Anafora dalam Antologi Puisi Tegalan Selawase Dadi Siji sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Menulis Puisi di SMA
DOI:
https://doi.org/10.31000/cfxv7882Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk anafora dalam antologi puisi Tegalan Selawase Dadi Siji karya dosen dan mahasiswa PBSI serta menjelaskan pemanfaatan hasil penelitian sebagai bahan ajar pembelajaran menulis puisi di SMA. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian berupa antologi puisi Tegalan Selawase Dadi Siji, sedangkan data penelitian berupa kata atau larik yang memuat anafora dalam puisi. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan metode hermeneutika dengan cara menginterpretasikan serta memahami makna teks puisi secara mendalam melalui proses membaca keseluruhan puisi, mengidentifikasi bagian yang mengandung anafora, kemudian menafsirkan bentuk anafora dengan mempertimbangkan konteks, makna bahasa, dan tujuan penggunaan gaya bahasa oleh penyair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 81 data anafora yang ditemukan dalam 37 puisi dari 40 puisi yang dianalisis. Bentuk anafora yang ditemukan berupa pengulangan kata pada awal larik atau bait puisi yang berfungsi untuk memberikan penegasan, memperkuat makna, serta menciptakan keindahan bunyi dalam puisi. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar pembelajaran menulis puisi di SMA, khususnya pada materi penggunaan unsur kebahasaan puisi. Pemanfaatan anafora dalam pembelajaran menulis puisi dapat membantu peserta didik memahami penggunaan gaya bahasa serta meningkatkan kemampuan dalam menciptakan puisi yang lebih ekspresif dan estetik.