PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT PENGETAHUAN PADA WANITA USIA REPRODUKSI DI DESA SABRANG DELANGGU KLATEN
DOI:
https://doi.org/10.31000/imj.v2i2.3065Abstrak
Masalah kesehatan reproduksi yang kompleks tidak hanya menyangkut kehamilan, akan tetapi mulai dari pengenalan bagian-bagian alat reproduksi, fungsi-fungsi alat reproduksi, hingga penyakit-penyakit yang rentan menyerang alat-alat reproduksi. Semua informasi mengenai kesehatan reproduksi itu sering kurang mendapat perhatian wanita, khususnya dalam masa reproduksi. Pendidikan kesehatan reproduksi dengan penyuluhan merupakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman, pengetahuan, dan perilaku positif tentang kesehatan dan hak-hak reproduksi, guna meningkatkan derajat kesehatan reproduksi dan mempersiapkan kehidupan berkeluarga dalam mendukung upaya peningkatan kualitas generasi mendatang. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan reproduksi terhadap perubahan tingkat pengetahuan akan kesehatan reproduksi pada wanita usia reproduksi di Desa Sabrang, Delanggu, Klaten. Penelitian inin menggunakan rancangan quasi experimental one group pre test post test design. Sampel dengan jumlah 30 orang diambil secara non probability sample dengan teknik purposive sampling pada wanita usia reproduksi di Desa Sabrang, Delanggu, Klaten. Kuesioner sebagai instrumen penelitian diberikan saat pre test dilanjutkan dengan penyuluhan kemudian post test diberikan setelah 15 hari penyuluhan. Analisis data dilakukan dengan uji t. Hasil Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan yang bermakna setelah diberikan penyuluhan (p<0,05). Nilai minimum pretest dari 30 responden adalah 17 dan nilai maksimumnya adalah 24. Rata-rata nilai pretest adalah 20,56 dengan standar deviasi 1,569 sedangkan nilai minimum postest adalah 22 dan nilai maksimumnya adalah 28. Rata-rata nilai postest adalah 24,7 dengan standar deviasi 1,317.Referensi
Azwar S. 2008. Reabilitas dan Validitas
Edisi III. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
pp: 5, 19
Dahlan,M.S.,2012. Statistik Untuk
Kedokteran Dan Kesehatan. Jakarta :
Salemba Medika
Kementrian Kesehatan Republik
Indonesia.,2013. Available online at
:http://www.aidsindonesia.or.id/list/5/L
aporan-Bulanan (diakses tanggal 10
Juni 2018)
Manuba, I.A.C., Manuba,
I.B.G.F.,Manuba,I.B.G.,2009.Memaha
mi Kesehatan Reproduksi Wanita.
Jakarta:EGC.
Ma’shum Y. 2006. Remaja Dan Aspek
Psikososial. Jakarta: PKBL. pp: 35-8
Machfoedz, I. 2005. Pendidikan Kesehatan
Bagian Dari Promosi Kesehatan.
Yogyakarta: Fitramaya. pp: 46, 56
Notoatmodjo,S. 2011. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni.. Jakarta : Rineka
Cipta.
Notoatmodjo,S. 2012. .Promosi Kesehatan
dan Perilau Kesehatan Jakarta: PT
Rineka Cipta.)
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian
Kuantitatif Dan R&D. Bandung:
Alfabeta. pp: 102-3
Riyanto A. 2011. Aplikasi Metodologi
Penelitian Kesehatan. Yogyakarta:
Nuha Medika. pp: 135, 144
Taufiqqurrahman M.A. 2008. Pengantar
Metodologi Penelitian Untuk Ilmu
Kesehatan. Surakarta: LPP UNS. pp:
WHO.,2011. Guidelines on Reproductive
Health. Available online at
:http://www.un.org/popin/unfpa/taskfor
ce/guide/iatfreph.gdl.html ( diakses
tanggal 20 Juni 2018.