Strategi Penyamaran Makna Konotatif Bahasa Vulgar Tersirat dalam Lirik Lagu Tenxi Kajian Semiotika
DOI:
https://doi.org/10.31000/yzqpzt67Abstract
Makna konotatif dalam bahasa vulgar sering digunakan dalam lirik lagu sebagai sarana ekspresi emosional yang disamarkan, sehingga pesan sensitif dapat disampaikan secara estetis dan diterima oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk makna konotatif bahasa vulgar tersirat serta mengungkap strategi penyamaran makna dalam lirik lagu Tenxi menggunakan kerangka teori semiotika Roland Barthes. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan sumber data lirik lagu Garam dan Madu (Sakit Dadaku), Attached, Coba Lagi, dan Horreg. Data yang digunakan berupa satuan lingual yang meliputi kata, frasa, klausa, dan kalimat dalam lirik lagu tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dengan teknik simak, baca, dan catat. Analisis data mengunakan model Milles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penyamaran makna terbagi menjadi dua kategori. Secara kebahasaan, penyamaran dilakukan melalui metafora, eufemisme, ambiguitas, metonimia, implikatur, serta campur kode bahasa Inggris. Secara non-kebahasaan, penyamaran dilakukan melalui aspek musikal, fonologis, dan kontekstual, sehingga makna vulgar tetap dapat disampaikan secara tersirat dan diterima oleh pendengar maupun masyarakat.