KRITIK SOSIAL DALAM PUISI ESAI “KUDENGAR KOTA ITU TERPELAJAR (JARIK SIMBOK)†KARYA ANA RATRI WAHYUNI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN SASTRA INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.31000/cpu.v0i0.13058Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan muatan kritik sosial sebagai reaksi terhadap kondisi kesenjangan sosial dalam puisi esai “Kudengar Kota Itu Terpelajar (Jarik Simbok)†Karya Ana Ratri Wahyuni. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode uraian secara deskriptif. Untuk melakukan analisis, teori sosiologi sastra digunakan dalam penelitian ini, khususnya seputar kritik sosial dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kritik terhadap kesenjangan sosial antara daerah kota dan daerah desa yang mempengaruhi perspektif masyarakat, termasuk dalam pekerjaan dan peluang mendapatkan taraf hidup yang sejahtera. Selain itu, muatan kritik sosial dalam puisi esai tersebut dapat diimplikasikan dalam pembelajaran sastra Indonesia sebagai amanat dan merefleksikannya ke dalam kehidupan nyata.References
Ali, D. J. (2012). Atas Nama Cinta. Renebook.
Adriansyah, R., & Agustiani, T. (2020). Representasi Konteks Sejarah dalam Puisi Esai Mata Luka Sengkon
Karta. Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(1), 53-66.
Bastian, A., Baruadi, M. K., & Didipu, H. (2023). Kritik Sosial Melalui Wacana Kritis pada Puisi Esai Mata Luka
Sengkon Karta. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, 9(1), 49-56.
Damono, S. D. (1978). Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas. Pusat Pembinaan dan Pengembangan
Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Ghozali, A. S., & Christomy, T. (2023). “The Narrative Of Excommunication And Presence Of The Ghost
Character In The Novel Haniyah Dan Ala Di Rumah Teteruga By Erni Aladjaiâ€. International Review of
Humanities Studies, 7(1): 1-12.
Ghozali, A. S., Gustianti, A., Nurhillal, Z., & Gumilar, Y. (2023). “MARGINALIZATION OF THE MAIN
CHARACTER AS A WOMAN IN THE NOVEL "BEKISAR MERAH" BY AHMAD TOHARIâ€. Proceeding
International Conference on Child Education, 1(2), 541–549.
Ghozali, A. S. (2023). “Kritik Pengarang terhadap Penyimpangan Tradisi Tengka dalam Cerita Pendekâ€.
Referen 2(2): 121-131.
Gischa, S. (2020). “Ketimpangan Sosial: Pegertian, Bentuk, dan Faktornyaâ€. kompas.com. Diakses pada
tanggal
Juli
melalui
https://www.kompas.com/skola/read/2020/01/22/140000469/ketimpangan-sosial-pengertian
bentuk-dan-faktornya
Irmayani, N., & Andriani, A. (2021). Analisis Kritik Sosial Kepada Kontraktor dan Masyarakat dalam Puisi
Esai “Aborsi di Palippis†Karya Syuman Saeha. Pepatudzu, 17(1), 47-61.
Moleong, L. J. (2011). Metodologi Penelitian Kualitatif. Rosdakarya.
Rahmadi, P. (2021). Perspektif Makna Cinta dalam Kumpulan Puisi Esai Atas Nama Cinta Karya Denny JA.
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education, 3(2), 172-184.
Putri, W. R., Setiawan, B., & Suryanto, E. KAJIAN STILISTIKA DAN NILAI MORAL DALAM PUISI ESAI MATA
LUKA SENGKON KARTA SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR TEKS PUISI DI SMA.
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 12(1).
Ratna, N. K. R. (2007). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Pustaka Pelajar.
Sudarto. (1995). Metodologi Penelitian Filsafat. Bumi Aksara.
Wahyuni, A. R. (2018). “Kudengar Kota Itu Terpelajar (Jarik Simbok)â€. dalam Di Balik Lipatan Waktu. Cerah
Budaya Indonesia.