HUBUNGAN PARITAS, JARAK KEHAMILAN DAN RIWAYAT PRE EKLAMSIA DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD KAYU AGUNG
DOI:
https://doi.org/10.31000/imj.v6i1.8361Abstract
Bayi dengan berat badan yang rendah merupakan salah satu yang mempunyai kontribusi pada kematian bayi khususnya masa perinatal. Selain itu bayi, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dapat mengakibatkan gangguan mental dan fisik saat tumbuh kembang selanjutnya. Dari data statistic rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah Kayu Agung, pada bulan Januari-Desember 2018 ada 46 orang bayi yang BBLR, pada bulan Januari - Desember 2019 ada 75 orang bayi yang BBLR, Pada Januari s.d. Desember 2020 tercatat 51 orang bayi lahir dengan BBLR dan Pada Januari s.d. Desember 2021 tercatat 67 orang bayi lahir dengan BBLR (Rumah Sakit Umum Daerah Kayu Agung, 2021). Tujuan penelitian ini adalah Ingin mengetahui hubungan antara paritas, jarak kehamilan dan riwayat pre eklamsia secara simultan dengan kejadian berat bayi lahir rendah (BBLR) di Rumah Sakit Umum Daerah Kayu Agung Tahun 2022.Jenis penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan "Cross Sectional" dimana variabel-variabel independen dan variable dependen dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Januari- Maret 2022. Lokasi penelitian dilaksanakan di Medical Record Rumah Sakit Umum Daerah Kayu Agung . Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum yang melahirkan di Rumah Sakit Umum Daerah Kayu Agung mulai bulan Januari – Desember 2021 dengan jumlah populasi yang sebanyak 622 orang ibu bersalin. Sampel penelitian ini adalah ibu-ibu yang melahirkan bayi di Rumah Sakit Umum Daerah Kayu Agung pada bulan Januari - Desember 2021 yang berjumlah 86 orang ibu. Hasil penelitian di peroleh Ada hubungan antara Paritas, Jarak Kehamilan dan Riwayat Pre Eklamsia secara simultan dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di Rumah Sakit Umum Daerah Kayu Agung Tahun 2022. Hasil akhir penelitian disarankan Perlunya peningkatan pelayanan kepada Ibu Post Partum menganjurkan untuk melakukan pencegahan terhadap kejadian BBLR dengan cara ikut serta akseptor KB, penjarangan kelahiran dan makan makanan bergizi bagi ibu hamil untuk pencegahan pre ekalmsia.References
Amalia. (2016). Paritas dan JarakKehamilan
Dengan Kejadian BBLR Di Rumah Sakit.
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory.
Arisandi, D. (2018). Faktor-faktor yang
mempengaruhi kelahiran bayi berat lahir
rendah (BBLR) di Rumah Sakit Sundari
Medan.
Dinas Kesehatan Sumsel. (2021). Profil Kesehatan
Sumatera Selatan.
Dinkes Ogan Komering Ilir. (2021). Profil
Kesehatan Ogan Komering Ilir.
Faadhilah, A. (2020). Hubungan Preeklamsia
dengan kejadian BBLR di RSU Kabupaten
Tangerang Tahun 2018. Jurnal Epidemiologi
Kesehatan Indonesia, 4.
Ferinawati. (2020). Faktor-Faktor Yang
Berhubungan Dengan Kejadian BBLR Di
Puskesmas Jeumpa Kabupaten Bireun. Journal
Health Care Teknologi and Medicine.
Kemenkes RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia
https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/downl
oad/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/ProfilKesehatan-Indonesia-Tahun-2020.pdf
Lestariningsih. (2021). Hubungan pre eklamsia
Dalam kehamilan dengan kejadian BBLR
diRSUD Jendral Ahmad Yani Kota Metro
Tahun 2021.
Manuaba. (2018). Ilmu Kebidanan dan Penyakit
Kandungan.
Moehji, S. (2017). Ilmu Gizi.
Mulyanti. (2010). Hubungan antara komplikasi
kehamilan dengan kejadian BBLR di RSUD
Kelas B Kabupaten Subang.
Novitasari, A., Hutami, M. syehira, & Pristya, T. Y.
. (2020). Pencegahan dan Pengendalian BBLR
di Indonesia : Systematic Review. Indonesian
Journal of Health Development, 2, 3.
Rekam Medis RSUD Kayu Agung. (2021). Data
Rumah Sakit Umum Daerah Kayu Agung.
Rochjati. (2003). Pengenalan faktor-faktor risiko
deteksi dini ibu hamil risiko tinggi.
Ruswandiani. (2015). Hubungan anatara
karakteristik ibu hamil dengan kejadian bayi
berat lahir rendah di Rumah Sakit Immanuel.
WHO. (2018). Maternal Child Adolescent.
Amalia. (2016). Paritas dan JarakKehamilan
Dengan Kejadian BBLR Di Rumah Sakit.
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory.
Arisandi, D. (2018). Faktor-faktor yang
mempengaruhi kelahiran bayi berat lahir
rendah (BBLR) di Rumah Sakit Sundari
Medan.
Dinas Kesehatan Sumsel. (2021). Profil Kesehatan
Sumatera Selatan.
Dinkes Ogan Komering Ilir. (2021). Profil
Kesehatan Ogan Komering Ilir.
Faadhilah, A. (2020). Hubungan Preeklamsia
dengan kejadian BBLR di RSU Kabupaten
Tangerang Tahun 2018. Jurnal Epidemiologi
Kesehatan Indonesia, 4.
Ferinawati. (2020). Faktor-Faktor Yang
Berhubungan Dengan Kejadian BBLR Di
Puskesmas Jeumpa Kabupaten Bireun. Journal
Health Care Teknologi and Medicine.
Kemenkes RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia
https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/downl
oad/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/ProfilKesehatan-Indonesia-Tahun-2020.pdf
Lestariningsih. (2021). Hubungan pre eklamsia
Dalam kehamilan dengan kejadian BBLR
diRSUD Jendral Ahmad Yani Kota Metro
Tahun 2021.
Manuaba. (2018). Ilmu Kebidanan dan Penyakit
Kandungan.
Moehji, S. (2017). Ilmu Gizi.
Mulyanti. (2010). Hubungan antara komplikasi
kehamilan dengan kejadian BBLR di RSUD
Kelas B Kabupaten Subang.
Novitasari, A., Hutami, M. syehira, & Pristya, T. Y.
. (2020). Pencegahan dan Pengendalian BBLR
di Indonesia : Systematic Review. Indonesian
Journal of Health Development, 2, 3.
Rekam Medis RSUD Kayu Agung. (2021). Data
Rumah Sakit Umum Daerah Kayu Agung.
Rochjati. (2003). Pengenalan faktor-faktor risiko
deteksi dini ibu hamil risiko tinggi.
Ruswandiani. (2015). Hubungan anatara
karakteristik ibu hamil dengan kejadian bayi
berat lahir rendah di Rumah Sakit Immanuel.
WHO. (2018). Maternal Child Adolescent.