EKOLOGI SASTRA DALAM KOMIK CERITA RAKYAT “HILANGNYA DESA TEPENGâ€
DOI:
https://doi.org/10.31000/cpu.v0i0.12421Abstract
Environmental damage is becoming an increasingly serious problem, because more and more natural disasters are occurring due to natural damage. The presence of literary ecology can be used as an educational medium regarding natural damage. The research aims to describe the literary ecology in the folklore comic " Hilangnya Desa Tepeng". This research is qualitative research with a descriptive approach. This research examines by describing the educational value of literary ecology in the folklore comic " Hilangnya Desa Tepeng ". The data for this research are words that contain literary ecology. The data source in this research is the folklore comic " Hilangnya Desa Tepeng ". The data collection technique used was reading and taking notes. Data analysis techniques use data reduction techniques, data presentation and drawing conclusions. The results of this research are the literary ecology that appears in the folklore comic " Hilangnya Desa Tepeng " are namely village guard figures, belief in myths and the supernatural, and natural disasters.References
Amalia, R., dan Tohir, M. (2022). Kearifan Ekologi dalam Cerita Rakyat Semarang Jawa Tengah Asal Mula
Nama Tembalang. Jurnal Humanika. 29 (1) 13-23
Amanat, T. (2019). Cerita Rakyat Paser dan Berau dalam Tinjauan Ekologi Sastra. Jurnal Kandai. 15 (2)
-166
Dewi, N.(2015). Manusia dan Lingkungan dalam Cerpen Indonesia Kontemporer: Analisis Ekokritik
Cerpen Pilihan Kompas. Jurnal Litera, 14 (2) 376-391
Hestiyana. (2021). Kearifan Ekologis dalam Cerita Rakyat Dayak Bakumpai: Kajian Ekokritik. Jurnal
Susastra. 10 (2) 82-91
Novianti, R., Wasana, W., & Rosa, S. (2020). Refleksi Lingkungan dalam Kumpulan Cerpen Hikayat Bujang
Jilatang Karya Afri Meldam (Tinjauan Ekokritik Sastra). Jurnal Elektronik Wacana Etnik, 9(1) 40-54.
Rahman, H., dan Sanjaya, A. T. (2024). Kearifan Ekologi dalam Novel Bara Karya Febrialdi R. Sebagai
Pemahaman Nilai Pendidikan Lingkungan. Jurnal Lingua Rima. 13 (2) 134-143
Ramadhani, A. M., Puspitasari, M., dan Hidayati, A. N. (2023). Hubungan Alam dan Manusia dalam Cerita
Rakyat Kisah Si Pego Karya Dwi Haryanto (Kajian Ekologi Sastra). Jurnal Diksa:Jurnal Pendidikan
Bahasa dan Sastra Indonesia. 9 (2) 129-139
Rizal, M., Adzhani, S. A., dan Adila, W. (2022). Kearifan Ekologis dalam CeritaRakyat Kalimantan Tengan:
Kajian Ekokritik. Jurnal Suar Betang. 17 (2) 151-160
Sihombing, L. (2024). Kajian Ekologi Sastra Lisan dalam Cerita Rakyat Aek Sipanggolu di Kabupaten
Humbang Hasundutan. Jurnal Bahasa Daerah Indonesia. 1 (1) 1-7
Sitohang, A., Nurhasanah, E., dan Triyadi, S. (2021). Analisis Ekokritik dalam Novel Kekal Karya Jalu
Kencana. Jurnal Metamorfosa, 9 (2) 141-158.
Sumarwati, Sukarno, & Anindyarini, A. (2021). The Effect of Folktale-Base Comics on Traditional
Ecological Knowladgw Literacy about Non-rice Food Security. International Journal of Instruction. 14
(3) 981-988.
Vasileva, P. & Golubev, V. (2019). Eco-comics As An Educational Tool for Teaching Environmental
Journalism and ESP. The Journal of Teaching English for Specific and Academic Purposes. 7 (4) 431-