Analisa Pengaruh Non Performing Loan Terhadap Loan to Deposit Ratio Pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
DOI:
https://doi.org/10.31000/competitive.v1i2.209Abstrak
PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., adalah perusahaan BUMN yang bergerak di bidang jasa perbankan yang fokus pada pembiayaan perumahan. Sejak tahun 1974, Bank BTN ditunjuk oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai sebagai satu-satunya institusi yang menyalurkan KPR bagi golongan masyarakat menengah kebawah. Masifnya ekspansi kredit perumahan (KPR) yang dilakukan oleh Bank BTN dalam rangka mendukung program Pemerintah menimbulkan risiko kredit yang tercermin dalam rasio non performing loan. Dalam penelitian ini, difokuskan pada aspek non performing loan terhadap loan to deposit ratio. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode penelitian deskriptif dengan menggunakan uji statistik. Hasil penelitian yaitu, bahwa uji koefisen korelasi dan koefisien determinasi diperoleh nilai r = -0,41, maka diperoleh korelasi negatif atau berlawanan, hal ini berarti jika terjadi kenaikan pada non performing loan maka loan to deposit ratio akan turun dan sebaliknya. Nilai -0,41 menunjukkan keeratan hubungan antara variabel X dan Y sedang dan negatif. Dengan demikian non performing loan memiliki hubungan sedang dan negatif terhadap loan to deposit ratio. Hasil koefisien determinasi menunjukkan nilai sebesar 16,81% yang berarti besarnya sumbangan non performing loan hanya memberikan pengaruh terhadap loan to deposit ratio sebesar 16,81% sedangkan sisanya sebesar 83,19% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya yang tidak diteliti pada penelitian ini
Referensi
Bank Indonesia. 2011. Peraturan Bank Indonesia No.13/1/PBI/2011 Tertanggal 05 Januari 2011 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum.
Dajan, Anto. 2001. Pengantar Metode Statistik. Jilid I & II, Pustaka LP3S, Jakarta.
Judisseno, Rimsky K. 2002. Sistem Moneter dan Perbankan di Indonesia. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Kashmir. 2001. Bank & Lembaga Keuangan Lainnya. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Kashmir. 2008. Manajemen Perbankan. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta
Otoritas Jasa Keuangan. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.8/POJK.03/2014 Tertanggal 11 Juni 2014 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah
Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Bisnis. Cetakan Ketujuh. CV. Alfabeta, Bandung.
Sukirno, Sadono. 2004. Makroekonomi Teori Pengantar. PT. Rajawali Press. Jakarta.
Supranto, J. 2002. Teori dan Aplikasi Statistik. Penerbit Erlangga, Jakarta.
Website Bank BTN : www.btn.co.id
Website Properti Bank BTN : www.btnproperti.co.id
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Â
The authors who publish in this journal agree to the following terms:
Â
The authors retain copyright and grant the journal the right of first publication, with the work simultaneously licensed under a Lisensi Atribusi Creative Commons (CC BY) that allows others to share the work with acknowledgment of the work’s authorship and its initial publication in this journal.
Â
Authors may enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (for example, posting it to an institutional repository or publishing it in a book), with acknowledgment of its initial publication in this journal.
Â
Authors are permitted and encouraged to post their work online (for example, in institutional repositories or on their personal websites) prior to and during the submission process, as this can lead to productive exchanges as well as earlier and greater citation of the published work (see The Pengaruh Akses Terbuka ).
Â
The Competitive Journal of Accounting and Finance applies the CC-BY-SA license or its equivalent as the optimal license for the publication, distribution, use, and reuse of scholarly works.
Â
In developing strategies and setting priorities, the Competitive Journal of Accounting and Finance of Muhammadiyah University of Tangerang recognizes that free access is better than paid access, gratis access is better than restricted access, and libre under CC-BY-SA or its equivalent is better than libre under more restrictive open licenses. We must achieve what we can when we can. We must not delay achieving freedom in order to reach libre, and we must not stop at freedom when we can achieve libre.