Kaji Numerik Efek Jumlah Sirip Heatsink terhadap Performa Thermal dan Hidrolik

Penulis

DOI:

https://doi.org/10.31000/mbjtm.v10i2.16970.g%25g

Abstrak

Heatsink menjadi salah satu komponen pendingin pasif yang berfungsi untuk melepaskan panas dari komponen elektronik ke lingkungan. Salah satu faktor yang memengaruhi kinerja termal heatsink adalah jumlah sirip, karena berkaitan dengan luas permukaan perpindahan panas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah sirip terhadap distribusi temperatur pada heatsink menggunakan simulasi termal. Penelitian dilakukan dengan metode simulasi numerik menggunakan modul Steady-state thermal. Model heatsink dibuat menggunakan SolidWorks kemudian diimpor ke program CFD (Computational Fluid Dynamics) dengan variasi jumlah sirip sebanyak 7, 9, dan 11 sirip. Material yang digunakan adalah Aluminum Alloy dengan kondisi batas yang sama pada setiap variasi, yaitu temperatur awal 22°C, temperatur lingkungan 30°C, Heat Flow sebesar 15 W, dan koefisien konveksi sebesar 1 × 10⁻4 W/mm²·°C. Hasil simulasi menunjukkan bahwa variasi jumlah sirip memengaruhi distribusi temperatur pada heatsink. Variasi 7 sirip menghasilkan temperatur minimum 38,543 °C dan temperatur maksimum 45,523°C, variasi 9 sirip menghasilkan temperatur minimum 36,914°C dan temperatur maksimum 43,309°C, sedangkan variasi 11 sirip menghasilkan temperatur minimum 35,793 °C dan temperatur maksimum 41,720 °C. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa heatsink dengan 11 sirip memberikan performa termal terbaik karena memiliki distribusi temperatur paling rendah dibandingkan variasi lainnya dan berpotensi dapat diterapkan secara praktis di lapangan.

Kata kunci: Heatsink, Steady-state thermal, CFD (Computational Fluid Dynamics), Jumlah Sirip.

Diterbitkan

2026-08-31