HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DI RSUD TANGERANG
DOI:
https://doi.org/10.31000/imj.v5i1.6023Abstract
Ketuban Pecah Dini merupakan salah satu penyulit dalam kehamilan dan persalinan yang berperan dalam meningkatkan morbiditas dan mortalitas pada ibu dan janin yang dapat disebakan karena adanya infeksi,perdarahan,partus lama. Ketuban Pecah Dini merupakan masalah yang masih kontroversial dalam kebidanan. Penanganan yang optimal dan yang baku belum ada bahkan selalu berubah.. Tujuan untuk mengetahui hubungan umur dan paritas dengan kejadian ketuban pecah dini di RSUD Tangerang periode Tahun 2021. Penelitian bersifat Deskritif pendekatan secara cross sectional untuk melihat hubungan umur dan paritas dengan kejadian ketuban pecah dini. Sampel yaitu 95 ibu bersalin, pengambilan sampel dengan systematic random sampling (pengambilan sampel secara acak sistematis). Hasil didapatkan P Value 0,018, nilai P Value < alpha. Maka dapat disimpulkan ada hubungan antara KPD dengan umur di RSUD Tangerang. ibu bersalin yang mengalami ketuban pecah dini sebanyak 46 orang (48,4%) dan yang tidak mengalami ketuban pecah dini sebanyak 49 orang (51,6%). Berdasarkan umur ibu bersalin, umur ibu <20 tahun dan >35 tahun sebanyak 35 orang (36,8%) dan umur ibu 20 – 35 tahun sebanyak 60 orang (63,2%). Berdasarkan paritas ibu bersalin, pada paritas primipara sebanyak 34 orang (35,8%) dan pada paritas multipara dan grandemalte 61 orang (64,2%).References
Budiarto E., 2009. Biostatistika Untuk
Kedokteran dan Kesehatan
Masyarakat.Jakarta: EGC.
Cengkunek, 2009. Penyakit paling mematikan.
http://cengkunek.blogdetik.com/2009/0
/02/10-penyakit-paling-mematikan.
(11 Agustus 2011)
Departemen Pendidikan Nasional, 2010.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi
Ketiga. Jakarta. Hal. 1099
Dharma, S., 2008. Strategi Pembelajaran dan
Pemilihannya. Depdiknas: Jakarta.
Hal.13-5
Fitriani S., 2011. Promosi Kesehatan.
Yogyakarta: Graha Ilmu. Hal: 91
Ismawati dkk, Cahyo, 2010. Posyandu dan
Desa Siaga.Yogyakarta: Nuha
Medika.
Kusyati, Eni. 2012. Pengaruh Pendidikan
Kesehatan tentang Posyandu Usila
terhadap Keaktifan Kader
Kesehatan.Skripsi
Mansjoer, Arif M., 2005.Kapita Selekta
Kedokteran.Jakarta: Media
Aesculapius
Mubarak, Bambang Adi Santoso, Khoirul Rozikin dan Siti Patonah., 2006. Ilmu
Keperawatan Komunitas. Erlangga:
Jakarta
Notoatmodjo, S., 2002. Metodologi Penelitian
Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Jakarta: Rineka Cipta. Hal: 74-8
Promosi Kesehatan dan Ilmu
Perilaku. Rineka Cipta: Jakarta. Hal.
-65
Nugrahini, 2017.Persalinan : Yogyakarta
Nursalam, 2008. Konsep dan Penerapan
Metodologi Penelitian Ilmu
Keperawatan. Jakarta: Salemba
Medika.
Putri, Alissa, 2009. Tetap Sehat di Usia
Lanjut. Yogyakarta: Genius Printika.
Riwidikdo H., 2009. Statistik untuk Penelitian
Kesehatan dengan Aplikasi Program
R dan SPSS. Yogyakarta: Pustaka
Rihama.
Sanjaya Wina, 2008. Strategi Pembelajaran
Berorientasi Standar Proses
Pendidikan. Prenada Media Group:
Jakarta.
Statistik Indonesia, 2007. Angka Harapan
Hidup.http://www.datastatistikindonesia.com. (11 Agustus 2011)
Taufiqurrahman MA., 2008. Pengantar
Metodologi Penelitian Untuk IlmuKesehatan.
Surakarta: LPP UNS dan UNS Press.