ANALISIS PRAMENSTRUASI SINDROM PADA SISWI SMAN 3 KOTA TANGERANG TAHUN 2019

Penulis

  • Eka Mardiana Afrilia Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Tangerang
  • Siti Mardhatillah Musa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Tangerang

DOI:

https://doi.org/10.31000/sinamu.v2i0.3511

Abstrak

Pramenstruasi sindrom merupakan suatu gejala klinis yang ditandai dengan kombinasi dari gangguan emosi, fisik, psikologis, dan suasana hati yang terjadi setelah ovulasi wanita dan biasanya menghilang dengan berakhirnya menstruasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pramenstruasi sindrom di SMAN 3 Kota Tangerang Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif yang diharapkan mampu menjawab pertanyaan penelitian yaitu faktor-faktor yang berhubungan dengan pramenstruasi sindrom. Adapun sample yang diambil sebanyak 80 orang dengan menggunakan cluster random sampling, alat pengumpulan data berupa kuesioner. Dari hasil yang didapat bahwa siswi yang mengalami pramenstruasi sindrom yang berat di SMAN 3 Kota Tangerang adalah 53,8 %, sedangkan pramenstruasi sindrom yang ringan mencakup 46,2 %. Dari hasil uji statistik ditemukan adanya hubungan antara aktivitas olahraga, faktor genetik dan stress dengan pramenstruasi sindrom.

Referensi

Arisman. (2010). Buku Ajar Ilmu Gizi.Buku Kedokteran: EGC.

Banjari, A.R.A. (2009). Pengaruh Latihan Pasrah Diri (LPD) Terhadap Kadar CRP Pada Pasien DM dengan Hipertensi, Dislipidemia dan Gejala Depresi. Diakses pada tanggal 25 Maret 2019 dari :

http://www.aburaihan74.wordpress.com/2009/02/20/laporan-penelitian-dzikir.

Brunner & Suddarth. (2011). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Jakarta: EGC.

Evy (2009). Statistik deskriptif bidang kesehatan, keperawatan, kedokteran Yogyakarta : Fitramaya.

Elvira, Sylvia. D. 2010. Sindrom Pra-Menstruasi. Jakarta: Balai Penerbit.

Freeman, E, W. (2007). Epidemiology and Etiology Of Premenstrual Syndromes, http://www.medscape.com.

Diperoleh tanggal 29 Maret 2019.

Notoatmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Nurlela, E, Widiayati, Prabowo, T. (2007). Hubungan Aktivitas Olahraga dengan Kejadian Premenstrual Syndrome. Jurnal Ilmu Keperawatan.

Riyanto, (2011), Gejala Dan Penanganan Premenstrual Syndrome, http://dokter-agus.blogspot.com/2011/10/gejala-dan-penanganan-premenstrual-html.

Dikutip tanggal 24 Maret 2019.

Saryono dan Waluyo, S. 2009. Sindrom Premenstruasi. Yogyakarta : Nuha Medika.

Sylvia. D. 2010. Sindrom Pra-Menstruasi. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.

Simon, H. 2008. Premenstrual Syndrome. Associate Profesor of Medicine, Harvard Medical School; Physician, Massachusetts General Hospital. A.D.A.M. Inc.

Suparman dan Ivan. 2011. Premenstrual Syndrome. Jakarta : EGC.

Suheimi, K.(2008). Hormonal Treatmenton Premenstrual Syndrom. Diakses pada tanggal 24 Maret 2019 dari

http://ksuheimi.blogspot.com/2008/07/hormonal-treatment-on-premenstrual.html.

Diterbitkan

2021-02-04