HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI RSUD TANGERANG

Murni Lestari, Siti Mardhatillah Musa

Abstract


Ketuban Pecah Dini merupakan salah satu penyulit dalam kehamilan dan persalinan yang berperan dalam meningkatkan morbiditas dan mortalitas pada ibu dan janin yang dapat disebakan karena adanya infeksi,perdarahan,partus lama. Ketuban Pecah Dini merupakan masalah yang masih kontroversial dalam kebidanan. Penanganan yang optimal dan yang baku belum ada bahkan selalu berubah.. Tujuan untuk mengetahui hubungan umur dan paritas dengan kejadian ketuban pecah dini di RSUD Tangerang periode Tahun 2021. Penelitian bersifat Deskritif pendekatan secara cross sectional untuk melihat hubungan umur dan paritas dengan kejadian ketuban pecah dini. Sampel yaitu 95 ibu bersalin, pengambilan sampel dengan systematic random sampling (pengambilan sampel secara acak sistematis). Hasil didapatkan P Value 0,018, nilai P Value < alpha. Maka dapat disimpulkan ada hubungan antara KPD dengan umur di RSUD Tangerang. ibu bersalin yang mengalami ketuban pecah dini sebanyak 46 orang (48,4%) dan yang tidak mengalami ketuban pecah dini sebanyak 49 orang (51,6%). Berdasarkan umur ibu bersalin, umur ibu <20 tahun dan >35 tahun sebanyak 35 orang (36,8%) dan umur ibu 20 – 35 tahun sebanyak 60 orang (63,2%). Berdasarkan paritas ibu bersalin, pada paritas primipara sebanyak 34 orang (35,8%) dan pada paritas multipara dan grandemalte 61 orang (64,2%).

Full Text:

PDF

References


Budiarto E., 2009. Biostatistika Untuk

Kedokteran dan Kesehatan

Masyarakat.Jakarta: EGC.

Cengkunek, 2009. Penyakit paling mematikan.

http://cengkunek.blogdetik.com/2009/0

/02/10-penyakit-paling-mematikan.

(11 Agustus 2011)

Departemen Pendidikan Nasional, 2010.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi

Ketiga. Jakarta. Hal. 1099

Dharma, S., 2008. Strategi Pembelajaran dan

Pemilihannya. Depdiknas: Jakarta.

Hal.13-5

Fitriani S., 2011. Promosi Kesehatan.

Yogyakarta: Graha Ilmu. Hal: 91

Ismawati dkk, Cahyo, 2010. Posyandu dan

Desa Siaga.Yogyakarta: Nuha

Medika.

Kusyati, Eni. 2012. Pengaruh Pendidikan

Kesehatan tentang Posyandu Usila

terhadap Keaktifan Kader

Kesehatan.Skripsi

Mansjoer, Arif M., 2005.Kapita Selekta

Kedokteran.Jakarta: Media

Aesculapius

Mubarak, Bambang Adi Santoso, Khoirul Rozikin dan Siti Patonah., 2006. Ilmu

Keperawatan Komunitas. Erlangga:

Jakarta

Notoatmodjo, S., 2002. Metodologi Penelitian

Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Ilmu Kesehatan Masyarakat.

Jakarta: Rineka Cipta. Hal: 74-8

Promosi Kesehatan dan Ilmu

Perilaku. Rineka Cipta: Jakarta. Hal.

-65

Nugrahini, 2017.Persalinan : Yogyakarta

Nursalam, 2008. Konsep dan Penerapan

Metodologi Penelitian Ilmu

Keperawatan. Jakarta: Salemba

Medika.

Putri, Alissa, 2009. Tetap Sehat di Usia

Lanjut. Yogyakarta: Genius Printika.

Riwidikdo H., 2009. Statistik untuk Penelitian

Kesehatan dengan Aplikasi Program

R dan SPSS. Yogyakarta: Pustaka

Rihama.

Sanjaya Wina, 2008. Strategi Pembelajaran

Berorientasi Standar Proses

Pendidikan. Prenada Media Group:

Jakarta.

Statistik Indonesia, 2007. Angka Harapan

Hidup.http://www.datastatistikindonesia.com. (11 Agustus 2011)

Taufiqurrahman MA., 2008. Pengantar

Metodologi Penelitian Untuk IlmuKesehatan.

Surakarta: LPP UNS dan UNS Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.31000/imj.v5i1.6023

Article Metrics

Abstract - 245 PDF - 173

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.31000/imj.v5i1.6023.g3116

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indonesian Midwifery Journal Indexed By

googleGarudacrossref   dimentionbase