ANALISA KELAYAKAN BISNIS STARONE DAN REKOMENDASI TEKNOLOGI ALTERNATIF

Muhamad Imron

Abstract


Dalam perjalanannya teknologi telekomunikasi berbasis Code Division Multiple Acces (CDMA) adalah teknologi telepon seluler yang sudah ada di dunia hampir 20 tahun lebih. Setiap kali ada penantangnya dari teknologi Global System fo Mobile Communication (GSM), teknologi CDMA selalu berhasil menandinginya.  Teknologi CDMA  yang berawal  di Amerika  Serikat  ini telah dicermati selalu  mengimbangi perkembangan teknologi GSM . Pada saat itu GSM pertama muncul dan mengancam, teknologi CDMA dikembangkan menjadi CDMA 1X sebagai jawaban terhadap ancaman GSM. Kemudian ketika operator GSM meluncurkan GSM/EDGE, sekali lagi CDMA dikembangkan menjadi teknologi CDMA Evolution-Data Optimized (CDMA/EV-DO).  Tetapi  dengan  munculnya  3G-UMTS  dan  HSDPA,  kemudian dengan adanya rencana LTE (Long Term Evolution dari kamp GSM) dan WiMax dari dunia wireless broadband, kebanyakan operator dan carrier di Amerika Serikat enggan mendukung perkembangan teknologi CDMA lebih lanjut. Melihat perkembangan teknologi CDMA di dunia yang demikian tentu saja sedikit banyak mempengaruhi perkembangan CDMA di Indonesia tidak terkecuali PT. Indosat Tbk. dengan brand Starone yang sudah berlangsung hampir 10 tahun sejak kemunculannya pada tahun

2004. Melihat bisnis CDMA ke depan khususnya Starone perlu dilakukan penelitian yang  dapat  menggambarkan  kelanjutan  bisnis  ini  bisa  dikembangkan  atau  tidak.

Dengan pendekatan teori Balanced Scorecard dan Gap Analysis serta melihat profil keuangan yang mempunyai kecenderungan revenue yang menurun secara drastis,  dari

sisi pelanggan jumlah pelanggan aktif semakin hari semakin menurun, bisnis proses internal yang tidak memasukkan Key Performance Indicator (KPI)  sebagai tolok ukur

utama dalam kinerja operasional serta pertumbuhan dan pembelajaran dari Starone ini dapat disimpulkan bahwa bisnis ini secara kontinuitas tidak dapat dilanjutkan lagi. Selanjutnya dicarikan jalan keluar bagi pelanggan yang masih berada pada layanan

Starone untuk menggunakan teknologi lain sehingga layanan komunikasi masih bisa dirasakan oleh pelanggan.

Kata  Kunci:  Code  Division  Multiple  Access,  Strategy,  Balanced  Scorecard,  Key Performance Indicato,Gap Analysis


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.31000/jt.v5i2.341

Article Metrics

Abstract - 815 PDF - 736

Refbacks

  • There are currently no refbacks.