PENGARUH PEMBERIAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS DALAM UNTUK MENURUNKAN NYERI LOW BACK PAIN DI JAKARTA

Yanti Anggraini Aritonang

Abstract


Low Back Pain adalah kondisi umum dan sangat melumpuhkan yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Prevalensi nyeri pinggang semakin meningkat, dan merupakan salah satu penyebab utama kecacatan dan hilangnya produktivitas. Penyebab nyeri pinggang bisa kompleks, dan mungkin melibatkan faktor biomekanik, psikologis, dan sosial yang saling terkait. Sementara mekanisme pasti nyeri punggung bawah belum sepenuhnya dipahami, jelas bahwa pencegahan dan intervensi dini sangat penting untuk mengurangi beban kondisi ini. Abstrak ini memberikan gambaran tentang nyeri punggung bawah, penyebabnya, dan pentingnya intervensi dini dalam mengelola kondisi tersebut. Low back pain merupakan masalah umum di kalangan penduduk Jakarta, dengan tingkat prevalensi yang tinggi di antara orang dewasa berusia 18-65 tahun. Rasa sakit sering disebabkan oleh postur tubuh yang buruk, aktivitas fisik, teknik mengangkat yang tidak tepat, dan faktor gaya hidup lainnya. Perawatan umum untuk nyeri punggung bawah termasuk obat-obatan, terapi fisik, istirahat dan olahraga, namun efektivitas perawatan ini bervariasi dari orang ke orang. Penelitian telah menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup, seperti memperbaiki postur tubuh dan melakukan olahraga teratur, dapat secara signifikan mengurangi kejadian dan keparahan nyeri pinggang di Jakarta. Tujuan: Mengajarkan teknik relaksasi nafas dalam pada pasien low back pain dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan perawat dalam melakukan aktivitas mandiri yang bertujuan untuk meredakan nyeri punggung. Metode: Pada penelitian ini, dua orang responden diperiksa secara fisik, diwawancarai, dan diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet dan demonstrasi teknik relaksasi nafas dalam di Jakarta mulai tanggal 11 April 2022 sampai dengan 16 April 2022. Partisipan telah didiagnosis dengan Low Back Pain secara medis. Hasil: Baik Pasien 1 dan 2 mengalami pengurangan ketidaknyamanan. Sebelum intervensi, pasien 1 mendapat skor 7 pada skala, sementara pasien 2 mendapat skor 8. Pasien 1 mendapat skor 5 setelah intervensi, sedangkan pasien 2 mendapat skor 6. Latihan relaksasi yang dilakukan oleh pasien 1 berhasil. napas dalam karena pasien ditopang oleh lumbar girdle, namun pasien 2 kurang berhasil karena pasien tidak mau bekerja sama dan terlalu lamban untuk berlatih teknik relaksasi napas dalam. Kesimpulan: Disarankan agar perawat dapat menginstruksikan dan mendorong pasien dengan nyeri punggung bawah untuk mempraktikkan teknik relaksasi pernapasan dalam, serta mengajarkan pasien nyeri punggung bawah bagaimana menggunakannya secara efektif dan mandiri di rumah. Teknik relaksasi nafas dalam dapat mengurangi nyeri punggung pada pasien nyeri punggung bawah selama tiga hari.

 

Kata Kunci: Low Back Pain, Teknik Relaksasi Nafas Dalam, Nyeri, Stress, Rileks


References


DAFTAR PUSTAKA

Alligood, M. R. (2017). Nursing theorists and their work-e-book. Elsevier Health Sciences.

Aritonang, Y. A., Widani, N. L., & Adyatmaka, I. (2018). The Effect of Home Heart Walk on Fatigue Among Heart Failure’s Patients. Jurnal Keperawatan Padjadjaran, 6(1), 77-89.Armaidi, (2016) Epidemiologi Penyakit Menular dan Tidak Menular

Black, Joyke.M., & Hawks, Jane.H. (2014). Buku Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8 Buku 3. Elsevier (Singapore) Pte Ltd

Erita, E., & Mahendra, D. (2019). Dampak Caring Preceptor Dan Metode Preceptorship Dalam meningkatkan Percaya Diri Perawat Baru di RSU UKI Jakarta The Impact Of Preceptor Caring And Method In Increasing The Confidence Of The New Nurse In RS. UKI Jakarta. Nursing Current: Jurnal Keperawatan, 5(2), 69-87.

Ketut, Ni Kardiyudiani (2019). Buku Keperawatan Medikal Bedah 1 Ni Ketut Pustaka Baru Press

Novisca Priscillya Kumbea, Afnal Asrifuddin, Oksfriani Jufri Sumampouw., (2021). Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Nelayan, Journal of Public Health and Community Medicine, Volume 2 Nomor 1, Januari 2021

Ricca Sahara, Terry Y.R. Pristya. (2020) Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Low Back Pain (LBP) pada Pekerja: Literature Review Vol. 19 No. 3 Tahun 2020. 10.33221/jikes.v19io3.585, 92-99 Riskesdas. (2018). Laporan Nasional Riskesdsas

Saidi, S., & Andrianti, S. (2021). Perbedaan teknik relaksasi nafas dalam, teknik slow strok back massage terhadap skala nyeri pada penderita low back pain Di Puskesmas Jaya Loka. Injection: Nursing Journal, 1(1), 32-43.

Suriya M,. (2019). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Medikal Bedah Pada Sistem Muskuloskeletal Aplikasi Nanda, Nic,Noc. Pustaka Galeri Mandiri

Suwondo,. B. S (2017). Buku Ajar Nyeri. Perkumpulan Nyeri Indonesia




DOI: http://dx.doi.org/10.31000/jkft.v8i2.8014

Article Metrics

Abstract - 363

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2024 Jurnal JKFT

Alamat Redaksi :

Jurnal JKFT

Fakultas Ilmu Kesehatan

Universitas Muhammadiyah Tangerang

Jl. Perintis Kemerdekaan 1 No.33 Cikokol Tangerang, Indonesia

Email: jkft.jurnalfikes@gmail.com




Jurnal JKFT a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. © All rights reserved 2017.


Lihat Statistik Saya