PENGALAMAN PUTUS OBAT PADA KLIEN TB YANG MENDAPATKAN PENGOBATAN OAT DENGAN STRATEGI DOTS DI RS UMUM KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2016

Nuraini Nuraini, Naziah Naziah, Muhammad Arifki Zainaro

Abstract


ABSTRAK

 

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang mendalam tentang pengalaman putus obat pada Klien TB yang mendapatkan pengobatan OAT dengan strategi DOTS dan mengeksplorasi faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dengan jumlah informan 8 orang, diantaranya 4 orang putus obat dan 4 orang yang tidak putus obat. Informan kunci adalah keluarga klien sebanyak 8 orang. Data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan Colaizzi. Hasil penelitian didapatkan sembilan tema yaitu; pengetahuan penyakit TB, riwayat kesehatan, dukungan keluarga, penyuluhan TB, manfaat pengawas menelan obat, obat tuberculosis, efek samping obat TB, dampak/resiko putus obat TB, Sikap terhadap pengobatan TB. Saran diperlukan peningkatan kemampuan dalam memberikan pendidikan kesehatan, membuat leaflet dan diberikan pada saat klien berobat dan peneliti lanjutan dengan fenomenologi untuk menggali pengalaman putus obat secara sfesifik.

 

Kata kunci  : Pengalaman, Putus Obat, TB, Pengobatan OAT, Strategi DOTS


Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Adistha., dkk. (2014). Evaluasi program Pengendalian Tuberculosis ParuDengan Strategi DOTSdi Puskesmas Tanah Kalikedinding Surabaya. Jurnal Brkala Epidemiologi. Vol 2. No. 2.

Ariani. N. W., (2015). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keteraturan Minum Obat Penderita Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas

Modayag, Kabupaten Bolaang

Mongondow Timur.

Black, J.M., & Hawks, J.H. (2014).

Keperawatan Medical Bedah. Edisi 8. Elsevier Mosby

Caylà, Joan. A., et al., (2009). Tuberculosis treatment adherence and fatality in spain. Research Article, Biomed Central, PMC2794858.

Crofton, John., dkk, 2002. Tuberkulosis

Klinis Edisi 2. Widya Medika, Jakarta,

Daniel, O.J., et al., (2006). Default from tuberculosis treatment programme in Sagamu, Nigeria. Pubmed article, PMID 16649455, 2006.

Firdous dkk., (2006). Faktor-faktor penderita tuberkulosis paru putus obat. Fitri., (2014). Profesi Dokter:Definis, Kompetensi, Dan Tugas Dokter. Info

sehat Untuk masyarakat.

Gomes. M. Et al., (2010). Risk Factors for Drug-Resistant Tuberculosis. Journal of Tuberculosis Research. Published Online September 2014 in SciRes.

Helper, Sahat P Manalu. (2011). Faktor Sosial Budaya Yang Mempengaruhi Ketaatan Berobat Penderita TB Paru di Kabupaten Tangerang. Puslitbag Ekologi dan Status Kesehatan. Jakarta Pusat.

Infodatin. (2015). Tuberkulosis; Temukan Obat Sampe Sembuh. .Pusat Data Dan Informasi Kementerian RI.

Kemenkes RI, (2014). Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis. Direktorat Jandral Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan.

Muture. B. N. et al. (2011). Factors associated with default from treatment among tuberculosis patients in nairobi province, Kenya: A case control study. BMC Public Health 2011.

Moleong, Lexy J., (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Pare (2013). Hubungan Antara Pekerjaan, Pmo, Pelayanan Kesehatan, Dukungan Keluarga Dan Diskriminasi Dengan Perilaku Berobat Pasien Tb Paru

PDPI., (2014). Pedoman Penatalaksanaan Tb (Konsensus TB ). Pedoman Diagnosis & Penatalaksanaan Tuberkulosis di Indonesia.

Prayogo., (2013). Factor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan minum obat anti tuberculosis pada pasien tuberculosis paru di puskesmas pamulang kota tangerang selatan propinsi banten periode januari 2012 – januari 2013.

Pusdatin. (2015). Tuberkulosis; Temukan Obat Sampe Sembuh. Pusat Data Dan Informasi Kementerian RI.

Rikesdas., (2013). Riset Kesehatan Dasar.

Badan Penelitian dan Pengembangan

Kesehatan Kesehatan RI tahun 2013. Rian S. (2010). Pengaruh Efek Samping

Obat Anti Tuberkulosis Terhadap Kejadian Default Di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi Jakarta Timur Januari 2008–Mei 2010.

Sangadah., (2012). Analisis factor penyebab terputusnya pengobatan tuberculosisi parudiwilayah kerja dinas kesehatan kabupaten kebumen

Santha. T. Et al., (2000). Risk factors with default, failure and death among tuberculosis patients treated in a DOTS programme in Tiruvallur District, South India. Pudmed article.

Saryono. M. D & Anggraeni., (2013).

Metdologi Penelitian Kuantitatif dan

Kualitatif dalam Bidang Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika

Slama. K. Et al., (2013). Factors associated with treatment default by tuberculosis patients in Fez, Moro

Steubert, Helen J & Carpenter, Dona R. (2003). Qualitative Research in Nursing: Advancing the Humanistik Imperative. 3rd Ed. Philadelphia: Lippincott William Wilkins.

Stuart, Gail Wiscarz. Sundeen, Sandra J. (2000). Principle and Practice Psychiatric Nursing. 6Th Edition. St Louis. Mosby Yearbook.

Sugiyono., (2013). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung :

Alfabeta

Susilowati, (2012). Hubungan pengetahuan pasien tbc tentang penyakit tbc dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis (OAT).

Kemenkes RI, (2014). Pedoman Nasional Pengendalian Tuberkulosis. Direktorat Jandral Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan.

Kemenkes RI., (2013). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran. Tatalaksana Tuberkulosis.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.