Efektivitas Durasi Aktivitas Fisik dengan Berjalan Kaki terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi di Desa Sukamurni Wilayah Kerja Puskesmas Gembong Kabupaten Tangerang
DOI:
https://doi.org/10.31000/jiki.v7i1.9740Abstract
Abstrak
Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak diderita masyarakat hingga saat ini, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kematian jika dibiarkan karena kebanyakan orang tidak terdeteksi memiliki hipertensi sehingga sering disebut silent killer. Keberhasilan dalam memberikan perlakuan pada aktivitas fisik dengan berjalan kaki rutin sebagai bentuk alternatif untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui adanya efektivitas durasi dari aktivitas fisik dengan berjalan kaki terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi Desa Sukamurni di wilayah kerja Puskesmas Gembong, Kabupaten Tengerang. Metode: jenis penelitian ini adalah quasi experiment dan sampel yang digunakan sebanyak 30 responden dibagi dalam kelompok intervensi (n=15) dan kelompok kontrol (n=15). Pengambilan data menggunaan lembar observasi tekanan darah sebelum dan sesudah tindakan aktivitas fisik dengan berjalan kaki pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil: hasil uji pair t-test didapatkan hasil p-value tekanan darah sistol 0,000 (<0,05) dan diastol p-value 0,024 (<0,05) yang artinya terdapat efektivitas durasi aktivitas fisik dengan berjalan kaki terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi desa Sukamurni di wilayah kerja Puskesmas Gembong Kabupaten Tangerang dalam 30 menit. Saran: untuk peneliti selanjutnya, disarankan melakukan kajian lebih mendalam terkait pola makan sehingga dapat diketahui pengaruh pengontrolan asupan pola makan pada saat sebelum melakukan aktivitas fisik dengan berjalan kaki secara rutin pada penderita hipertensi, apakah ada pengaruh yang signifikan terhadap penurunan tekanan darah.
Kata kunci: Aktivitas Fisik ; Berjalan Kaki; Durasi, Hipertensi
References
Adiputra sudarma, I. made. et al. (2021). Metodologi Penelitian Kesehatan. Kita Menulis.
Andri, J., Karmila, R., Padila, P., J, H., & Sartika, A. (2019). Pengaruh Terapi Aktivitas Senam Ergonomis terhadap Peningkatan Kemampuan Fungsional Lansia. Journal of Telenursing (JOTING), 1(2), 304–313. https://doi.org/10.31539/joting.v1i2.933
Asikin, E. al. (2016). Keperawatan Medikal Bedah Sistem Kardiovaskuler (R. Astikawati (ed.)).
Dharma, K. K. (2011). Metodologi Penelitian Keperawatan (cetakan 11). CV. trans Info Media.
DinKes Kabupaten Tangerang. (2021). Data Dinas Kesehatan. https://dinkes.tangerangkab.go.id/materi-umum/
Falah, M. (2019). Hubungan Jenis Kelamin Dengan Angka Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Di Kelurahan Tamansari Kota Tasikmalaya. Jurnal Keperawatan & Kebidanan STIKes Mitra Kencana Tasikmalaya, 3(1), 88.
Gartika, N., Nur Al Idrus, S., & Wilandika, A. (2021). Pengaruh Jalan Kaki Dua Puluh Menit Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi. Jurnal Keperawatan ’Aisyiyah, 7(2), 69–76. https://doi.org/10.33867/jka.v7i2.219
Iknoian. (2013). Bugar Dengan Jalan (Cetakan I,). RajaGrafindo Persada.
Kemenkes. (2018a). Hipertensi. http://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/page/28/klasifikasi-hipertensi
Kemenkes.(2018b).KlasifikasiHipertensi. https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/page/28/klasifikasi-hipertensi
Kemenkes. (2019). P2PTM. https://p2ptm.kemkes.go.id/
mary DiGulio, Donna Jackson, J. K. (2007). Keperawatan Medikal Bedah (Khudazi Aulawi (ed.); Bahasa Ind). Rapha Publishing.
Mustakim, M., & Febrianti, T. (2020). KIE Hipertensi dan Jalan Kaki 30 Menit sebagai Intervensi Pencegahan dan Penanganan Hipertensi pada Masyarakat RW 02 Pakulonan Serpong Utara, Tangerang Selatan. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 5(2), 369–376. http://www.ppm.ejournal.id/index.php/pengabdian/article/view/282
Nakazato, L., Mendes, F., Paschoal, I. A., Oliveira, D. C., Moreira, M. M., & Pereira, M. C. (2021). Association of daily physical activity with psychosocial aspects and functional capacity in patients with pulmonary arterial hypertension: a cross-sectional study. Pulmonary Circulation, 11(1). https://doi.org/10.1177/2045894021999955
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan (Cetakan Pe). Rineka Cipta.
Nur, D., & Utami, M. (2019). Identifikasi Derajat Hipertensi Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Kota Mataram. Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal), 9698(1), 65–75.
Nurrahmani, U. (2015). Stop Hipertensi (Qoni (ed.); 2015th ed.). Familia.
Rikesdas.(2018).PrevalensiHipertensi.https://kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/files/Hasil-riskesdas-2018_1274.pdf
Rohimah, S., & Dewi, N. P. (2022). Jalan Kaki Dapat Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia. Healthcare Nursing Journal, 4(1), 157–167. https://doi.org/10.35568/healthcare.v4i1.1840
Sari, Y. N. I. (2017). Berdamai dengan hipertensi (Y. N. I. Sari (ed.)). Bumi Medika.
Siauta, M., Embuai, S., & Tuasikal, H. (2020). Efektifitas terapi walking exercise terhadap penurunan tekanan darah pada klien hipertensi. Jurnal Keperawatan, 12(4), 735–742.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D (Cetakan ke). Alfabeta Bandung.
Sujarweni, V. W. (2014). Metodologi Penelitian Keperawatan. Gava Media.
Sumantri, A. (2015). Metodologi Penelitian Kesehatan (F. M.A, Murodi.Ekayanti (ed.)). Kencana.
Surini, S. P., & utomo, B. (2003). fisioterapi pada lansia.
Trisnawan, A. (2019). Mengenal Hipertensi (Ade (ed.)). Mutiara Aksara.
Udjiyanti, W. (2011). Keperawatan Kardiovaskuler. Salemba Medika.
Wade, C. (2016). Mengatasi Hipertensi (Irwan Kurniawan (ed.); Indonesia). Nuansa Cendekia.
WHO. (2021). Data hipertensi. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension
Wicaksono, A. at all. (2020). Aktivitas fisik dan kesehatan. IAIN Pontianak Press.
Widharto. (2018). Bahaya Hipertensi (S. S. Hadikusuma (ed.)). Sunda Kelapa Pustaka.
Yingxiang, et al. (2021). Dose-effect relationship between brisk walking and blood pressure in Chinese occupational population with sedentary lifestyles Exercise and blood pressure. Journal of Clinical Hypertension, April, 1734–1743. https://doi.org/10.1111/jch.14340
Downloads
Published
Issue
Section
License
Creative Common Attribution-ShareAlike 4.0 International License
All articles published in Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) are licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This license allows others to:
- Share: Copy and redistribute the material in any medium or format.
- Adapt: Remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially.
Under the following terms:
- Attribution: You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
- ShareAlike: If you remix, transform, or build upon the material, you must distribute your contributions under the same license as the original.
For more information about this license, please visit the Creative Commons website.