EKSPLORASI SOSIAL DAN BUDAYA DALAM FILM "SANG PENARI"
DOI:
https://doi.org/10.31000/cpu.v0i0.12413Abstrak
This research aims to find out the social and cultural representation in the film "The Dancer". The film "The Dancer" which is an adaptation of the novel "Ronggeng Dukuh Paruk" by Ahmad Tohari. The film features the story of the life of a rural community in Indonesia in the 1960s with a focus on the main character, Srintil, a ronggeng. This study analyzes the social and cultural representations presented in the film, as well as its impact on the audience's perception of Indonesia's history and culture. This analysis uses a qualitative approach with text study methods and narrative analysis.Referensi
Tohari, A. (2003). Ronggeng Dukuh Paruk. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Isfansyah, I. (2011). Sang Penari. [Film]. Indonesia: Salto Films.
Mariani, L. (2013). "Representasi Budaya dalam Film Indonesia Kontemporer." Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik, 17(1), 54-68.
Setiawan, I. (2012). "Perempuan dan Kekuasaan dalam Film Indonesia." Jurnal Perempuan, 78, 21-36.
Tohari, A. (1982). Ronggeng Dukuh Paruk. Jakarta: Balai Pustaka. Novel trilogi yang menjadi dasar
adaptasi film "Sang Penari".
Isfansyah, I. (Director). (2011). Sang Penari [Film]. Salto Films. Film yang diadaptasi dari novel "Ronggeng
Dukuh Paruk".
Arps, B. (1992). Tembang in Two Traditions: Performance and Interpretation of Javanese Literature.
London: School of Oriental and African Studies, University of London. Buku tentang tradisi sastra dan
performa Jawa, termasuk tradisi ronggeng.
Hatley, B. (1994). Performance and the State in Java: Historical and Contemporary Perspectives. Clayton:
Monash University Press. Buku yang mengeksplorasi hubungan antara seni pertunjukan dan politik
di Jawa.
Biran, M. S. (2009). Sejarah Film 1900-1950: Bikin Film di Jawa. Jakarta: Komunitas Bamboo. Buku yang
membahas sejarah film di Indonesia, termasuk masa-masa awal sinema Indonesia.
Lindsay, J. (1995). Javanese Gamelan: Traditional Orchestra of Indonesia. New York: Oxford University
Press. Buku tentang gamelan Jawa yang sering mengiringi pertunjukan ronggeng.
Siegel, J. T. (1986). Solo in the New Order: Language and Hierarchy in an Indonesian City. Princeton:
Princeton University Press. Studi etnografis tentang kota Solo dan perubahan sosial-budayanya,
relevan untuk memahami konteks budaya Jawa.
Sears, L. J. (1996). Shadows of Empire: Colonial Discourse and Javanese Tales. Durham: Duke University
Press. Analisis tentang pengaruh kolonialisme pada budaya Jawa.
Hoadley, M. C. (1999). Javanese, Sundanese, and Madurese: Regional Literature and Religion in Central Java,
-1850. Leiden: KITLV Press. Buku tentang sastra dan agama di Jawa, memberikan konteks
historis untuk tradisi seperti ronggeng.
Keeler, W. (1987). Javanese Shadow Plays, Javanese Selves. Princeton: Princeton University Press. Buku
tentang wayang kulit dan identitas Jawa, membantu memahami seni pertunjukan Jawa secara
keseluruhan.
Becker, A. L. (1979). Beyond Translation: Essays Toward a Modern Philology. Ann Arbor: University of
Michigan Press. Koleksi esai tentang penerjemahan dan interpretasi budaya, termasuk budaya Jawa.
Heider, K. G. (1991). Indonesian Cinema: National Culture on Screen. Honolulu: University of Hawaii Press.
Buku tentang sinema Indonesia, termasuk analisis film-film yang mengangkat tema budaya.
Mrázek, R. (2002). Engineers of Happy Land: Technology and Nationalism in a Colony. Princeton: Princeton
University Press. Studi tentang hubungan teknologi, kolonialisme, dan nasionalisme di Indonesia.
Tsing, A. L. (2005). Friction: An Ethnography of Global Connection. Princeton: Princeton University Press.
Buku tentang globalisasi dan interaksi budaya, relevan untuk memahami perubahan sosial di desadesa Indonesia.
Clark, M. C., & Pietsch, J. (2014). Indonesia-Malaysia Relations: Cultural Heritage, Politics and Labour
Migration. New York: Routledge. Buku tentang hubungan Indonesia-Malaysia, termasuk aspek
budaya dan migrasi tenaga kerja.