MENJEMBATANI KESENJANGAN DIGITAL: TINJAUAN INTEGRATIF PERAN BAHASA SEBAGAI AKOMODASI KRITIS
DOI:
https://doi.org/10.31000/lgrm.v15i1.15705Abstract
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berperan esensial dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian individu, namun potensi tersebut belum terwujud secara merata akibat adanya kesenjangan digital. Kesenjangan ini dipengaruhi oleh faktor demografi, akses literasi, serta konsekuensi sosio-ekonomi dari digitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi definisi, manfaat, dan peran krusial bahasa dalam mewujudkan inklusi digital yang berkeadilan, menggunakan pendekatan tinjauan literatur integratif. Tiga puluh enam publikasi bereputasi (termasuk Scopus dan Web of Science) dianalisis melalui empat fase: perancangan, pelaksanaan, analisis, dan penulisan tinjauan. Hasil studi menunjukkan bahwa bahasa merupakan salah satu faktor penunjang inklusi digital, yang berfungsi sebagai katalis utama bagi pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pembentukan masyarakat yang partisipatif. Faktor tersebut dapat dikategorikan sebagai: (1) representasi simbolik literasi digital yang menjadi prasyarat esensial untuk navigasi dan pemahaman platform teknologi; (2) akomodasi kritis untuk menjembatani hambatan linguistik bagi penyandang disabilitas (misalnya melalui teks-ke-ucapan dan penyederhanaan adaptif teks); (3) strategi adaptasi bagi masyarakat pendatang (melalui translanguaging dan optimalisasi multibahasa) guna membangun integrasi sosial dan mengakses layanan ; serta (4) sarana analisis kebutuhan informasi dan akses setara terhadap layanan publik, khususnya layanan kesehatan, di mana hambatan bahasa dapat diminimalisir melalui aplikasi multibahasa dan komunikasi yang disederhanakan. Secara keseluruhan, pemahaman komprehensif terhadap dimensi kebahasaan sangat penting untuk melengkapi fokus teknologis, guna memastikan keterlibatan yang setara, partisipatif, dan representatif dalam ekosistem digital.