HUBUNGAN REGULASI EMOSI DENGAN INTENSITAS NYERI DISMENORE PRIMER DI SMA NEGERI 7 TANGERANG
DOI:
https://doi.org/10.31000/imj.v5i1.6009Abstract
Masa remaja merupakan suatu masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa yang berjalan antar umur 12-21 tahun dan ditandai dengan adanya perubahan aspek fisik, psikis dan psikosoial. Tidak dapat disangkal bahwa masa remaja awal merupakan suatu masa dimana fluktuasi emosi (naik dan turun) berlangsung lebih sering. Regulasi emosi sendiri lebih pada pencapaian keseimbangan emosional yang dilakukan oleh seseorang baik melalui sikap atau perilakunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan nyeri haid (dismenore) pada remaja. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel 134 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dan uji analisis data menggunakan uji chi square. Hasil uji statistik chi square menunjukkan terdapat hubungan antara regulasi emosi dengan intensitas nyeri dismenore primer di SMA Negeri 7 Tangerang dengan nilai p value = 0,045 (p value < a 0,05). Diharapkan pihak sekolah lebih meningkatkan bimbingan konseling terutama mengenai emosi pada siswi yang sedang mengalami nyeri haid dan bimbingan kesehatan jasmani di bidang olahraga untuk melakukan peregangan dalam mengatasi masalah nyeri haid yang diketahui tingginya angka kejadian nyeri haid di tempat tersebut.References
Anggraini. (2018). Efektifitas Mirror Therapy
Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot
Pada Pasien Post stroke. Jurnal Ilmu
Keperewatan Medikal Bedah vol.4 (1),
Bulan Mei tahun, 3. ISSN 2338-2058,
ISSN 2621-2986.
Arista Maisyaroh et.al. (2020). Efektivitas Mirror
Therapy Terhadap Peningkatan
Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke.
Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah.
Vol.4 (1), Bulan Mei, Hal.12-24 ISSN
-2058. ISSN 2621-2921-2986.
Asrijal Bakri, F. I. (2020). Pengaruh Pendidikan
Kesehatan Tentang Perawatan Pasien
Stroke Di rumah Terhadap Tingkat
Pengetahuan Keluarga. Jurnal Ilmiah
Kesehatan Sandi Husada. https://akpersandikarsa,e-jounal.id/JIKSH. Vol. 11
No.1 Juni. pp;372-378, 3.
Asnil et al. (2021). Pengaruh Mirror Therapy
Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien
Stroke. Nursing Scientific Jurnal Vol.5
No.2 April.
Colomer et.al .(2016). Mirror Therapy In Chronic
Stroke Survivors With Severely Impaired
Upper Limb Function : A Randomized
controller trial, edizoni minerva medica,52 (3),
pp.271-278.
Diah Mutiarasari.(2019). Ichemic Stroke : Symptsom, Risk
Factor, And Prevention .Medika Tadulako, Jurnal
Ilmiah Kedokteran.Vol. 6.4 Januari.
David et al. (2019). Pengaruh Mirror Therapy Terhadap
Kekuatan Otot Ekstermitas Pada Pasien Stroke.
Jurnal kesehatan masyarakat Stikes Cendekia
Utama Kudus P-ISSN 2338-6347 E-ISSN 2580-
X Vol.7 No.1 Februari.
Feri Agusman et.al. (2017). Pengaruh Mirror Therapy
Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pasien
Stroke Non Hemoragik. ISSN2503-088. Vol.4
No.1 Juni.
Machyono et.al. (2018). Efektivitas Terapi Cermin
Terhadap Perbaikan Motorik Lengan Pasien
Stroke Iskemik Akut. Vol.35.No 2 Maret.
Hermanto et.al.(2019). Efektivitas Mirror Therapy
Integrasi Dengan Rom Pada Ekstremitas Atas Dan
Bawah Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot
Pasien Stroke. Proceeding of Sari Mulia
University Nursing Nasional Seminar.
Istianah et al, (2020) Efektifitas Mirror Therapy terhadap
Kekuatan Otot dan Status Fungsional Pasien
Stroke Non Hemoragik. The Indonesien Journal Of
Health Science Yarsi Mataram. Jurusan Ilmu
Keperawatan Vol.12 No 2 Desember.
Lesmana, et. al. (2021). Efektifitas Mirror Therapy
Terhadap Peningkatan Otot Pada Pasien Post
Stroke. Jurnal Ilmu Keperawatan Medikal Bedah
Vol. 4 Bulan Mei Tahun 2021, 3. ISSN 2338.
Riskesdas. (2013). Laporan Riset Kesehatan Dasar
Kemenkes. Jakarta. Diskes www.depkes.go.id/
Resource/ download/general.