Peran Bahasa dalam Pembentukan Identitas Nasional di Kalangan Pemuda: Kajian Sosiolinguistik

Penulis

  • Kuntum Chairum Ummah Universitas Trunojoyo Madura image/svg+xml
  • Aminah Dewi Rahmawati

DOI:

https://doi.org/10.31000/lgrm.v14i3.15113

Abstrak

Nilai-nilai yang terkandung dalam peribahasa Madura merupakan hasil pewarisan ajaran orang tua yang terinternalisasi dalam diri masyarakat dan membentuk pandangan hidup serta perilaku sosial mereka. Bahasa dan falsafah hidup masyarakat Madura berperan penting dalam membentuk kemampuan individu untuk mengarahkan karakter, pola pikir, tindakan, serta cara menyelesaikan persoalan sesuai dengan situasi yang dihadapi. Bagi generasi muda, nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah serta bahasa Madura berperan dalam membentuk kepribadian, cara berpikir, bertindak, dan dalam menghadapi beragam tantangan kehidupan. Pemuda memegang peran penting sebagai agen perubahan yang mampu memanfaatkan bahasa sebagai sarana komunikasi lintas budaya dan pembentuk identitas nasional dalam konteks globalisasi dan pergaulan internasional. Peran bahasa Madura dalam pembentukan karakter pemuda terlihat dalam pepatah “Abantal Omba, Asapo Angin†yang mengandung arti berbantal ombak, berselimut angin. Pepatah ini mengandung arti bahwa pemuda madura harus memiliki sifat yang Melambangkan keberanian, keteguhan, dan kesiapan menghadapi tantangan. Pemuda yang berpegang pada pepatah ini diharapkan menjadi pribadi yang berani, tangguh, dan tidak takut menghadapi perubahan dalam pergaulan dan kehidupan modern. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yaitu adalah penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif, bahwa metode kualitatif merupakan menggunakan landasan dan pendekatan sosiolinguistik. Penelitian ini menggunakan Kajian Teori Fungsionalisme Struktural untuk mengidentifikasi perilaku pemuda yang ditentukan oleh norma dan nilai sosial di dalam pembentukan identitas nasional. Lokasi Penelitian di Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan-Madura. Proses pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi lapangan, wawancara mendalam, serta diskusi kelompok terarah (FGD). Hasil temuan penelitian menjelaskan bahwa bahasa memiliki peran sentral dalam pembentukan identitas nasional di kalangan pemuda, baik sebagai sarana komunikasi, simbol kebangsaan, maupun media internalisasi nilai-nilai budaya. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa pemuda memandang bahasa Indonesia tidak sekadar alat komunikasi formal, tetapi juga sebagai penanda identitas kolektif.

Biografi Penulis

  • Aminah Dewi Rahmawati
    Universitas Trunojoyo Madura

Diterbitkan

2025-12-30