“Analisis Penyebab Penyimpangan Sosial dalam Film Serigala Terakhir Karya Upi Avianto: Kajian Sosiologi Sastra,â€
DOI:
https://doi.org/10.31000/lgrm.v14i3.15067Abstract
Penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang berkontribusi terhadap penyimpangan sosial dalam film Serigala Terakhir karya Upi Avianto dengan menggunakan perspektif sosiologi sastra. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan determinan sosial yang memengaruhi perilaku menyimpang para tokoh dan memahami interaksi antara pengaruh lingkungan, prinsip etika, dan keputusan hidup dalam lingkungan perkotaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif, yang mengkaji adegan, dialog, dan hubungan antar tokoh sebagai refleksi realitas sosial yang kompleks. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penyimpangan sosial dalam film ini dipicu oleh kondisi ekonomi yang tidak merata, regulasi sosial yang tidak memadai, dan kebutuhan akan identitas di tengah lingkungan kekerasan dan solidaritas yang ilusif. Lingkungan sosial ekonomi yang sulit membuat orang cenderung tidak bertindak secara moral, yang membuat para tokoh merasa terbelah antara melakukan hal yang benar dan tetap hidup. Penggambaran ini menggarisbawahi bahwa perilaku menyimpang bukan semata-mata tindakan individu, melainkan manifestasi dari pengaruh sosial dan cita-cita yang berkembang dalam masyarakat. Studi ini menggarisbawahi signifikansi sosiologi sastra dalam menafsirkan film sebagai refleksi kehidupan sosial dan perannya dalam menjelaskan dinamika moralitas dan kemanusiaan dalam konteks yang terus berkembang.Â
Kata kunci: penyimpangan sosial, sosiologi sastra, sinema, realitas sosial, etika.
References
Basri, M. H., Mustamar, S., & Ningsih, S. (2013). Analisis Patologi Sosial Dalam Novel Mimi Lan Mintuna Karya Remy Sylado. Publika Budaya, 1(1), 1-15.
Burlian, P. (2016). Patologi Sosial. Jakarta: Bumi Aksara.
Darma, B. (2004). Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.
Hasibuan, A. A. (2021). Buku Ajar Patologi Sosial. Rawamangun: Kencana.
Lestari, A. P., Setiawan, H., & Munifah, S. (2024). Patologi sosial dalam novel Bendera Setengah Tiang karya Annisa Lim. LEKSIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(1)
Novita, A., & Maulidiah, R. H. (2023). Analisis Nilai kehidupan Pada Novel Kado Terbaik Karya J.S. Khairen dan Relevansinya Dengan Pembelajaran Sastra Di SMA (Tinjauan Sosiologi Sastra). Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 3(2), 227-238.
Makbul, M., Muhammad, Y. A., & Sussang, D. S. (2021). Patologi Sosial dalam Tinjauan Pendidikan Islam dan Solusinya. Bacaka: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(1), 53-63.
Megawulandari, M., Rafli, Z., & Rohman, S. (2019). Patologi sosial dalam novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu karya Tere Liye. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(2), 85-90.
Purnamasari , A., Hudiyono, Y., & Rijal , S. (2017). Analisis Sosiologi Sastra Dalam Novel Bekisar Merah Karya Ahmad Tohari. Jurnal Ilmu Budaya, 1(2), 140-150.
Pramana, A. D., Mariati, S., & Maslikatin, T. (2013). Analisis Patologi Sosial Novel Batas Karya Akmal Nasery Basral. Artikel Hasil Penelitian Mahasiswa 2013, 1-19.
Supardi, P. R., Damaianti, V. S., & Cahyani, I. (2020). Kajian Sosiologi Sastra dan Pendidikan Karakter Film Pendek "Selamat Siang, Risa!" Serta Implementasinya Dalam Pembelajaran Sastra Di Sekolah. Seminar Internasional Riksa Bahasa XIV, 721-730.
Wekke, I. S., & dkk. (2019). Metode Penlitian Sosial. Gawe Buku.
Wiyatmi. (2009). Pengantar Kajian Sastra. Yogyakarta: Pustaka.