KRITIK SASTRA FEMINISME PADA CERPEN “MENGAPA TOKOH KITA INGIN MENJADI BAOA?†KARYA RADJA SINAGA: FEMINISME MARXIS
DOI:
https://doi.org/10.31000/lgrm.v14i3.15253Abstract
Abstrak
Fenome dalam cerpen “Mengapa Tokoh Kita Ingin Menjadi Baoa?†karya Radja Sinaga mengarah pada ketidakadilan yang dialami tokoh-tokoh perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam terkait bentuk-bentuk diskriminasi dan ketidakadilan terhadap perempuan dalam cerpen tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah feminisme Marxis dengan menganalisis bentuk diskriminasi, budaya patriarki, dan tekanan sosial yang dialami tokoh-tokoh perempuan. Metode penelitian kualitatif deskriptif digunakan untuk menemukan dan menguraikan data. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumen dengan melihat dan menganalisis objek serta data-data pendukung seperti penelitian terdahulu dan data terkait teori yang akan digunakan. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan, diantaranya bentuk diskriminasi, budaya patriarki, dan tekanan sosial. Bentuk diskriminasi tercermin melalui perlakuan tidak adil, memosisikan Mama sebagai perempuan merugikan akibat tidak dapat memberikan anak laki-laki. Budaya patriarki ditunjukkan pada ketidakadilan yang dialami Mama saat Bapak selalu menuntut lebih. Tekanan sosial ditemukan ketika Mama dituntun untuk segera menikah, dan Mama disalahkan ketika pernikahan tersebut tidak menghasilkan anak laki-laki. Kebermanfaatan penelitian ini terletak pada memahami secara mendalam terkait bentuk-bentuk diskriminasi dan ketidakadilan yang dialami perempuan.
Kata Kunci: Budaya Patriarki, Cerpen, Feminisme Marxis
References
Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. CV Jejak.
Arwan, A., Mahyuni, M., & Nuriadi, N. (2019). Perjuangan Perempuan dalam Sarinah Karya Soekarno: Kajian Kritik Sastra Feminisme Marxis. Basastra, 8(2), 154–169. https://doi.org/10.24114/bss.v8i2.14468
Besse Syukroni Baso. (2021). Ketidakadilan Gender melalui Sastra: Kekerasan terhadap Perempuan dalam Novel Kembang Jepun. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 1(1), 118–129. https://doi.org/10.53769/deiktis.v1i1.119
Cecaria, A., & Meliasanti, F. (2023). Kritik Sastra Feminisme Dalam Cerpen “Fragmen Kesedihan Di Malam Lebaran†Karya Dimas Indiana Senja. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(13), 68–80. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.8145447
Diana, J. (2018). Citra Sosial Perempuan dalam Cerpen Kartini Karya Putu Wijaya: Tinjauan Kritik Sastra Feminis. Jurnal Pena Indonesia, 4(1), 78–96. http://journal.unesa.ac.id/index.php/jpi
Malik, A., Abidin, A., & Syam Saguni, S. (2023). Penindasan dan Dampak Eksistensi Perempuan dalam Novel Nayla Karya Djenar Maesa Ayu (Feminisme Marxis). Cakrawala Indonesia, 8(2), 96–105. https://doi.org/10.55678/jci.v8i2.1158
Mukhibun, A., & Wardani, N. E. (2023). Ketidakadilan Gender pada Tokoh Perempuan dalam Novel Terusir Karya Buya Hamka: Kajian Kritik Sastra Feminis. GERAM, 11(2), 114–123. https://doi.org/10.25299/geram.2023.vol11(2).15485
Nurgiyantoro, Burhan. (2018). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Padmasari, L. O., Novita Dewi, & Setya Tri Nugraha. (2025). Perlawanan terhadap Diskriminasi Perempuan dalam Novel Cantik Itu Luka: Kajian Feminisme Marxis. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 11(2), 1520–1538. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i2.5609
Pasaribu, D. A., Ginting, E. E., & Farasi, T. A. (2025). Analisis Belenggu Feminisme dalam Cerpen Tio Na Tonggi Karya Hasan Al-Banna dengan Teori Feminisme Marxis: Karl Marx. Carong: Jurnal Pendidikan, Sosial, Dan Humaniora, 1(3), 386–394. https://doi.org/10.62710/rppgwm59
Rachmanti, R. A., & Septriana, H. (2025). Analisis Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Mereka Bilang Aku Kemlinthi Karya Hanifa Vidya: Prespektif Sigmund Freud. Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 13(3), 54–66. https://doi.org/10.31000/lgrm.v13i3.12646
Ramdani, S. P. R., & Hidayanti. (2022). Analisis Unsur Intrinsik Cerpen Menjauh untuk Menjaga Karya Novita Anissa Azza: Pendekatan Mimetik. Concept: Journal of Social Humanities and Education, 1(4), 137–150.
Rini, A. M. L., Martono, & Seli, S. (2014). Citra Perempuan pada Novel Hati Sinden Karya Dwi Rahyuningsih (Kajian Feminisme Marxis). Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa, 3(4), 1–17.
Roosinda, F. W., Lestari, N. S., Utama, A. A. G. S., Anisah, H. U., Siahaan, A. L. S., Islamiati, S. H. D., Astiti, K. A., Hikmah, N., & Fasa, M. I. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Zahir Publishing.
Sa’adah Fuji Astutik, & Ahmad Ilzamul Hikam. (2025). Analisis Tokoh Suhita Pada Novel Hati Suhita: Kajian Feminisme Marxis. Fonologi: Jurnal Ilmuan Bahasa Dan Sastra Inggris, 3(2), 230–246. https://doi.org/10.61132/fonologi.v3i2.1934
Sari, S. S., & Hayati, Y. (2023). Perempuan dalam Budaya Patriarki: Kajian Karya Sastra Penulis Perempuan Indonesia. Anathor: Education and Learning Journal, 2(1), 117-125.
Savitri, A. V., Pujihastuti, E., & Melasarianti, D. L. (2022). Prawara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Prawara: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 3(1), 1–17. http://jos.unsoed.ac.id/index.php/jpbsi/index
Setyorini, R. (2017). Diskriminasi Gender dalam Novel Entrok Karya Okky Madasari: Kajian Feminisme. Jurnal Desain, 4(03), 291–297. https://doi.org/10.30998/jurnaldesain.v4i03.1866
Sinaga, R. (2025, August 22). Mengapa Tokoh Kita Ingin Jadi Baoa? Basabasi.Co. https://basabasi.co/mengapa-tokoh-kita-ingin-jadi-baoa/
Verah, E. O., Yuwana, S., & Setijawan. (2022). Subordinasi dan Inferioritas Gender dalam Novel LA Barka Karya Nh. Dini. Jurnal Education and Development, 10(3), 578–584.
Wiyatmi. (2017). Perempuan dan Bumi dalam Sastra, dari Kritik Sastra Feminis, Ekokritik, sampai Ekofeminisme. Cantrik Pustaka.
Yunailis, C. (2024). Narasi Tubuh Perempuan: Kritik Feminisme Dalam My Body Oleh Emily Ratajkowski. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 1(7), 754–761. https://doi.org/10.59837/jpnmb.v1i7.142