Komodifikasi Konten, Khalayak, dan Pekerja pada Akun Instagram @salman_al_jugjawy

Sigit Surahman, annisarizki annisarizki, Rully Rully

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses komodifikasi konten, khalayak, dan pekerja pada akun Instagram @salman_al_jugjawy. Menggunakan teori komodifikasi, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi eksploitasi dan komodifikasi konten, khalayak, dan pekerja secara tidak langsung terhadap para pengikut (followers) akun Instagram @salman_al_jugjawy. Eksploitasi dan komodifikasi terjadi secara halus karena hampir semua pengikut akun @salman_al_jugjawy adalah para penggemar yang dengan suka rela akan ikut membantu penyebaran informasi pada komunitas-komunitas virtual di Instagram.

Kata Kunci: Ekonomi politik media, komodifikasi, Instagram


This study aims to analyze the commodification of content, audiences, and workers on Instagram accounts @salman_al_jugjawy. Using the commodification theory, the approach used is a descriptive-qualitative approach. The results showed that there was an exploitation and commodification of content, audiences, and workers indirectly towards followers (followers) of Instagram accounts @salman_al_jugjawy. Exploitation and commodification occur smoothly because almost all followers of the @salman_al_jugjawy account are fans who will voluntarily help spread information to virtual communities on Instagram.

Keywords: Media political economy, commodification, Instagram


Full Text:

PDF

References


Adila, Isma. (2011). ”Spasialisasi dalam Ekonomi Politik Komunikasi (Studi Kasus MRA Media)”. Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(1), 93-108.

Boradkar, Prasad. (2010). Designing Things: A Critical Indroduction to the Culture of Objects. New Yorks: Berg.

Febriana, Ajeng Iva Dwi. (2018). "Determinisme Teknologi Komunikasi dan Tutupnya Media Sosial Path". Jurnal Lontar, 6(2): 10-18.

Fuchs, C. and V. M. (2013). Marx and the Political Economy of the Media. Leiden and Boston: Brill.

Irianto, Agus Maladi. (2017). “Kesenian Tradisional Sebagai Sarana Strategi Kebudayaan di Tengah Determinasi Teknologi Komunikasi”. NUSA, 12(1): 90-100.

Kertamukti, Rama. (2015). “Instagram dan Pembentukan Citra (Studi Kualitatif Komunikasi Visual dalam Pembentukan Personal Karakter Account Instagram @basukibtp)”. Jurnal Komunikasi Profetik, 8(1): 57-66.

Levinson, Paul. (1999). Digital McLuhan: a Guide to Infromation Millenium. London and New York: Routledge.

Mariezka, Filza Intan, Hanny Hafar dan Yustikasari. (2018). “Pemaknaan Profesi Beauty Vlogger melalui Pengalaman Komunikasi”. Nyimak Journal of Communication, 2(2): 95-111.

McQuail, D. (2009). Mass Communication Theory. Sage Publications.

Mosco, V. (2009). The Political Economy of Communication. Sage Publications.

Mulyadi, Urip dan Lisa Fitriana. (2018). ”Tanda Pagar (#) Sebagai Identitas Pesan Pada Komunitas Virtual”. Jurnal The Messenger, 10(1): 44-53. Piliang, Yasraf Amir. (2004). ”Iklan, informasi, atau Simulasi?: Konteks Sosial dan Kultur Iklan”. Mediator, 5(1): 63-70.

Murthy, D. (2012). “Towards a Sociological Understanding of Social Media: Theorizing Twitter”. Sociology, 46(6): 1059-1073.

Pah, J. J. (2018). “Mitos Seksualitas dalam Iklan”. Nyimak Journal of Communication, 2(1): 1-16.

Prabowo, Agung dan Kurnia Arofah. (2017). "Media Sosial Instagram sebagai Sarana SOsialisasi Kebijakan Penyiaran Digital". Jurnal ASPIKOM, 3(2): 256-269.

Restu Nurul Alfadilah, Mardi Adi Armin, Hasyim Hasanuddin. (2017). "Representasi L'oreal dalam Iklan Berbahasa Perancis dan Indonesia (Suatu Studi Komparatif)". Jurnal Ilmu Budaya, 5(1): 52-68.

Ridings, Catherine M., David Gefen, Bay Arinze. (2002). "Some Antecedents and Effects of Trust in Virtual Communities". Journal of Strategic Information Systems, 11(34): 271-295.

Ritzer & Goodman. (2004). Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana Media Prenada.

Rusadi, Udi. (2014). "Konsumsi Berita Lintas Media Massa Konvensional dan Internet". Jurnal Penelitian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika, 4(3): 173-186.

Saefudin, Asep. (2008). “Perkembangan Teknologi Komunikasi: Perspektif Komunikasi Peradaban”. Mediator, 9(2): 383-392.

Sagiyanto, Asriyani dan Nina Andriyanti. (2018) “Self Disclosure melalui Media Sosial Instagram (Studi Kasus pada Anggota Galeri Quote)”. Nyimak Journal of Communication, 2(1): 81-94.

Sari, Meutia Puspita. (2017). "Fenomena Penggunaan Media Sosial Instagram sebagai Komunikasi Pembelajaran Agama Islam oleh Mahasiswa FISIP Universitas Riau". JOM FISIP, 4(2): 1-13.

Strinati, Dominic. (2007). Budaya Populer: Pengantar Menuju Teori Budaya Populer. Yogyakarta: Penerbit Jejak.

Sukendro, Gatot, Ahmad Haldani Destiarman dan Kahfiati Kahdar. (2016). "Nilai Fetisisme Komoditi Gaya Hijab (Kerudung dan Jilbab) dalam Busana Muslimah". Jurnal Sosioteknologi, 15(2): 241-254.

Sumartono. (2016). “Komodifikasi Media dan Budaya Kohe”. Jurnal The Messenger, 3(2): 43-51.

Surahman, Sigit. (2016). “Determinisme Teknologi Komunikasi dan Globalisasi Media terhadap Seni Budaya Indonesia”. Jurnal Rekam, 12(1).

Surahman, Sigit. (2018). “Publik Figur Sebagai Virtual Opinion Leader dan Kepercayaan Informasi Masyarakat”. Jurnal Wacana, 17(1): 53-63.

Wicaksono, M. Arif. (2017). "Pengaruh Media Sosial Instagram @wisatadakwahokura terhadap Minat Berkunjung Followers". JOM FISIP, 4(2): 1-13.

Zhang, Xiaofei and Dahai Dong. (2008). "Ways of Identifying the Opinion Leaders in Virtual Communities". International Journal of Business and Management, 3(7): 21-27.




DOI: http://dx.doi.org/10.31000/nyimak.v3i1.1208

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Nyimak (Journal of Communication)



Nyimak: Journal of Communication a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. © All rights reserved 2017. Nyimak: Journal of Communication (p-ISSN 2580-3803, e-ISSN 2580-3832)