ANALISIS PENGETAHUAN MASYARAKAT DAN BIDAN BPM TERHADAP PENGEMBANGAN LAYANAN KEBIDANAN KOMPLEMENTER TERINTEGRASI DI KABUPATEN TANGERANG PROVINSI BANTEN
DOI:
https://doi.org/10.31000/imj.v3i2.3060Abstrak
Paradigma pelayanan kesehatan termasuk pelayanan kebidanan tengah mengalami pergeseran, perkembangan yang jelas terlihat adalah terjadinya kombinasi pelayanan kebidanan yang sipatnya konvensional dan komplementer, Praktek kebidanan komplementer telah menjadi bagian penting dari praktek kebidanan yang ada saat sekarang ini. Kondisi ini menjadi fenomena tersendiri untuk dilakukan pengamatan dan penelitian lebih lanjut. Tujuan, Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan dan tingkat pengetahuan masyarakat dan Bidan Praktek Mandiri (BPM) dalam pelaksanaan dan pengembangan layanan kebidanan komplementer terintegrasi di Kabupaten Tangerang. Metode,Penelitian menggunakan metode survey, melalui tahap persiapan, pengumpulan data, pengolahan dan reduksi data serta analisis hasil. Subyek penelitian masyarakat dan bidan yang melakukan praktik. Sampel diambil melalui teknik purposive sampling. Data kuanti dalam tabel distribusi frekuensi dan data kuali disajikan model interactive. Hasil, Layanan Kebidanan komplementer telah dilakukan oleh 46,7% bidan dengan 42,9% rentang usia antara 26-41 tahun, 31,4% berpendidikan D3 Kebidanan dan 34,3% telah menjalankan praktek layanan komplementer kurang dari 10 tahun. Tingkat pengetahuan bidan rata-rata sebesar 1,72 dan tingkat pengetahuan masyarakat rata-rata 1,47, hasil uji corellasi 0,524 dengan sign 0,000 menunjukan hubungan positip dan signifikan, nilai probabilitas 0,000 < 0,05 dalam kaitan ini secara nyata ada perbedaan antara tingkat pengetahunan bidan dan masyarakat terhadap pengembangan layanan kebidanan komplementer, layanan kebidanan komplementer dominan di Kabupaten Tangerang adalah pijat, yoga dan hypnotheraphy.Referensi
Harding, Debbie & Fourier, Maralyn.
New Zealand and
Canadian Midwives’ Use of
Complementary and
Alternative Therapy: New
Zealand College of
Midwives, Journal 40, Ed:
April 2009.
Indarto AS S.Pd M Kes, 2016, Herbal
dan terapi komplementer
sebagai produk inovasi
dalam pelayanan kebidanan ,
Jurusan Jamu Politeknik
Kesehatan Surakarta
Inggar Ratna Kusuma,2018 Asuhan
Kebidanan Komplementer
Pada Perawatan Bayi Baru
Lahir (Studi Kualitatif)
Complementary Cares on
Midwifery in new baby born
( Qualitative Study) Jurnal
Kesehatan Al-Irsyad (JKA),
Vol. XI, No. 1. Maret 2018
KepMenKes No
/MenKes/SK/IX/1993
pasal 1 butir 1 tentang
penyelenggaraan Program
Pendidikan Bidan
KepPres No 23 tahun 1994 Pasal 1 butir
tentang pengangkatan
bidan sebagai pegawai tidak
tetap berbunyi: "Bidan adalah seseorang yang telah
mengikuti Program
Pendidikan Bidan dan telah
lulus ujian sesuai dengan
persyaratan yang berlaku".
KepMenKes RI
No.900/MenKes/SK/2000
tentang registrasi dan praktek
bidan, pada pasal 1 ayat 1.
Koc Z, Topatan S, Saqlam Z. 2012. Use
and attitudes complementary
and alternative medicine
among midwife in Turkey.
European Journal of
Obstetric&Gynecology and
Reproductive Biology
Volume 160, Issue 2, Pages
-136, February 2012
Kostania,Gita 2015, Pelaksanaan
Pelayanan Kebidanan
Komplementer Pada Bidan
Praktek Mandiri Di
Kabupaten Klaten. GASTER
Vol. XII No. 1 Februari 2015
Lampiran KepMenKes No
/MenKes/SK/VIII/1994
tentang petunjuk teknis
pelaksanaan pengangkatan
bidan sebagai pegawai tidak
tetap, pada pendahuluan butir
c dan pengertian organisasi.
Lestari Puji Astuti,dkk 2017 Peran Dan
Fungsi Bidan Dalam
Pelaksanaan Informed
Consent Pada Kegawat
Daruratan Obstetri Di
Puskesmas Program Studi D
IV Kebidanan STIKES
Karya Husada Semarang
Moleong. 2013. Metodologi Penelitian
Kualitatif, Edisi Revisi.
Bandung: PT.Remaja Rosdakarya.
Notoatmodjo, Soekidjo. 2012.
Metodologi Penelitian
Kesehatan. Jakarta: Rineka
Cipta.
PerMenKes No
/MenKes/Per/VI/1996
pasal 1 ayat 1 tentang
registrasi dan praktek bidan.
Peraturan Menteri Kesehatan RI No:
/Menkes/Per/IX/2007
tentang Jenis-Jenis Terapi
Komplementer.
Peraturan Menteri Kesehatan RI, No. :
/Menkes/Per/IX/2007
tentang penyelenggaraan
pengobatan komplementeralternatif di fasilitas
pelayanan kesehatan
Purwanto,Budi 2013, Herbal dan
Keperawatan Komplementer
( Teori, Praktik, Hukum
dalam Asuhan
Keperawatan), Yogyakarta :
Nuha Medika.
Putri,Anggita,Kompasiana Apa-itu-ilmudan-apa-itu-pengetahuan
www.kompasiana.com
diakses pada tanggal 7
September 2018
.
Ridwan, Mailisna 2017, Perbedaan
Terapi Back Massage dan
Akupresur Terhadap
Kualitas Tidur Pasien
Hemodialisa di Rumah Sakit
Umum Daerah Langsa, Tesis
Pascasarjana USU 2017
Stanhope, M. & Lancaster, J. (2004).
Community & public health
nursing. 6th ed. St. Louis:
Mosby Inc.
Soerjono Soekanto . 2007, Sosiologi :
suatu pengantarJakarta : Raja
Grafindo Persada, Jakarta.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian
Kualitatif dan R&D.
Bandung: CV.Alfabeta.
Samuel N, Zisk-Rony RT, Singer SR, et
al. 2010. Use of and attitudes
toward complementary and
alternative medicine among
nurse-midwife in Israel:
Am.J Obstet Gynecol
;203:341.e1-7
Sugiyono. 2013. Memahami Penelitian
Kualitatif. Bandung:
CV.Alfabeta.
Singgih Santoso, 2014 Menguasai
Statistik Non Parametric,
Elek Media Computindo
Jakarta
Widyatuti,2008 Terapi Komplementer
Dalam Keperawatan, Jurnal
Keperawatan Indonesia,
Volume 12, No. 1, Maret
; hal 53-57
World Health Organization. (2012). The
health of indigenous peoples.
Retrieved from
ntre/factshe
ets/fs326/en/index.html di
akses pada Tanggal 7
September 2018 Jam 10: 24.