KARAKTERISTIK AKSEPTOR KB DAN PEMILIHAN METODE ALAT KONTRASEPSI PADA WANITA USIA SUBUR DI MASA PANDEMI
DOI:
https://doi.org/10.31000/imj.v5i1.6008Abstract
Penggunaan alat kontrasepsi dipengaruhi oleh akses informasi, pengetahuan, persepsi risiko, dan niat penggunaan alat kontrasepsi. Pengetahuan ini diperoleh melalui paparan informasi yang diakses dari berbagai sumber. Informasi yang dipaparkan tersebut dapat merupakan risiko ataupun manfaat dari alat kontrasepsi. Untuk itu, dalam menghadapi pandemi covid 19 ini, pelayanan tetap dilakukan tetapi dengan menerapkan prinsip pencegahan pengendalian infeksi dan physical distancing. Tujuan penelitian untuk mengetahui karakteristik akseptor KB baru yang menggunakan alat kontrasepsi di masa pandemi dan untuk mengetahui pilihan metode kontrasepsi yang digunakan ibu di masa pandemi. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Klinik Ananda Sleman. Variabel penelitian ini karakteristik akseptor KB baru dan pemilihan alat kontrasepsi metode modern. Populasinya adalah wanita usia subur yang mendapat pelayanan KB di Klinik Ananda Sleman. Sampelnya semua ibu yang menggunakan alat kontrasepsi yang melakukan pemeriksaan diklinik Ananda Sleman sejumlah 392 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan total sampling dengan kriteria inklusi ibu yang memakai alat kontrasepsi metode modern. Hasil penelitian Pada karakteristik umur responden didapatkan sebagian besar responden memiliki umur yang tidak beresiko (20-35 tahun) sebanyak 276 responden (70,4%), dimana kelompok umur tidak beresiko (20-35 tahun) memilih alat kontrasepsi jenis suntik sebanyak 239 responden (61%). Pada karakteristik paritas responden didapatkan sebagian besar responden ada mutipara (2-3 kelahiran) sebesar 215 responden (54,8%), dimana pada kelompok multipara sebagian besar memilih alat kontrasepsi jenis suntik sebanyak 177 responden (45,2%). Pada karakteristik pekerjaan responden didapatkan sebagian besar responden merupakan ibu bekerja sebesar 199 responden (50,8%), dimana pada kelompok ibu bekerja memilih alat kontrasepsi jenis suntik sebanyak 171 responden (43,6%). Jenis KB yang banyak dipilih adalah KB suntik sebesar sebanyak 334 responden (85,2%).References
Anita Lontaan, Kusmiyati, Robin
Dompas. 2014. Faktor-Faktor
Yang Berhubungan Dengan
Pemilihan Kontrasepsi Pasangan
Usia Subur Di Puskesmas Damau
Kabupaten Talaud. Jurnal Ilmiah
Bidan Volume 2 Nomor 1.
Asa Mutia Sari, B. P. 2017. Pengaruh
Konseling Bidan Terhadap
Tingkat Pengetahuan Dan Minat
Menjadi Akseptor Iud Post
Plasenta Di Kecamatan Ungaran
Barat Tahun 2016. Jurnal
Kedokteran Diponegoro, 6(2).
Bahu, R., Hasania, E. & Hilamuhu, F. 2019.
Hubungan Paritas dan Dukungan Suami
dengan Rendahnya Minat Penggunaan
Alat Kontrasepsi Metode Tubektomi di
Puskesmas Tibawa. Akademika, 8.
Bainuan, L. D. 2017. Faktor Umur Dan Paritas
Akseptor Kb Terhadap Pemilihan
Kontrasepsi Suntik. Midwifery Journal
of Akbid Griya Husada Surabaya, 4.
BKKBN, 2007. Sub Bidang Data dan
Informasi Perwakilan
BadanKependudukan danKeluarga
Berencana Nasional, Provinsi
Sumatera Selatan.
Darmawati, 2012. Faktor – Faktor Yang
Mempengaruhi Wanita Usia Subur
Memilih Kontrasepsi Suntik. Idea
Nursing Journal Vol. II. No.3
Depkes RI. 2001. Pedoman Pelayanan Pusat
Sterilisasi Di Rumah Sakit. Jakarta :
Departemen Kesehatan RI.
Dewi, G. A. and Hendrati, L. Y. 2015. Analisis
risiko kanker payudara berdasarkan
riwayat kontrasepsi hormonal dan
menarche. Breast Cancer Risk
Analysis by the Use of Hormonal
Contraceptives and Age of Menarche,
Jurnal Berkala Epidemiologi, Vol. 3.
Green, L, Kreuter, M.W. 2005. Health
Program Planning: an Educational
and Ecological Approach. Fourth
Edition. New York: McGraw Hill.
Gunawan, Ari H, 2000. Sosiologi
Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta
Hartanto, H. 2010. Keluarga Berencana
dan Kontrasepsi. Jakarta: Pustaka
Sinar Harapan.
Kemenkes RI. 2020. Panduan Pelayanan
Keluarga Berencana Dan
Kesehatan Reproduksi Dalam
Situasi Pandemi Covid 19. Jakarta
: Kemenkes RI
Kusumaningrum R. 2009. Faktor-Faktor
yang mempengaruhi Pemilihan
Jenis Kontrasepsi Yang
Digunakan Pada Pasangan Usia
Subur. Diakses
www.eprints.undip.ac.id.
Marmi, 2016. Buku Ajar Pelayanan KB.
Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Maria L. Servus Wungubelen, Adeline Lebuan,
Sudibyo Supardi. 2020. Hubungan
Pengetahuan, Paritas Dengan Penggunaan
Kontrasepsi Suntik Pada Akseptor Keluarga
Berencana (KB) Di Pustu Lokea Kabupaten
Flores Timur. Carolus Journal of Nursing,
Vol 3 No 1.
Okech., et al (2011) ‘Contraceptive Use
among Women of Reproductive Age
in Kenya’s City Slums’, International
Journal of Business and Social
Science, 2(1).
Prawirohardjo, Sarwono. 2013. Ilmu
Kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo
Rafidah, I., dan Arief W. 2012.
.Pengaruh Dukungan Suami
Terhadap Kepatuhan Akseptor
Melakukan KB Suntik. Surabaya:
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Airlangga.
Saifuddin.A.B. 2003. Buku Panduan
Praktis Pelayanan Kontrasepsi.
Jakarta : Bina Pustaka.
Sri Panuntun, Siswanto Agus Wilopo,
Lina Kurniawati. Hubungan
Antara Akses KB
dengan Pemilihan Kontrasepsi
Hormonal dan Non Hormonal di
Kabupaten Purworejo. Berita
Kedokteran Masyarakat. 2009; 25
(2) : 88-95.
Sumarwan, U. 2011. Perilaku Konsumen:
Teori Dan Penerapannya Dalam
Pemasaran. Jakarta, ID: Gahlia
Indonesia.
Yulidasari Fahrini, Ardik Lahdimawan dan
Dian Rosadi. 2015. Hubungan
Pengetahuan Ibu Dan Pekerjaan Ibu
Dengan Pemilihan Kontrasepsi Suntik.
Jurnal Berkala Kesehatan, Vol. 1, No.
, November 2015 : 33-36.