Pengaruh Umur Ibu, Usia Gestasi dan Pre Eklamsia Terhadap Berat Badan Lahir Bayi

Penulis

  • Leni Suhartini STIKes RSPAD Gatot Soebroto

DOI:

https://doi.org/10.31000/cde92h58

Abstrak

Umur ibu, usia gestasi, dan komplikasi kehamilan seperti pre eklamsia adalah beberapa faktor maternal yang dapat memengaruhi berat bayi lahir. Gangguan aliran darah ke plasenta, merupakan salah satu efek penting pre eklamsia, menyebabkan Pertumbuhan Janin Terganggu (PJT) yang kemudian menyebabkan bayi BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur ibu, usia kehamilan, dan pre eklamsia berdampak pada berat bayi yang dilahirkan di RSPAD Gatot Soebroto pada tahun 2024. Metode : Penelitian  ini bersifat kuantitatif menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua ibu bersalin dari bulan Januari-September 2024 sebanyak 344 orang, Sampel penelitian ibu yang mengalami pre eklamsia sebanyak 27 orang. Analisa statistisk dilakukan univariat sampai multivariat. Hasil: analisis  uji T menunjukkan   tidak ada perbedaan rata-rata berat lahir bayi pada ibu dengan umur <35 tahun dan >35 tahun (p = 0,726), ada perbedaan berat lahir bayi usia gestasi <37 minggu dan > 37 minggu (p = 0,000), ada perbedaan berat lahir bayi dari ibu dengan pre eklamsia dan ibu yang tidak (p = 0,000). Hasil analisis regresi linear berganda umur ibu, usia kehamilan, dan pre eklamsia menjelaskan 51,2% variasi berat lahir bayi (R2=0,512). Umur ibu dan usia gestasi memiliki berpengaruh terhadap berat lahir bayi (p < 0,000. Pre eklamsia menunjukkan hubungan negatif dan tidak signifikan (p 0, 058). Kesimpulan : umur ibu dan usia gestasi memiliki korelasi yang signifikan dengan berat bayi saat lahir. Kondisi pre eklamsia memiliki kecenderungan untuk menurunkan berat lahir bayi, tetapi pengaruh ini tidak signifikan secara statistik dalam model ini.

Biografi Penulis

  • Leni Suhartini, STIKes RSPAD Gatot Soebroto
    Midwifery

Referensi

Ahenkorah, B., Sakyi, S., Helegbe, G., Owiredu, E., Ofosu, W., Der, E., Ephraim, R., Amoani, B., Arthur, P., Apio, D., Cheetham, S., & Gyan, B. (2020). Prevalence and Risk Factors Associated With Preeclampsia, Low Birth Weight and Postpartum Hemorrhage in Northern Ghana. Research Square. https://doi.org/10.21203/rs.3.rs-109200/v1

Colcimen, N. (2020). Preeclampsia pathogenesis. Preeclampsia: Risk Factors, Pathogenesis and Potential Treatments, 19–35. https://doi.org/10.1161/hypertensionaha.107.100735

Coviello, E. M., Iqbal, S. N., Grantz, K. L., Huang, C. C., Landy, H. J., & Reddy, U. M. (2019). Early preterm preeclampsia outcomes by intended mode of delivery. American Journal of Obstetrics and Gynecology, 220(1), 100.e1-100.e9. https://doi.org/10.1016/j.ajog.2018.09.027

Handayani, F., Fitriani, H., & Lestari, C. I. (2019). Hubungan Umur Ibu Dan Paritas Dengan Kejadian Bblr Di Wilayah Puskesmas Wates Kabupaten Kulon Progo. Midwifery Journal: Jurnal Kebidanan UM. Mataram, 4(2), 67. https://doi.org/10.31764/mj.v4i2.808

Hockney, R., Waring, G. J., Taylor, G., Cummings, S. P., Robson, S. C., Orr, C. H., & Nelson, A. (2020). Fetal membrane bacterial load is increased in histologically confirmed inflammatory chorioamnionitis: A retrospective cohort study: Fetal membrane bacterial load is increased in HCA. Placenta, 91, 43–51. https://doi.org/10.1016/j.placenta.2020.01.006

Kemenkes. (2018a). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/295/2018 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Tindakan Resusitasi, Stabilisasi, Dan Transpor Bayi Berat Lahir Rendah. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 1–121.

Kemenkes. (2018b). Profil Kesehatan Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Kent, A., Ae, B., Jr, B., & Ea, N. (2008). Management of Severe Preeclampsia. American Journal Obstetri Gynecologi, 1(4), 1–2. papers3://publication/uuid/8548566F-B158-49FB-8754-21A39A0ADEE2

Kim, D., & Saada, A. (2013). The social determinants of infant mortality and birth outcomes in western developed nations: A cross-country systematic review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 10(6), 2296–2335. https://doi.org/10.3390/ijerph10062296

WHO. (2012). Hypertensive Disorders of Pregnancy #Revised Protocol 2012. WHO.

WHO. (2020). Preterm birth: Key facts. World Health Organization, 2015(February), 1–5.

Diterbitkan

2026-07-18

Terbitan

Bagian

Articles