IMPLIKATUR PERCAKAPAN MEMINTA DALAM BAHASA MELAYU DI DESA PERENTAK KABUPATEN MERANGIN
DOI:
https://doi.org/10.31000/lgrm.v15i1.15726Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk lingual, satuan pragmatis, serta implikasi pragmatis dari implikatur percakapan meminta yang digunakan dalam interaksi keluarga. Batasan penelitian difokuskan pada tuturan meminta yang muncul secara alami dalam komunikasi sehari-hari antaranggota keluarga di Desa Perentak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data berupa tuturan lisan diperoleh melalui teknik observasi, simak libat cakap, perekaman, dan pencatatan, kemudian dianalisis menggunakan teori implikatur percakapan Grice. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implikatur percakapan meminta diwujudkan dalam berbagai bentuk lingual, seperti kalimat deklaratif, interogatif, dan imperatif tidak langsung, yang secara pragmatis mengandung maksud permintaan. Satuan pragmatis tuturan dipengaruhi oleh konteks situasi, hubungan penutur dan mitra tutur, serta norma kesantunan budaya setempat. Implikasi pragmatis yang ditemukan menunjukkan bahwa penggunaan implikatur berfungsi menjaga keharmonisan komunikasi dan mencerminkan nilai kesopanan dalam lingkungan keluarga. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa implikatur percakapan meminta merupakan strategi komunikasi yang dominan dan bermakna dalam interaksi keluarga masyarakat Desa Perentak.