Rancang Bangun Alat Pembuatan Nanofiber Menggunakan Metode Electrospinning

Fatkhah Muflikh Mubarok, Valentinus Galih Vidia Putra

Abstract


Electrospinning merupakan metode pembuatan nanofiber paling umum dan paling banyak digunakan. Prosesnya yang sederhana membuat elctrospinning banyak digunakan sebagai alat pembuatan nanofiber dengan berbagai material polimer. Pada penelitian ini telah dilakukan rancang bangun alat pembuatan nanofiber dengan metode electrospinning. Perancangan ini menggunakan modul step-up high voltage dengan output maksimal 50 kV. Pompa polimer menggunakan syrnge pump dengan diameter jarum sebesar 2 mm. Jenis kolektor menggunakan bentuk silinder dengan diameter 7 cm. Motor DC 12v dengan rangkaian potensiometer memungkinkan kolektor bergerak rotasi dan kecepatan rotasi yang dapat diatur. Jarak antar jarum dengan kolektor dapat diatur sebesar 5 – 15 cm. Larutan PVA dengan konsentrasi 15% digunakan dalam pengujian. Hasil alat yang telah dirancang menghasilkan nanofiber berukuran jauh lebih kecil dari ukuran rambut manusia atau berkisar sebesar 84µm.


Keywords


electrospinning; nanofiber; high voltage

References


Al-Hazeem, N. Z. (2018). Nanofibers and Electrospinning Method. Intech Open.

Almetwally, A. A., El-Sakhawy, M., Elshakankery, M. H., & M., H. K. (2017). Technology of nano-fibers: Production techniques and properties. Journal of the Textile Association.

Dalton, P. L. (2011). Electrospun Fibers for Drug Delivery. Comprehensive Biomaterials, Vol 4.

David, S. (2002). Nanoparticle-based permanent treatments for textiles. United State Patent,, No 6,607: 994.

Kathiervelu, S. (2003). Applications of nanotechnology in fiber finishing. Synth. Fibres.

Krisnandika, V. E. (2017). Produksi Nanofiber dan Aplikasinya dalam Pengolahan Air. Institut Teknologi Bandung.

Li, D., & Xia, Y. (2004). Electrospinning of Nanofibers: Reinventing the Wheel? Advance Materials.

Loussourant, G., Lozano, I., Panhard, S., Collaudin, C., El Rawadi, C., & Genain, G. (2016). Diversity in human hair growth, diameter, colour and shape. An in vivo study on young adults from 24 different ethnic groups observed in the five continent. L’OREAL Research and Innovation.

Marno, Widianto, E., Sunarjo, J., & Santosa, A. (2018). Perancangan dan Pengembangan Sistem Electrospinning sebagai Teknologi dalam Pembuatan Nanofiber. INVOTEK, Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi.

Park, J.-S. (2010). Electrospinning and its applications. Advances in Natural Sciences

Patra, J. K., & Goudra, S. (2013). Application of nanotechnology in textile engineering: An overview. Journal of Engineering and Technology Research.

Putra, R. A. (2015). Analisa Beban Tidak Seimbang Pada Transformator 400 kVa 11,5 Kv/400 V. Palembang: Politeknik Negeri Sriwijaya.

Ropikoh, S. U. (2019). Sintesis Nanofiber Kitosan/Polyvinil Alcohol Dengan Metode Electrospinning: Kajian Viskositas Larutan. Departemen Fisika Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor.

Shi, X., Zhou, W., Ma, D., Ma, Q., Bridges, D., Ma, Y., & Hu, A. (2015). Electrospinning of Nanofibers and Their Applications for Energy Devices. Journal of Nanomaterials.

Sun, Y., Cheng, S., Lu, W., Wang, Y., Zhang, P., & Yao, Q. (2019). Electrospun Fibers and Their Application in Drug Controlled Release, Biological Dressings, Tissue Repair, and Enzyme Immobilization. Royal Society of Chemistry.

Teo, W. E. (2017). Electrospinning for nanofiber production across materials classes. Electrospin Tech.

Widodo, M. (2004). Aplikasi Nanoteknologi di Bidang Tekstil. Kumpulan Makalah Seminar Mahasiswa

Zuliyanto, A. (2017). Desain Sistem Teknologi Tesla Coil Untuk Beban Lampu. Fakultas Teknik Elektro - Universitas Muhammadiyah Surakarta




DOI: http://dx.doi.org/10.31000/jt.v9i1.2728

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


License URL: https://scholar.google.co.id/citations?user=RJRfBN0AAAAJ&hl=id&authuser=2