ANALISIS KEBAIKAN PERPINDAHAN PANAS OIL COOLER PADA POMPA FEEDWATER DI PLTU SUNGAI TENGAR KAPASITAS 4x25MW

Authors

  • Sardo Nainggolan Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang
  • Muhamad Safi’i
  • Althesa Androva
  • Yafid Effendi

DOI:

https://doi.org/10.31000/mbjtm.v10i1.16591.g%25g

Abstract

PLTU berkapasitas 4 × 25 MW yang terintegrasi dengan fasilitas smelter grade alumina di Sungai Tengar, Kalimantan Barat, menggunakan heat exchanger tipe pelat model BR015-4 sebagai oil cooler pada sistem pelumasan feedwater pump (FWP). Peralatan ini berfungsi menjaga temperatur oli pelumas agar tetap berada pada rentang operasi yang aman dan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa perpindahan panas heat exchanger, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efisiensi operasinya, serta menilai kesesuaian kondisi aktual terhadap spesifikasi pabrikan. Data penelitian diperoleh melalui pengamatan selama 48 jam operasi berkelanjutan yang meliputi pengukuran temperatur, tekanan, dan inspeksi kondisi internal alat. Parameter operasi yang digunakan mencakup temperatur maksimum 80°C, temperatur oli masuk 48°C, luas permukaan perpindahan panas 6 m², kecepatan aliran oli sebesar 0,8 m/s pada kondisi normal dan 1,2 m/s saat dua pompa beroperasi, serta kecepatan aliran air pendingin sebesar 1,0 m/s. Hasil perhitungan laju perpindahan panas (Q), beda temperatur rata-rata logaritmik (LMTD), dan koefisien perpindahan panas menyeluruh (U) menunjukkan bahwa pada operasi normal nilai U mencapai 245,2 W/m²·°C, lebih rendah dibandingkan standar industri sebesar 400–800 W/m²·°C. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh adanya fouling pada permukaan pelat serta temperatur air pendingin yang melebihi spesifikasi desain. Pada saat dua pompa oli dioperasikan secara bersamaan untuk kebutuhan preventif, nilai U meningkat menjadi 512,5 W/m²·°C dan telah berada dalam rentang standar yang direkomendasikan, dengan tekanan oli masuk tetap berada di bawah batas aman sebesar 0,40 MPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa heat exchanger masih mampu memenuhi kebutuhan operasi feedwater pump, namun peningkatan efisiensi perpindahan panas memerlukan kegiatan pembersihan dan pemeliharaan secara berkala.

 

Published

2026-05-30