Penerimaan Diri Perempuan yang Mengalami Infertilitas: Kajian Literatur
DOI:
https://doi.org/10.31000/jkft.v10i1.12555Abstract
Kehadiran anak memiliki peran yang besar dalam sebuah keluarga sehingga memiliki seorang anak adalah impian bagi pasangan yang telah menikah. Namun, bagi beberapa pasangan, memiliki anak bukanlah hal yang mudah. Ada banyak kondisi yang menghalangi pasangan untuk memiliki anak, salah satunya adalah infertilitas. Meskipun infertilitas dapat disebabkan oleh pihak perempuan atau pihak laki-laki, dan bahkan kedua pihak, tetapi sebagian besar penyebabnya berasal dari faktor perempuan. Hal tersebut memberikan tekanan besar bagi pihak perempuan, terlebih bias gender yang erat pada masyarakat dapat mempengaruhi penerimaan diri pada perempuan infertil. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan diri perempuan yang mengalami infertilitas melalui kajian literatur terhadap penelitian-penelitian terkait. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa terdapat empat faktor yang mempengaruhi penerimaan diri perempuan infertil, yaitu penerimaan diri, realistik, albeit subjective, dan kesadaran akan kekuatan dan kelemahan diri. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pengembangan ide intervensi berbasis self-acceptance untuk meningkatkan penerimaan diri, khususnya pada perempuan dengan infertilitas.References
Bernard, M. E., Broder, M. S., Das, L. S., David, D., DiGiuseppe, R., Dryden, W., … Vernon, A. (2013). The Strength of Self-Acceptance (M. E. Bernard, Ed.). Springer.
Cahyono, E. A., Sutomo, & Hartono, A. (2019). Literature Review; Panduan Penulisan dan Penyusunan. Jurnal Keperawatan.
Dembińska, A. (2019). Selected Psychological and Sociodemographic Correlates of The Acceptance of One’s Own Infertility in Women. Psychiatria i Psychologia Kliniczna, 19(3), 308–314. https://doi.org/10.15557/PiPK.2019.0032
Halkola, S.-¬Tuuli, Koivula, M., & Aho, A. L. (2021). A Qualitative Study of The Factors that Help The Coping of Infertile Women. Nursing Open, 9, 299–308. https://doi.org/10.1002/nop2.1062
Hasan, A. B. M. N., Sharif, A. Bin, Jahan, I., & Begum, R. (2023). Mental Health Status and The Quality of Life of Infertile Women Receiving Fertility Treatment in Bangladesh: A Cross-sectional Study. PLOS Global Public Health, 3(12), 1–15. https://doi.org/10.1371/journal.pgph.0002680
Hasmalawati, N. (2017). Pengaruh Citra Tubuh dan Perilaku Makan Terhadap Penerimaan Diri Pada Wanita. Jurnal Psikoislamedia, 2(2), 107–115.
Kartono, K. (2007). Psikologi Wanita 2: Mengenal Wanita sebagai Ibu dan Nenek. Bandung: Mandar Maju.
Kasnodihardjo. (2014). Nilai Anak Dalam Keluarga dan Upaya Pemeliharaan Kesehatannya (Suatu Studi Etnografi di Desa Gadingsari, Kabupaten Bantul) Value of Children in The Family and Health Care (an Ethnography Study at Gadingsari Village, Bantul District). Jurnal Ekologi Kesehatan, 13(4), 354–362. Retrieved from http://bantulkab.go.id/sekilas_kabupaten_ba
Kiani, Z., Simbar, M., Hajian, S., Zayeri, F., RashidiFakari, F., & Chimeh, F. J. (2022). Investigating Different Dimensions of Infertile Women’s Quality of Life: A Descriptive Cross-sectional Study. BMC Public Health, 22(1). https://doi.org/10.1186/s12889-022-14924-w
Mulyani, U., Sukarni, D., & Sari, P. E. (2021). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Infertilitas Primer pada Pasangan Usia Subur di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Lembak Kab. Muara Enim tahun 2021. Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 8(8), 2698–2710.
Nurhadhani, N., & Suzanna, E. (2023). Penerimaan Diri Wanita Infertilitas.
Jurnal Psikologi Terapan (JPT), 3(2), 33. https://doi.org/10.29103/jpt.v3i2.8876
Nurhasyanah. (2012). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Diri pada Wanita Infertilitas. Jurnal Penelitian Dan Pengukuran Psikologi, 1(1), 143–151.
Ofosu-Budu, D., & Hanninen, V. (2020). Living as an Infertile Woman: The Case of Southern and Northern Ghana. Reproductive Health, 17(1), 1–9. https://doi.org/10.1186/s12978-020-00920-z
Onat, G., & Beji, N. K. (2012). Effects Of Infertility on Gender Differences in Marital Relationship and Quality of Life: A Case-control Study of Turkish Couples. European Journal of Obstetrics and Gynecology and Reproductive Biology, 165(2), 243–248. https://doi.org/10.1016/j.ejogrb.2012.07.033
Piran, A. Y. A., Yuliwa, R., & Ka’arayenor, A. J. (2017). Hubungan Antara Penerimaan Diri dengan Kepercayaan Diri dalam Interaksi Sosial pada Remaja Penyandang Cacat Fisik di Panti Asuhan Bhakti Luhur Kecamatan Sukun Malang. Nursing News, 2(1), 578–597.
Poddar, S., Sanyal, N., & Mukherjee, U. (2014). Psychological Profile of Women with Infertility: A Comparative Study. Industrial Psychiatry Journal, 23(2), 117. https://doi.org/10.4103/0972-6748.151682
Prasetyo, I. H., & Putra, B. A. (2017). Penerimaan Diri pada Wanita Involuntary Childless (Ketiadaan Anak Tanpa Kerelaan). Jurnal Psikologi Kepriadian Dan Sosial, 6(1), 39–48. Retrieved from http://url.unair.ac.id/9a92e446
Putri, M. A. T. I. I., & Masykur, A. M. (2013). Penerimaan Diri Pada Istri yang Mengalami Involuntary Childless (Ketidakhadiran Anak Tanpa Disengaja). Jurnal EMPATI, 2(4), 256–265. https://doi.org/10.14710/EMPATI.2013.7411
Rahmaniza, R., Riasmini, N. M., & Netrida, N. (2019). Studi Fenomenologi: Mekanisme Koping Perempuan yang Belum Mempunyai Keturunan Ditinjau dari Aspek Budaya Minangkabau. Jurnal Keperawatan Indonesia, 22(3), 209–218. https://doi.org/10.7454/jki.v22i3.845
Retnoningtias, D. W., & Oktaria, B. S. (2023). Self-Acceptance Perempuan dengan Infertilitas. Jurnal Psikologi Terapan Dan Pendidikan, 5(2), 134–142. https://doi.org/10.26555/jptp.v5i2.27060
Shepard, L. A. (1979). Self-acceptance: The Evaluative Component of the Self-concept Construct. American Educational Research Journal, 16(2), 139–160. https://doi.org/10.3102/00028312016002139
Shreffler, K. M., & Johnson, D. R. (2013). Fertility Intentions, Career Considerations and Subsequent Births: The Moderating Effects of Women’s Work Hours. Journal of Family and Economic Issues, 34(3), 285–295. https://doi.org/10.1007/s10834-012-9331-2
Simarmata, O. Y., & Lestari, M. D. (2020). Harga Diri Dan Penerimaan Diri Pasangan Menikah Tidak Memiliki Anak di Bali. Jurnal Psikologi Udayana, 112–121.
Simoni, M. K., Mu, L., & Collins, S. C. (2017). Women’s Career Priority is Associated With Attitudes Towards Family Planning and Ethical Acceptance of Reproductive Technologies. Human Reproduction, 32(10), 2069–2075. https://doi.org/10.1093/humrep/dex275
Siregar, W. M. (2024). Pengaruh Obesitas Terhadap Kejadian Infertilitas pada Wanita Usia Subur (The Effect of Obesity on The Incidence of Infertility in Women of Childbearing Age). JOPU : Journal Of Public Health, 1(2), 13–16. https://doi.org/10.36929/j
Suleiman, M., August, F., Nanyaro, M. W., Wangwe, P., Kikula, A., Balandya, B., … Muganyizi, P. (2023). Quality of Life and Associated Factors Among Infertile Women Attending Infertility Clinic at Mnazi Mmoja Hospital, Zanzibar. BMC Women’s Health, 23(1), 1–7. https://doi.org/10.1186/s12905-023-02536-4
Susanta, Y. K. (2019). Sentana Rajeg dan Nilai Anak Laki-Laki Bagi Komunitas Bali Diaspora di Kabupaten Konawe. Harmoni, 18(1), 504–518.
Susanto, B. N. A., Megananda, N. K., & Yulianto, S. (2024). Kecemasan pada Wanita yang Mengalami Infertilitas (Anxiety in Women Experienced with Infertility). Jurnal Penelitian Keperawatan, 10(1), 105–115.
Tanaka, K., & Johnson, N. E. (2016). Childlessness and Mental Well-Being in A Global Context. Journal of Family Issues, 37(8), 1027–1045. https://doi.org/10.1177/0192513X14526393
Valentina, T. D., & Martani, W. (2018). Apakah Hasangapon, Hagabeon, dan Hamoraon sebagai Faktor Protektif atau Faktor Risiko Perilaku Bunuh Diri Remaja Batak Toba? Sebuah Kajian Teoritis Tentang Nilai Budaya Batak Toba. Buletin Psikologi, 26(1), 1–11. https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.28489
Widiantari, I. A. (2022). Hubungan Antara Dukungan Sosial Keluarga dan Penerimaan Diri Individu Dengan Lupus. (Skripsi, Universitas Udayana, Denpasar). Retrieved from https://e-perpus.unud.ac.id/repositori/Skripsi?nim=1802531051
Wischmann, T., Schilling, K., Toth, B., Rösner, S., Strowitzki, T., Wohlfarth, K., & Kentenich, H. (2014). Sexuality, Self-Esteem and Partnership Quality in Infertile Women and Men. Geburtsh Frauenheilk, 74, 759–763. https://doi.org/10.1055/s-0034-1368461
World Health Organization. (2024, May 22). Infertility. Retrieved from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/infertility
Yuliarfani, N., & Nina, N. (2022). Pengaruh Pekerjaan, Stres, Obesitas, dan Siklus Menstruasi dengan Kejadian Infertilitas pada Wanita. JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan), 7(1), 21. https://doi.org/10.30829/jumantik.v7i1.10541
Yulita, E., & Tama, M. L. (2023). Penerimaan Diri pada Wanita Menopause yang Belum Memiliki Anak. Jurnal Psikologi: Jurnal Ilmiah Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan, 10(2), 366–379. https://doi.org/10.35891/jip.v10i2