Variasi Bahasa Melayu Dialek Pontianak dan Ragam Bahasa Gaul Dalam Tuturan Generasi Z Di Coffee Shop Kota Pontianak : Kajian Sosiolinguistik
DOI:
https://doi.org/10.31000/774wm176Abstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk variasi bahasa yang digunakan oleh Generasi Z serta mengidentifikasi faktor sosial yang memengaruhi pemilihan bahasa dalam interaksi sehari-hari di coffee shop Kota Pontianak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data berupa tuturan lisan yang diperoleh melalui observasi nonpartisipatif, teknik simak dan catat, perekaman, serta wawancara semi-terstruktur terhadap Generasi Z yang dipilih secara purposive. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan Generasi Z mengandung dua bentuk variasi bahasa, yaitu variasi dialek dan variasi sosiolek. Variasi dialek ditunjukkan oleh penggunaan 19 kosakata khas Melayu Dialek Pontianak yang masih bertahan dalam komunikasi sehari-hari. Variasi sosiolek diwujudkan melalui ragam bahasa gaul yang terdiri atas 8 bentuk pemendekan, 15 singkatan, 10 akronim, dan 15 bentuk kreatif. Temuan yang paling dominan adalah campur kode antara Melayu Dialek Pontianak dan bahasa Inggris yang digunakan sebagai strategi komunikasi sekaligus penanda identitas generasional. Penggunaan bahasa tersebut dipengaruhi oleh faktor partisipan, setting, solidaritas kelompok sebaya, media sosial dan budaya populer, serta topik dan tujuan komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z mampu memadukan identitas lokal dan identitas generasional secara adaptif melalui penggunaan bahasa dalam interaksi sehari-hari.
Kata kunci: Bahasa Melayu, ragam bahasa gaul, tuturan Gen Z.