MEDAN MAKNA RELIGIUS DALAM CERPEN PECAHNYA GAYUNG MASJID KARYA TRIYANTI DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN TEKS NARATIF DI SMA
DOI:
https://doi.org/10.31000/lgrm.v15i1.16011Abstract
Artikel berjudul “Medan Makna Religius dalam Cerpen Pecahnya Gayung Masjid Karya Triyanti dan Relevansinya terhadap Pembelajaran Teks Naratif di SMA†bertujuan mendeskripsikan medan makna religius dalam cerpen karya Triyanti serta menjelaskan relevansinya terhadap pembelajaran teks naratif di SMA. Penelitian ini dibatasi pada analisis unsur kebahasaan berupa kata, frasa, kalimat, dan kutipan yang mengandung diksi religius dengan fokus pada hubungan manusia dengan ALLAH dan hubungan manusia dengan sesama, tanpa membahas aspek biografis pengarang maupun respons pembaca. Bahan penelitian berupa teks cerpen “Pecahnya Gayung Masjidâ€, dengan data berupa satuan bahasa yang merepresentasikan nilai ibadah, simbol keagamaan, dan moralitas. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi dokumentasi dengan teknik identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diksi religius membentuk dua medan makna utama, yakni relasi manusia dengan ALLAH yang tercermin dalam sikap taat dan spiritualitas, serta relasi manusia dengan sesama melalui nilai kepedulian sosial. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa medan makna religius dibangun secara konsisten dalam struktur naratif dan relevan dimanfaatkan sebagai bahan ajar teks naratif di SMA untuk mendukung penanaman nilai karakter dan pemahaman makna sastra.
Kata Kunci: medan makna 1, religius 2, cerpen 3, teks naratif 4, pendidikan karakter 5