Karakteristik Infiltrasi di Kawasan Lahan Gambut Alami dan Lahan Gambut Terbangun Sungai Raya Dalam

Authors

DOI:

https://doi.org/10.31000/xa4r8t36

Keywords:

Infiltrasi, Kapasitas Infiltrasi, Permeabilitas, Porositas Total, Lahan Gambut.

Abstract

Siklus hidrologi memiliki salah satu tahapan yang berperan penting untuk mengatur distribusi air hujan antara limpasan permukaan dan aliran bawah tanah yang disebut infiltrasi. Nilai laju dan kapasitas infiltrasi dipengaruhi kondisi fisik tanah serta perubahan penggunaan lahan. Sungai Raya Dalam 2, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, adalah kawasan gambut yang mengalami perkembangan perumahan pesat sehingga berpotensi mengubah karakteristik tanah dan respons hidrologi. Penelitian ini menghitung perbedaan laju dan kapasitas infiltrasi antara kawasan lahan gambut alami dan lahan gambut terbangun (kawasan perumahan), serta hubungannya dengan permeabilitas dan porositas tanah. Pengukuran dilakukan pada enam lokasi menggunakan metode infiltrasi aktual dan model Horton, disertai pengujian sifat fisik tanah. Hasil menunjukkan laju infiltrasi aktual berkisar 15,16–24,43 mm/jam dan metode Horton 10,031–13,860 mm/jam. Kapasitas infiltrasi aktual berkisar 0,571–0,667 mm/jam dan metode Horton 0,579–0,681 mm/jam. Perbedaan laju infiltrasi antara kawasan perumahan dan lahan gambut berkisar 3–7 mm/jam dengan klasifikasi sedang hingga sedang-lambat. Nilai permeabilitas berbanding lurus terhadap laju dan kapasitas infiltrasi sedangkan nilai porositas total tidak selalu berbanding lurus terhadap laju dan kapasitas infiltrasi. Hasil ini dapat menjadi dasar teknis perencanaan drainase dan pengelolaan permukiman di lahan gambut secara berkelanjutan.

References

Annisa, B. (2018). Penerapan Model Horton Untuk Kuantifikasi Laju Infiltrasi. 18(April), 95–102. https://doi.org/10.25299/saintis.2018.vol18(1).3198

Arif Sudarmanto, Imam Buchori, S. (2014). Perbandingan Infiltrasi Lahan Terhadap Karakteristik Fisik Tanah, Kondisi Penutupan Tanah Dan Kondisi Tegakan Pohon Pada Berbagai Jenis Pemanfaatan Lahan. Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan Dan Profesi Kegeografian, 11(1), 1–13. https://doi.org/10.15294/jg.v11i1.8032

Darajat, A. R., Nurrochmad, F., & Jayadi, R. (2019). Analisis Infiltrasi Di Saluran Primer Daerah Irigasi Boro Kabupaten Purworejo, Propinsi Jawa Tengah. Jurnal Teknik Sipil Dan Lingkungan, 1–9. https://doi.org/10.21831/inersia.v13i2.17178

F. Craig, R. (2004). Soil Mechanics (7th ed.). London : CRC Press.

Ika, A. (2022). Analisa Karakteristik Genangan Berdasarkan Kejadian Hujan dan Laju Infiltrasi. 2(1), 485–496. https://doi.org/10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.40

Karangan, R. (2019). Pengaruh Intensitas Curah Hujan terhadap Kapasitas Infiltrasi Tanah Kampus FT-UH Gowa. Jurnal Teknik, 1–30. http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/5635

M. Das, B. (2011). PRINCIPLES OF GEOTECHNICAL ENGINEERING (7th ed.). Cangage Learning. www.cengage.com

SNI 7752:2012. (2012). Tata cara pengukuran laju infiltrasi di lapangan menggunakan infiltrometer cincin ganda dengan cincin dalam tertutup. In Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Suteja, Y. T. D. S. (2021). Studi Laju Infiltrasi Menggunakan Model Horton Dan Model Philip Pada Berbagai Tutupan Lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Lesti. https://doi.org/10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.07

Tawakal, G. I., & Lesmana, R. Y. (2022). Analisis Kapasitas Infiltrasi Pada Variasi Tutupan Lahan Dengan Metode Horton di Kota Palangkaraya. Briliant: Jurnal Riset Dan Konseptual, 7(3), 804. https://doi.org/10.28926/briliant.v7i3.994

Triatmodjo, B. (2008). Hidrologi Terapan. Yogyakarta : Beta offset.

Published

2026-08-03