Representasi Kekuasaan dalam Kumpulan Cerpen Saksi Mata Karya Seno Gumira Ajidarma: Analisis Kritik Wacana Michel Foucault

Authors

  • Kumaidi Kumaidi Universitas PGRI Ronggolawe

DOI:

https://doi.org/10.31000/lgrm.v14i3.15201

Abstract

Abstract: This study aims to examine the representation of power in the short story collection Saksi Mata by Seno Gumira Ajidarma using Michel Foucault's discourse criticism approach. Power is understood not only as a repressive force, but also as a discursive practice that shapes truth and controls social narratives. Through in-depth textual analysis, this study reveals how the short stories represent power relations in the Indonesian socio-political context of the New Order era, especially in the form of silencing voices, manipulating history, and symbolic resistance through language and narrative structure. The results show that Saksi Mata is not just a literary work, but an effective medium of social criticism in opening a space for dialogue and critical awareness of power practices. This research makes an important contribution to the study of literature and cultural criticism, especially in understanding the mechanisms of power through literary discourse.

Keywords: Representation of Power, Discourse Criticism, Contemporary Literature

Author Biography

  • Kumaidi Kumaidi, Universitas PGRI Ronggolawe

    Representasi Kekuasaan dalam Kumpulan Cerpen Saksi Mata Karya Seno Gumira Ajidarma: Analisis Kritik Wacana Michel Foucault

    Kumaidi

    kumaidi77@unirow.ac.id

    Universitas PGRI Ronggolawe

     

    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi kekuasaan dalam kumpulan cerpen Saksi Mata karya Seno Gumira Ajidarma dengan menggunakan pendekatan kritik wacana Michel Foucault. Kekuasaan dipahami tidak hanya sebagai kekuatan represif, tetapi juga sebagai praktik diskursif yang membentuk kebenaran dan mengontrol narasi sosial. Melalui analisis tekstual yang mendalam, penelitian ini mengungkap bagaimana cerpen-cerpen tersebut merepresentasikan relasi kekuasaan dalam konteks sosial-politik Indonesia masa Orde Baru, terutama dalam bentuk pembungkaman suara, manipulasi sejarah, serta perlawanan simbolik melalui bahasa dan struktur naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Saksi Mata bukan sekadar karya sastra, melainkan medium kritik sosial yang efektif dalam membuka ruang dialog dan kesadaran kritis terhadap praktik kekuasaan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam studi sastra dan kritik budaya, khususnya dalam memahami mekanisme kekuasaan melalui wacana sastra.

    Kata Kunci: Representasi Kekuasaan, Kritik Wacana, Sastra Kontemporer

Downloads

Published

2025-12-30