PEMETAAN INDEKS BAHAYA LONGSOR MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DENGAN METODE INDEKS STORIE
DOI:
https://doi.org/10.31000/mj5fhq10Abstract
Ancaman tanah longsor di Indonesia, khususnya di wilayah berbukit seperti Kelurahan Bantuas, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda pada ruas Jalan Al-Hasnie, menjadi isu penting yang memerlukan perhatian serius mitigasi serta perencanaan tata ruang. Metode yang digunakan mencakup pengumpulan data spasial sekunder berupa peta kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah, dan tata guna lahan. Data kemudian diolah dengan perangkat lunak ArcGIS melalui tahapan klasifikasi parameter, memberikan skor tingkat kerentanan, mengklasifikasi ulang ke bentuk raster dengan rentang skor 1–5, serta overlay menggunakan fungsi intersect untuk menggabungkan seluruh informasi. Perhitungan indeks bahaya dilakukan menggunakan rumus Indeks Storie (L = A x B/10 x C/10 x D/10). Hasil penelitian berupa Peta Indeks Bahaya Longsor dengan lima kelas (Sangat Rendah hingga Sangat Tinggi) yang dapat menjadi acuan penting bagi pemerintah dan masyarakat dalam upaya identifikasi risiko serta strategi mitigasi.
Kata kunci: Indeks Bahaya Longsor , Informasi Geografis (SIG), Metode Indeks Storie.
References
Chairu Agisoft Metashape Version 1.5. (2019). Agisoft Metashape User Manual. Diambil kembali dari https://www.agisoft.com/pdf/metashape pro_1_5_en.pdf
Arifin, S. (2006). Implementasi Penginderaan Jauh dan SIG Untuk Inventarisasi Daerah Bencana Longsor Provinsi Lampung, 3.
Astriyan. (2021). Analisis Daerah Rawan Bencana Longsor Menggunakan Metode SMCE Di Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan, 1.
Badan Pusat Statistik Kota Samarinda. (2021). Badan Pusat Statistik Kota Samarinda. Diambil kembali dari Badan Pusat Statistik Kota Web site: https://samarindakota.bps.go.id
Barus. (2016). Pemetaan Bahaya Longsoran Berdasarkan Klasifikasi Statistik Peubah Tunggal Menggunakan SIG Studi Kasus Daerah Ciawi, Puncak, Jawa Barat., 7.
Darmatazia, S. M. (2022). Analisis Penyebab Tanah Longsor Di Gunung Manggah Jalan Otto Iskandardinata, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda, 1.
Puslittanak. (2004). Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanah dan Agroklimat. Laporan Akhir Pengkajian Potensi Bencana Kekeringan, Banjir dan Longsor di Kawasan Satuan Wilayah Sungai Citarum - Ciliwung, Jawa Barat Bagian Barat Berbasis Sistem Informasi Geografis.