Analisis Perbandingan Fatwa-Fatwa DSN-MUI Tentang Akad Pengalihan Utang Di Lembaga Keuangan Syariah

Muhamad Izazi Nurjaman, Dena Ayu, Doli Witro, Helmi Muti Sofie, Istianah Istianah

Abstract


Peneltian  ini dilatarbelakangi dengan adanya dua fatwa DSN-MUI mengenai produk pengalihan utang yang memiliki skema alternatif akad hybrid contract yang berbeda-beda. Sehingga penelitian ini mengungkap analisis perbandingan fatwa DSN-MUI tentang akad pengalihan utang di LKS. Artikel ini merupakan penelitian hukum ekonomi syariah dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Sehingga dipaparkan dengan menggunakan metode deskriptif kepustakaan. Data diambil secara langsung dalam bentuk data primer berupa fatwa DSN-MUI dan data sekunder dari berbagai literatur yang berkaitan dengan objek penelitian. Data yang digunakam dalam artikel ini adalah data kualitatif. Teknik analisis data yang dilakukan dengan tiga mekanisme yaitu kondensasi data, menyajikan data dan menarik benang merah sebagai suatu kesimpulan. Hasil penelitian ini mengungkapkan fakta bahwa perlu adanya pembaharuan Fatwa Nomor 31 Tahun 2002 dalam rangka menambah keberagaman akad yang sesuai dengan kebutuhan pelaku LKS dengan memperhatikan prinsip akad yang digunakan. Pembaharuan tersebut yaitu menambahkan akad hiwalah bi al-ujrah dan akad MMQ dalam skema alternatif akad produk pengalihan utang nasabah di LKK kepada LKS. Sehingga memberikan kepastian hukum mengenai penggunaan skema akad pengalihan utang yang sesuai dengan prinsip ekonomi syariah.

Keywords


Fatwa, DSN-MUI, Pengalihan Utang dan LKS

Full Text:

PDF

References


AAOIFI. (2017). Shari’ah Standards. Accounting and Auditing Organizations for Islamic Financial Institutions.

Abdulahana. (2020). Kaidah-Kaidah Keabsahan Multi Akad (Hybrid Contract) dan Desain Kontrak Ekonomi Syariah. TrustMedia Publishing.

Al-Imrani. (2006). Al-Uqud al-Maliyyah al-Murakkabah. Dirasah Fiqhiyyah Ta’shiliyyah wa tathbiqiyyah.

Dhaifina Fitriani. (2020). Griya Take Over Dalam Perbankan Syariah. Az Zarqa: Jurnal Hukum Bisnis Islam, 12(1), 19–41.

DSN-MUI. (2002). Fatwa DSN-MUI Nomor 31 Tahun 2002 Tentang Pengalihan Utang. Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia.

DSN-MUI. (2013). Fatwa DSN-MUI Nomor 90 Tahun 2013 Tentang Pengalihan Pembiayaan Murabahah Antar LKS. Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia.

Fasiha, F. (2019). Pengalihan Utang Dalam Ekonomi Islam. Al-Amwal : Journal of Islamic Economic Law, 1(1), 73–89. https://doi.org/10.24256/alw.v1i1.628

Hammad, N. (2005). Al-Uqud al-Murakkabah fi Fiqh al-Islami. Dar Al- Qalam.

Isfandiar, A. A. (2013). Analisis Fiqh Muamalah Tentang Hybrid Contract Model dan Penerapannya Pada Lembaga Keuangan Syariah. Jurnal Penelitian, 10(2), 205–231.

Jaih Mubarok & Hasanudin; (2017a). Fikih Mu’amalah Maliyyah: Akad Jual Beli. Simbiosa Rekatama Media.

Jaih Mubarok & Hasanudin; (2017b). Fikih Mu’amalah Maliyyah: Akad Tabarru’. Simbiosa Rekatama Media.

Jaih Mubarok & Hasanudin; (2017c). Fikih Mu’amalah Maliyyah: Prinsip-Prinsip Perjanjian. Simbiosa Rekatama Media.

Jaih Mubarok & Hasanudin; (2017d). Fikim Mu’amalah Maliyyah: Akad Ijarah dan Ju’alah. Simbiosa Rekatama Media.

Hendrawan, Y. (2021). Implementasi Akad Qardh Wal Murabahah atas Take Over pada Pembiayaan Employee Benefit Program (EmBP) di PT BRI Syariah KCP Meulaboh.

Mas’ud, M. F. (2020). Analisis Hybrid Contract pada Take Over Pembiayaan Hunian Syariah dari Bank Konvensional Ke Bank Syariah dalam Perspektif Hukum Ekonomi Islam. Jurnal Ilmu Akuntansi Dan Bisnis Syariah, 2(1), 81–89.

Mohammad Ghozali & Fitri A. Fammy. (2018). Tinjauan Hukum Islam Mengenai Hybrid Contract terhadap produk kartu kredit syariah. Al-Mu’amalat Journal Of Islamic Economic Law, 1(1), 59. https://ejournal.unida.gontor.ac.id/index.php/muamalat/article/view/4774/8547

Muhamad Izazi Nurjaman, D. A. (2021). Eksistensi kedudukan fatwa dsn mui terhadap keberlangsungan operasional bisnis di lembaga keuangan syariah. AL-IQTISHOD: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Ekonomi Islam, 9(2), 55–67.

Nugraheni, D. B. (2015). Analisis Yuridis Multi Akad Dalam Pembiayaan Pengalihan. Mimbar Hukum, 27(2), 241–255.

Nurhisam, L. (2016). Kepatuhan Syariah (Sharia Compliance) dalam Industri Keuangan Syariah. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 23(1), 77–96. https://doi.org/10.20885/iustum.vol23.iss1.art5.

Rochaety, E., & Tresnati, R. (2005). Kamus Istilah Ekonomi. Bumi Aksara.

Ruchhima, & Lahuri, S. Bin. (2019). Fatwa DSN / MUI tentang Pengalihan Utang Fatwa DSN MUI Nomor 31 / DSN-MUI / VI / 2002 tentang pembiayaan take over atau pengalihan utang. Jurnal Islamika Volume, Vol.19(No.2), 54–62.

Witro;, M. I. N. D. (2021). Transformasi akad tabarru’ menjadi akad mu’awadhat ; analisis akad hiwalah dan akad kafalah di lembaga keuangan syariah. Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Islam, 6(2), 162–172.

Zakiyah, R. H. &. (2020). Aspek Hukum Qardh Pada Pembiayaan Take Over (Analisis Fatwa DSN-MUI Nomor 31 Tahun 2002 Tentang Pengalihan Utang). AL-IQTISHADIYAH Jurnal Ekonomi Syariah Dan Hukum Ekonomi Syariah, 6(2), 118–133.

Zaky, A. (2013). Analisis Alternatif Pembiayaan Take Over. IMANENSI: Jurnal Ekonomi, Manajemen Dan Akuntansi Islam, 2(21), 99–109




DOI: http://dx.doi.org/10.31000/almaal.v4i1.5990

Article Metrics

Abstract - 192 PDF - 63

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Muhamad Izazi Nurjaman, Dena Ayu, Doli Witro, Helmi Muti Sofie, Istianah Istianah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Flag Counter

web
statisticsView My Stats