Subjek Transindividual dan Narasi Imajinatif: Malin Kundang dalam Dialektika Strukturalisme Genetik Goldmann dan Teori Kolaborasi Yuval Noah Harari

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.31000/lgrm.v15i1.16093

Abstrak

Legenda Malin Kundang dari Sumatera Barat bukan sekadar cerita moral tentang anak durhaka, tetapi merupakan narasi kolektif yang mencerminkan kesadaran sosial masyarakat Minangkabau. Penelitian ini menggunakan pendekatan strukturalisme genetik Lucien Goldmann dan teori kolaborasi Yuval Noah Harari untuk menganalisis bagaimana legenda ini menanamkan nilai moral, solidaritas sosial, dan tanggung jawab terhadap komunitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa konflik antara ambisi individu dan tanggung jawab sosial dalam cerita Malin Kundang memperlihatkan pentingnya kesetiaan pada narasi bersama sebagai fondasi kolaborasi dan kohesi masyarakat. Kutukan Malin menjadi batu berfungsi sebagai simbol sanksi sosial atas pelanggaran norma kolektif. Legenda ini memiliki relevansi universal, mengajarkan bahwa keberlanjutan masyarakat tidak hanya bergantung pada kekuatan individu atau teknologi, tetapi pada keberadaan narasi moral yang membimbing perilaku, menegakkan norma sosial, dan memperkuat solidaritas lintas generasi.

Diterbitkan

2026-04-18

Terbitan

Bagian

Articles