STILISTIKA MAJAS DALAM ANTOLOGI CERPEN WAKTU ITU HUJAN RINTIK DAN AKU MERASA ASING DAN SENDIRI KARYA T. AGUS KAIDIR DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MODUL AJAR
DOI:
https://doi.org/10.31000/c63b5581Abstract
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan fungsi majas dominan (metafora, personifikasi, hiperbola, dan citraan) dalam cerpen karya T. Agus Kaidir serta mengkaji implikasinya dalam pengembangan modul ajar berbasis stilistika di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa kutipan teks dalam kumpulan cerpen Waktu Itu Hujan Rintik dan Aku Merasa Asing dan Sendiri karya T. Agus Kaidir. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majas metafora dan personifikasi paling dominan digunakan untuk membangun suasana melankolis dan menggambarkan kondisi psikologis tokoh, sementara citraan visual dan auditif memperkuat pengalaman emosional pembaca. Repetisi berfungsi sebagai penegasan konflik batin tokoh. Selain itu, penggunaan repetisi berfungsi untuk menegaskan emosi dan makna dalam cerita. Temuan ini diimplementasikan dalam modul ajar berbasis stilistika yang berfokus pada identifikasi, analisis fungsi, dan produksi gaya bahasa oleh siswa, sehingga mampu meningkatkan kemampuan literasi sastra, berpikir kritis, dan kreativitas berbahasa siswa. Modul ajar ini efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi sastra, berpikir kritis, serta kreativitas siswa dalam memahami dan menghasilkan teks sastra.
Kata Kunci: stilistika, gaya bahasa, cerpen, modul ajar, pembelajaran sastra