development index: a critical review. Ecological economics, 25(3), 249-264.

Saunders, M., Lewis, P., & Thornhill, A. (2019). Research methods for business students. Pearson Education.

Setiawan, M. B., & Hakim, A. (2013). Indeks pembangunan manusia Indonesia. Jurnal Economia, 9(1), 18-26.

Shah, S. (2016). Determinants of human development index: A cross-country empirical analysis. MPRA Paper No. 73759.

Stanton, E. A. (2007). The human development index: A history. PERI Working Papers, 85.

Widarwanto, A. (2015). Pengaruh DAU, DAK, DBH dan DBK terhadap IPM di Sumatera Utara [Thesis]. Universitas Sumatera Utara.

Williantara, G. F., & Budiasih, I. G. A. N. (2016). Pengaruh pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dan dana bagi hasil pada indeks pembangunan manusia. E-Jurnal Akuntansi, 16(3), 2044-2070.

Zgheib, P. W., Ahmed, Z. U., Beldona, S., & Gebara, V. (2006). The impact of population growth on Human Development Index. World Review of Science Technology and Sustainable Development, 3(3), 258 – 269.




DOI: http://dx.doi.org/10.31000/bvaj.v6i2.7328

Article Metrics

Abstract - 659 PDF - 443

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal ini telah terindeks dalam:


googleGaruda crossref dimention


 

 

Balance Vocation Accounting Journal is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0

View BVAJ Stats