PERJUANGAN EKSISTENSI PEREMPUAN DALAM FILM BUMI MANUSIA: PERSPEKTIF FEMINISME EKSISTENSIAL

Authors

  • Mita Anggraini Jambi University image/svg+xml
  • Yusra D
  • Rahmawati Rahmawati

DOI:

https://doi.org/10.31000/lgrm.v15i1.16015

Abstract

Penelitian ini mengkaji perjuangan eksistensi perempuan dalam film Bumi Manusia (2019) karya sutradara Hanung Bramantyo yang diadaptasi dari novel Pramoedya Ananta Toer dengan judul yang sama. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk perjuangan eksistensi perempuan yang tercermin dalam tokoh Nyai Ontosoroh dan Annelies Mellema, serta menganalisis cara tokoh-tokoh perempuan tersebut merespons tekanan patriarki kolonial yang melingkupi kehidupan mereka. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi sistematis terhadap adegan (scene), dialog, dan representasi visual dalam film. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan feminisme eksistensial berdasarkan teori Simone de Beauvoir tentang perempuan sebagai "Liyan" (the Other). Hasil penelitian menunjukkan tiga bentuk perjuangan eksistensi perempuan dalam film ini: (1) perlawanan terhadap konstruksi sosial yang menjadikan perempuan sebagai objek subordinat, (2) upaya pencapaian kebebasan autentik melalui penegasan identitas dan peran diri di luar batasan gender, dan (3) resistensi aktif terhadap sistem patriarki kolonial Hindia Belanda yang meniadakan hak-hak perempuan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa film Bumi Manusia bukan sekadar karya sinematik bernilai artistik, melainkan juga dokumen sosial yang merekam perjuangan eksistensial perempuan dalam struktur kekuasaan yang penuh ketidakadilan gender.

Downloads

Published

2026-03-30