RELASI MANUSIA DAN ALAM DALAM CERPEN KUTUKAN NAGA JATI KARYA TEGUH SATRIYO: ANALISIS EKOKRITIK SASTRA DAN EKONOMI HIJAU

Authors

  • Selri Marcelina Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen
  • Rosita Sofyaningrum Universitas Ma’arif Nahdlatul Ulama Kebumen

DOI:

https://doi.org/10.31000/lgrm.v15i1.15837

Abstract

Artikel berjudul Relasi Manusia dan Alam dalam Cerpen Kutukan Naga Jati: Kajian Ekokritik dan Perspektif Ekonomi Hijau bertujuan mendeskripsikan representasi hubungan manusia dan alam serta relevansinya dengan prinsip ekonomi hijau dalam cerpen Kutukan Naga Jati karya Teguh Satriyo. Penelitian ini dibatasi pada analisis teks cerpen dengan fokus pada tokoh, latar, konflik, dan simbol mitologis sebagai representasi krisis ekologis. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan ekokritik Lawrence Buell dan konsep ekonomi hijau. Data berupa kutipan narasi dan dialog yang menunjukkan eksploitasi lingkungan dan dampaknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen merepresentasikan relasi manusia dan alam yang timpang dan eksploitatif akibat dominasi cara pandang antroposentris yang memosisikan hutan jati sebagai komoditas ekonomi. Eksploitasi tersebut menimbulkan kerusakan ekologis sekaligus krisis sosial yang berdampak kolektif. Cerpen juga menampilkan alam sebagai entitas sakral melalui simbol jati keramat dan mitos naga sebagai bentuk etika ekologis lokal serta sebagai subjek moral yang menuntut keadilan ekologis. Simpulan penelitian menegaskan bahwa relasi manusia dan alam dalam cerpen bertentangan dengan prinsip keberlanjutan, efisiensi sumber daya, dan keadilan sosial dalam ekonomi hijau, serta menunjukkan peran sastra sebagai media reflektif untuk membangun kesadaran ekologis.

Downloads

Published

2026-03-30